IGOS SUMMIT 2 2008 - Part 1

Posted May 27th @ 7:59 am by rendy

Hampir 2 hari saya di Jakarta, dari H-1 Acara IGOS Summit 2008 yang akan berlangsung sebentar lagi.

JACC yang tadinya sepi, disulap menjadi tempat yang amat ramai, saya datang sekitar pukul 20 malam, h-1 untuk menyiapkan stand Qwords.com Web Hosting Indonesia, Tampak banyak sekali stand yang sudah dipersiapkan, seperti dari Poss Upi, IGOS Center Bandung, Komunitas Open Suse, Ina Icta, XL, Indosat M2, Acer, Red Hat, SUN, Anote, Ubuntu, Mugen, Kambing UI dan masih banyak stand lagi, nampaknya stand kamilah yang paling kosong, karena barang belum datang semua dari Bandung.

Internet sudah ada disediakan panitia, bekerja sama dengan Indosat M2 dan XL, dari Indosat sudah turun 2.5mbps downstream dan 2mbps upstream, cukup untuk streaming dvd dari IIX tanpa nyaris putus.

Bagi yang mau mendownload repository, jangan khawatir, disini disediakan juga beberapa hotspot yang juga gratis untuk mendownload repository dan iso CD/DVD.

Harga Bensin Naik, Pada Kena Sekem Pemerintah!

Posted May 23rd @ 11:45 pm by rendy

3 minggu lalu, waktu harga pertamax naik jadi Rp.8250 saya mengisi bensin di SPBU milik pertamina di Jalan Sunda Bandung, ada yang berbeda disana, ketika mengisi disambut dengan amat ramah, dan didahulukan dibanding mobil yang membeli premium (padahal cuma beli buat motor, kurang dari 3 liter), petugas diganti, karena yang melayani pertamax disana bukan pria, yakni mbak mbak yang cukup nyaman dipandang, dan selalu mengajak mengobrol pembeli pertamax, berbeda dengan pelayanan yang didapat ketika membeli premium.

Barusan saya dan adik keliling Bandung, melihat SPBU milik pertamina, yang dipenuhi antrian orang-orang (terutama pengguna sepeda motor), dan juga beberapa petugas kepolisian yang berjaga khawatir akan terjadi kerusuhan saat kenaikan harga BBM jenis premium yang cukup lumayan, yakni menjadi Rp.6000, dari sebelumnya Rp.4.500, antrian di beberapa SPBU cukup panjang, sampai sekitar 150 meter, dan membuat petugas sibuk mengatur antrian, mungkin perlu mengantri sekitar 1 jam bagi pengguna sepeda motor untuk mendapatkan harga yang masih belum naik.

Padahal kalau dihitung, rata-rata sepeda motor memiliki kapasitas tangki 3-3,5 liter, artinya dengan asumsi bahwa tangki bensin hanya diisi dengan 3 liter saja, dan selisih harga yang ada adalah Rp.1500 (Rp.6000-Rp.4.500) dikali tiga, yakni Rp.4.500, cuma ngantrinya itu loh, panjang, dan ini sudah malam hari pula, Rp.4.500 ngga lebih dari sepiring nasi goreng, malah kurang, harus mengantri dan kehilangan waktu beristirahat yang mungkin amat berharga bagi sebagian orang, duh sekem banget dari pemerintah, mirip dengan isu kenaikan bbm yang dipancing beberapa minggu sebelum kenaikan, mirip dengan Apple yang mau ngeluarin Iphone yang dibuzz setahun sebelum dilaunching, bikin resah orang-orang dengan keadaan yang tidak pasti.

Lalu, apakah tadi saya ikut mengantri? tentu tidak, pengguna sepeda motor berbahan bakar jenis Pertamax dipersilakan mempergunakan jalur lain, bahkan dikawal dan didahulukan daripada kendaraan roda empat yang mengisi premium, kok dibedakan? ya mbayarnya beda :p

Komputer Ga Mungkin Salah!

Posted May 20th @ 7:54 am by rendy

“Mana mungkin hasilnya ngaco, komputer kan ga mungkin salah…”

Kayaknya perkataan diatas sering terdengar 4-5 tahun lalu, apalagi waktu saya masih SMU, setiap ujian diperiksa menggunakan LJK (Lembar Jawab Komputer) dengan alasan efisiensi waktu pemeriksaan dan juga meminimalisir “nilai kasih sayang” yang sering diberikan oleh Staff Pengajar waktu dulu, padahal yang ada malah merepotkan kedua belah pihak, karena harus memeriksa ulang lembar jawaban dua kali, karena ada beberapa jawaban yang ditandai dengan bintang akibat tidak terbaca, Old school style yang pengen modern deh kira-kira, menggunakan teknologi yang lama (486 dkk @ 21th Century!).

Tapi omong-omong soal teknologi lama, saya punya cerita lucu tentang beberapa kejadian yang saya alami akhir-akhir ini, dimana ada salah seorang yang baru saya kenal bercerita tentang dirinya yang tidak pernah mau menggunakan produk open source baru seperti Mozilla Firefox, flock, tapi dia hanya mau menggunakan produk lama, yakni lynx, tanpa java script dan cookies yang dienable (bahkan tanpa gambar, karena dia tidak mau menggunakan komputer dalam mode desktop), karena dia amat takut terhadap kode jahat yang banyak tersimpan di ranah maya ini yang dapat merusak komputernya (dan menjelaskan dengan dalil-dalil teknis yang sesungguhnya amat jarang dipergunakan oleh orang awam seperti saya)

(kenapa tidak sekalian takut menggunakan mobil karena takut tertabrak?, atau takut keluar rumah karena terkena sinar matahari akan menyebabkan kanker kulit), dan ia protes amat keras ketika membuka salah satu web saya yang mengharuskan menerima cookies dan mengizinkan penggunaan java script dalam browser, wow, sebuah pemikiran yang amat aneh rasanya ditengah keanekaragaman dunia yang indah dan berwarna-warni ini, mengapa tidak sekalian memutuskan untuk tidak menggunakan internet saja, karena bahaya pornografi dan banyaknya isu sosial yang dapat menyulut perang nuklir?

Ternyata ada lagi isu menarik, berkaitan dengan jargon, Komputer Ga Mungkin Salah!, Saya dan beberapa teman kesulitan mencari orang di Bandung untuk mensukseskan acara roadshow linux, dan orang tersebut dikehendaki bukanlah orang yang mampu berbicara fasih mengenai teknis, karena orang seperti itu sudahlah banyak, tinggal comot dari sini dan situ saja sudah bejibun jumlahnya, tapi kami perlu orang yang dapat mengkomunikasikan penggunaan linux kedalam bahasa manusia awam, sehingga akan banyak orang awam yang berminat menggunakan linux, bukan mempromosikan penggunaan linux yang nantinya malah mendorong orang menggunakan produk bajakan karena linux diperkenalkan sebagai teknologi yang membuat anda susah. Tentu saja orang tersebut adalah orang yang sukarela mau menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk perkembangan keanekaragaman software di Indonesia, sehingga jargon Komputer Ga Mungkin Salah tersebut bisa diluruskan paradigmanya.

Berminat ? Anda yang di Bandung dapat datang langsung ke Qwords.com Web Hosting Indonesia, Jl. Cisitu Indah no.8 Bandung, telp 022.70417499, email, rendy at Qwords dot Co dot ID biasanya kegiatan diskusi persiapan roadshow Bandung dilakukan disini, atau bisa juga datang ke IGOS CENTER di BE-Mall Bandung, Jl.Naripan, untuk berkoordinasi dengan sdr.Yudha (KLuB).

Ballmer, Ball-m-er

Posted May 18th @ 3:04 am by rendy

Tonton saja video ini, bukan buat semua umur, tapi untuk yang ngerti bahasa Inggris dan tidak fakir bandwidth.

Boleh komentar tentang video ini disini kok.

Strategi Menggunakan Telepon Selular versi Saya

Posted April 26th @ 8:29 pm by rendy

Dipikir-pikir pusing juga menggunakan telepon selular saat ini, yang satu ngasih tarip ini, itu, dengan syarat dan tetek bengek yang kayaknya perlu dihapalin untuk menghemat pengeluaran.

Untuk orang seperti saya yang banyak menggunakan telepon selular untuk berhubungan dengan orang lain, rasanya sudah tidak aneh menggunakan banyak nomor telepon selular untuk memudahkan komunikasi, juga mengurangi risiko tidak dapat dihubungi karena tidak ada sinyal, atau baterai telepon selular yang cepat habis jika sering dipergunakan.

Saat ini saya hanya menggunakan 1 provider CDMA (ngga mau nyebut merek), GSM Three untuk pribadi dan juga IM3 yang sudah berumur lebih dari 6 tahun, dipikir-pikir sayang juga melepas nomor yang dipakai lebih dari 6 tahun itu, setelah sebelumnya resmi bercerai dengan produk Telkomsel, Simpati yang dahulu kala terkenal roaming yang mahal (tarip roaming Rp.4400 per menit, sedang biaya nelepon hanya Rp.3300 per menit, mending nelepon deh) dulu bisa habis 300 ribu per bulan untuk isi pulsa simpati, buat nerima telepon doang, dzingggggg, akhirnya dilepas.

Dulu waktu masih pacaran, pakai CDMA adalah senjata andalan untuk menghemat biaya pengeluaran, sisa uangnya bisa dipakai untuk nonton, tapi setelah price war gila-gilaan yang dilakukan sekarang, rasanya pakai CDMA bisa bikin kepala sakit karena sering putus-putus, duh, biaya ngobatin sakit kepala lebih mahal rasanya daripada pulsa gsm, akhirnya penggunaan telepon CDMA lebih sering diaplikasikan untuk panggilan lokal saja, terutama ke nomor sesama operator CDMA dan juga nomor telepon lokal Bandung, dan saat ini CDMA juga jarang dipakai karena tidak punya pacar :p *loh*.

Akhirnya kembali lagi ke GSM, mayoritas teman-teman saya menggunakan IM3, juga produk dari Indosat, hal ini menguntungkan bagi saya, karena taripnya yang nyaris flat, sedang untuk antar operator, saya menggunakan Three karena hanya kena 400an rupiah flat, murah bukan? Saat ini saya pribadi lebih sering mengisi pulsa Three saya dan juga CDMA saya karena masa aktif yang cepat berakhir, bukan karena pulsanya yang habis, hmmm…

Kira-kira demikian kisah saya, dalam menggunakan telepon selular akhir-akhir ini, anda punya kiat-kiat sendiri dalam menggunakan provider telepon selular anda? Ceritakan kisah dan keluh anda menggunakan telepon selular dalam kurun 1 tahun terakhir ini, mungkin dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Options:

Size

Colors