Kasus Ibu Prita v.s RS Omni International bisa memperburuk Citra Pariwisata Indonesia

Hampir satu tahun terakhir saya disibukkan dengan banyak kegiatan yang menyita waktu, terutama membantu pariwisata Indonesia dengan menggeliatkan promosi Elektronik dan memanfaatkan Internet sebagai media promosi efektif dan murah. Banyak hal yang membuat saya tidak menulis dalam blog ini cukup lama, selain lebih banyak memantau gerak-gerik blogger di Indonesia, juga karena kebiasaan ngeblog hanya 140 karakter saja.

Beberapa minggu lalu saya ikut hadir dalam diskusi Langsat yang dipelopori oleh Politikana, diskusi menarik yang diadakan di Es Teler 77 Jakarta tersebut membahas mengenai Undang Undang ITE Pasal 27 yang memiliki unsur “karet” yang cukup tinggi dan bisa saja disalahgunakan oleh orang-orang yang kurang mengerti apa itu undang-undang elektronik atau juga orang yang tidak bertanggung jawab yang biasa kita dengar kata kerennya adalah “Mafia Peradilan”.

Diskusi tersebut cukup menarik, saya sempat mengobrol dengan pemateri yang saya lupa namanya (maafkan saya), beliau menginformasikan bahwa sejak tangal 13 Mei 2009, ada seorang Ibu Rumah Tangga bernama Prita yang ditahan karena email yang ia tulis berisikan komplain terhadap Rumah Sakit Omni International yang diduga melakukan Mal Praktek terhadap dirinya yang sedang demam. Email tersebut ditulis untuk teman-temannya saja, dan tanpa diduga oleh Ibu Prita, email tersebut menyebar kemana-mana, hingga sampailah management RS Omni tersebut mengetahuinya dan melayangkan iklan di Koran terhadap email tersebut. Singkat cerita, saya pun terbengong-bengong mendengarnya, karena kasus ini sampai di puncaknya dengan melakukan penahanan terhadap Ibu Rumah Tangga tersebut di Penjara.

Tidak berapa lama setelah kejadian diskusi tersebut, berita ini mulai terkuak di media massa dan internet sehingga mendatangkan simpati dari ratusan ribu orang. Causes di Facebook tentang Ibu Prita ini dalam dua hari mengalami lonjakan anggota yang cukup drastis, kenaikan jumlah anggota di angka sekitaran 60 ribu orang yang menandai diri mereka bersimpati dengan Ibu Prita, diluar dari obrolan milis yang terus membahas tentang Ibu Prita.

Sebetulnya kedua pihak yang berseteru ini sama-sama benarnya. RS Omni benar karena berhak menuntut Ibu Prita yang dianggap mencemarkan nama baik, namun Ibu Prita juga berhak untuk menuntut RS Omni dikarenakan dianggap melakukan Mal Praktek terhadap dirinya dan tidak dilayani dengan Baik sebagai orang yang sedang mengalami musibah sakit. Sesungguhnya masalah ini tidak harus jadi masalah yang berkepanjangan jika RS Omni mau berbesar hati dan mengajak Ibu Prita untuk berdamai, bukan melakukan gugatan di pengadilan sehingga menyebabkan Ibu Prita di penjara yang mendatangkan ratusan ribu dukungan dari orang-orang yang bersimpati terhadap Ibu Prita dan membuat nama RS Omni menjadi amat buruk.

Tentu saja RS Omni bukan satu satunya pihak yang rugi karena RS tersebut menjadi buruk di mata orang lain, banyak juga pihak yang sebetulnya amat dirugikan oleh tindakan RS Omni yang turut mencemarkan nama baik Indonesia di mata warga dunia yang menjadi takut datang ke Indonesia atas tindakan RS Omni yang memenjarakan Ibu Prita. Dalam hal ini RS Omni bisa juga dituntut oleh negara ini atas tindakan memperburuk citra pariwisata Indonesia.

Bayangkan betapa repotnya harus memperbaiki nama Indonesia yang dianggap orang asing tidak aman, karena Rumah sakitnya dianggap menakutkan, hanya karena demam, dan komplain, seorang Ibu Rumah tangga di Penjara.

Berikut adalah cuplikan tulisan salah satu blogger dari San Francisco yang ketakutan jika harus ke Indonesia

I’m going to scrupulously avoid any hospital where I see Indonesian health care workers because I don’t know what happened to poor Prita. Cancel that dream vacation to Indonesia. What the world needs now is not another blind-sighted bunch of goof-balls somewhere tossing moms in jails and suing them for getting sick. The world is getting to be a pretty scarry place.

Jadi bisa kita lihat efek samping dari tindakan konyol RS Omni yang menahan Ibu Prita, kekuatan empati dari ratusan ribu orang bisa membuat efek bola salju yang terus bergulir dan tidak dapat kita tahan laju perkembangannya. Ini merupakan dunia yang sudah sangat datar, tidak ada batasan pemisah informasi mengenai kita di Indonesia dan seseorang di San Francisco nun jauh disana, lah Jakarta Makassar yang berjarak kurang lebih 1400Km saja terasa seperti satu kota.

Saat ini Ibu Prita sudah dibebaskan, dari tahanan penjara ke tahanan kota, artinya Ibu Prita harus melapor setiap ia hendak pergi keluar Rumah, dan tidak boleh keluar dari batas wilayah kota tempat ia tinggal (CMIIW), namun banyak tindakan hukum yang bisa Ibu Prita ajukan kepada RS Omni, semacam gugatan balik, tapi saya sarankan lebih baik Ibu Prita tidak melakukan gugatan balik karena nanti dikhawatirkan dapat menimbulkan efek negatif bagi Ibu Prita.

Bagaimana dengan RS Omni ? apa yang sebaiknya mereka lakukan ? Sebaiknya RS Omni meminta maaf kepada seluruh Rakyat Indonesia atas pencorengan nama baik Indonesia di mata Internasional, terutama kepada semua pelaku pariwisata Indonesia. Kemudian Mengganti Manajemen Rumah Sakit tersebut dengan nama baru, ini lebih baik daripada menutup usahanya, karena saya memiliki pendapat bahwa Rumah Sakit Omni terlanjur rusak namanya, dan ini dapat menimbulkan ketakutan bagi orang banyak yang akan kesana, sedang Rumah Sakit sebesar itu tentunya memiliki karyawan yang cukup banyak yang harus diberi nafkah. Memberi ganti rugi kompensasi kepada keluarga Ibu Prita terhadap diri Ibu Prita yang di Tahan di Penjara, serta karena dugaan Mal praktek yang dilakukan RS Omni terhadap Ibu Prita dan pasien lainnya. RS Omni juga sebaiknya menyewa Public Relation Consultant atau Brand Consultant yang cukup terampil untuk membantunya dalam re-branding dan memperbaiki Public Relation Strategynya.

Kira-kira demikian, curhatan saya, seorang rakyat jelata yang sedang meratapi negerinya yang sering dilanda musibah.

Categories: Other, Personal

58 Comments

  • didut says:

    wogh baru tau kl beritanya udah sampe disana dan bis akomen kek gitu :D

  • Taruma says:

    Harus ganti nama tuh RS Omni.. kalau mau selamat dimata publik.. hehhe. :D

  • geblek says:

    lawan dan ganyang

  • Ojat says:

    wah, ternyata tanggapan org luar sampai sebegitunya.. ini udah terlalu sekali. seperti yang ada di kutipan diatas, “Cancel that dream vacation to Indonesia”, orang luar sebenernya pengen dateng ke Indonesia, cuma jadi mikir2 lagi soalnya banyak pelayanan publiknya amburadul

  • rendy says:

    gw baru tau, ternyata si Omni ini sering malpraktek
    di Cause Ibu Prita ada yang posting surat pembaca orang2
    tentang RS Omni yang malpraktek
    http://apps.facebook.com/causes/290597

    ada dokter yang kena penyakit di prostatnya, berobat di Omni, bukannya tambah sembuh malah makin parah penyakitnya,

    mengerikan!!!!!

  • pensiun kaya says:

    ibu Prita sekarang jadi selebriti menyaingi Manohara..keduanya disatukan dengan satu nasib, ketidakadilan…
    salam

  • petra says:

    orang kalo udah salah biasanya kayak orang kebakaran jenggot kalo ketauan….

  • Aki says:

    Sungguh- sungguh menyedihkan, memprihatinkan Kang….
    Kirain kita teh dah kemana. Ternyata masih kaya begini aja pelayanan publiknya…

  • rendy says:

    justru itu yang bikin malu ki
    bikin orang jadi males kemari

  • kmonoarfa says:

    yeah, OMNI sucks!

    peringatan: jangan sekali-kali ke rs OMNI tangerang kalo mau sehat! dijamin pasti tambah sakit! :(
    *dipenjara gak yah nulis komentar kayak gini*
    hihihihihi

  • edy says:

    nama pembicaranya anggara, om

  • arie says:

    Kita DUKUNG terus PRITA….
    Jangan sampai kita yg bodoh mengenai medis…
    kita di bodohi lagi…
    Wahai pihak RS yang lain, yg memliki HATI …
    berbuatlah baik terhadap sesama manusia…

  • Wah bagus tulisannya ren… tinjauan pariwisata, unik lho…
    kadang2 lu brilian juga bro… hahahaha…

    Btw, turut bersimpati dengan ibu Prita…

    @dH1

  • rania says:

    Syukurlah saat ini ibu prita sudah bisa keluar dari Tahanan..Tapi seharusnya bu Prita juga dapat rehabilitasi pasca traumanya ..

  • Muzze says:

    Semagai rumah sakit internasional,ini sangat berlebihan,mungkin maksud bu prita untuk memperbaiki pelayanan yang lebih baik kepada pasien,saya banyak membaca surat pembaca tentang kritikan atow kekecewaan,tapi hampir semua yang di kritik membalasnya dengan permohonan maaf dan ucapan terima kasih,ini menuntut prita bukan untuk mengembalikan citra rumah sakit,tapi semakin buruk citra rumah sakit.

  • David says:

    PERADILAN INDONESIA: PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku

    Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk

    menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku

    Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap Rp.5,4 jt. (menggunakan

    uang klaim asuransi milik konsumen) di Polda Jateng
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi

    dan menyesatkan masyarakat,sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Maka benarlah statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan

    rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK). Ini adalah bukti nyata moral sebagian

    hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan saja. Masyarakat konsumen Indonesia yang sangat dirugikan

    mestinya mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” untuk menelanjangi kebusukan peradilan ini.
    Haruskah kita menunggu jatuh korban peradilan lebih bayak lagi?????

    David
    HP. (0274)9345675

  • Tara says:

    Doakan saja agar ibu Prita bisa segera bebas, sehat wal afiat.

  • ahmad says:

    kasian ibu prita yang hanya curhat ke teman2nya tapi berujung di penjara.
    apabila kasus ibu prita ini tidak di besar2kan dengan tuntutan ke penjara mungkin saja
    nama baik rumah sakit itu akan membaik dengan sendirinya namun karena sudah tersebar ke hampir semua media bahkan ada yang sampai ke luar negri maka nama baik rumah sakit itu sudah di cap citra buruk oleh masyarakat dan takut untuk berobat ke sana.masa cuma masalah curhat saja harus dampai di pengadilan???
    kok bisa ya masalah email ini sampai ke penjara padahal para pejabat korupsi bermilyar milyar masih adem ayem aja kok bebas2 aja.

    wajar apabila banyak pihak mendukung ibu prita untuk di bebaskan

    100% mendukung kebebasan ibu prita

  • arch says:

    RS OMNI FUCK FUCK AND FUCK!!!!!

    d penjara g y???……ckakakakakaka…

    atuuuuuuuuuut….!!

  • garda says:

    hari gni ksewenangwenangan thdp rakyat miskn msi ada,mw nya apa omni itu?arogan skali,udh kwt nahan demo jt an masyrkt?p.jaksa ente knpe?ngerti undang2 ga?skola lg sono!

  • hati-hati berobat di RS OMNI….
    bisa2 keluhan kita jadi tiket masuk penjara
    masih banyak kok rumah sakit yang bukan internsional tapi
    pelayanannya internasional
    dari pada rumah sakit internasional tapi pelayanan udiksionallllll…

  • Bli made says:

    Wahh..kalau memang benar tanggapan orang luar ke pada kita sampai membatalkan vocationnya ke bali..sangat merugikan indonesia termasuk bali.
    Karena bali tujuan pariwista dunia dan mungkin semua orang yg akan berkunjung..ke indonesia – Bali bisa beranggapan bahwa semua rumah sakit jelek.
    Ya..saya dukung langkah ibu prita dan semoga tidak ada rumah sakit yg memenjarakan pasiennya..
    Dan semoga dengan adanya kasus ini kita bisa bersikap lebih dewasa dan belajar dari pengalaman Ibu prita.
    Hidup Ibu prita dan bebaskan Ibu prita..
    dan jangan sampai anak Ibu Prita menangis lagi…

  • antok wijanarko says:

    rs omni rumah sakit terkonyol di dunia…sangat-sangat memalukan

  • boyoh says:

    AWAS ENTAR DITUNTUT AMA RS OMNI LHO.
    RUMAH SAKIT KAYAK TAI GITU MENDINGAN DIBAKAR SAJA.

    MAU NUNTUT LHO OMNI. GUA TUNGGU…!!!

  • myud says:

    Rs taraf internasional tpi berpikir dgn tidak memakai logika ttg baik-buruknya..emang gag ada public relation nya apah??emang gag ada apah dgn istilah kotak saran..harusnya ituh mnjadi plajaran btapa kurangnya playanan yg hrsnya jauh diatas puskesmas..Ingin maju tanpa di kritik???GAG AKAN MUNGKIN BISA!!!!!

  • Tamrin S. says:

    Bagaimana kalau nama Rumah Sakit diganti aja menjadi Rumah Sehat, dengan nama yg baik itu akan timbul aura positip, pelayanan dan informasi yg diberikan pun positip, pasien pun akan merespon positip. Sehingga apapun yg dilakukan akan berdampak baik karena semua awalnya sudah berpikiran positip.
    Saya yakin pasien akan cepat sembuh, karena dia ditempat yg benar (Rumah Sehat) bukan di rumah sakit yg justru membuat orang makin sakit.

  • Arief says:

    Yang saya tahu, bukan hanya uu ttg elektronik saja yg bermasalah, tetapi antara pasien dan rs. jg tidak kuat. pihak dokter banyak dilindungi oleh uu yang sekarang.

    Tapi sebenarnya tidak ada salahnya kalo Ibu Prita menuntut keadilan dan mengangkat ke pengadilan.

    BlackBerry Tips and Development Personality

  • Sandy says:

    Dear Omni, kamu tega amat pasien atau customers komplain kok dipenjara
    kalu engak mau dikomplain jangan buka usaha.
    Jangan memanfaatkan uang dong, tapi profesional dalam
    menyelesaikan masalah.

  • beruang madu says:

    Sudah tak bs omonglah awa dgn apa yg di buat rs omni, tp awa lbh tak bisa omong lagi dgn apa yg diputuskan oleh oknum penegak hukum yg menangani kasus bunda prita… omni & oknum penegak hukum sekolah lagi lah….mumpung ada program sekolah gratis ama cut mini… maaf ya cut mini…pinjam nama…

  • dukungan penuh says:

    wah, benar2 keterlaluan RS yang aneh tersebut, semoga saja ada hacker yang menghancurkan Sistem rumah sakit tersebut, langsung kuberikan award pokoknya

  • syam says:

    nah kalau cman sekedarngomong dan mengeluh yang g’ sengaja ngejelekin temen lain apa itu termasuk tindak pidana n terkena pasal, kalau begitu orang yang nyebarin gosip yang g’ bener apa bisa masuk penjara, sedangkan IBU PRITA hanya menyampaikan keluhan nyatanya kepada temen-temennya saja bisa dipenjara napa orang yang nyebarin gosip aneh-aneh g; dipenjara hayo….
    coba kalau orang yang bijaksana dan satun seperti IBU PRITA aja bisa ditahan apalagi rakyat yang hanya sekedar apa adanya…
    kalaupun begitu harusnya penjara harus buat yang banyak cz banyak banget orang yang ngeluhin masalahnya terhadap temenya di Face Book bahkan ada lebih dari 1.000.000 orang yang bercerita tentang keluh kesahnya, lalu apakah mereka harus terkena pasal sampai akhirnya masuk penjara juga….
    wah kayaknya hukum sekarang tambah g’ masuk akal tuh…
    bertindak adil, kayaknya sulit ya sekarang bagi kalangan elit.
    kalaupun da seseorang yang mengeluh tentang pelayanannya harusnya dia malah menjadikan itu sebagai motifasi dan lebih maju dan akhirnya berusaha menjelaskan bukan malah menendangnya, rumah sakit itu tempat untuk menyembuhkan orang, lalu kenapa malah bisa menyengsarakan orang…..
    huh dasar serbarumit…..
    masalah kecil bisa jadi besar, sedang masalah besar bisa jadi rumit, aneh kan temen-temen….
    sedangkan orang yang jelas korup persidanganya lama banget, sampai di undur segala, tapi kenapa hanya seorang ibu prita bisa langsung masuk tanpa gangguan apa-apa ya… ini yang ngebuat aneh …
    kayaknya hukum di indonesia sudah campur marut dengan keadaan seperti ini, pa mungkin ni masuk dalam daftar politik uang, ya cmn sekedar pertanyaan aja sich….
    berikan kebebasan kami sebagai masyarakat untuk bebas berpendapat, jangan bungkam mulut kami, apa jadinya indonesia tanpa kebebasan berpendapat. negara akan maju jika negara itu mendengarkan rakyatnya bukan menutupnya….

  • MIMI says:

    Saya jadi pingin tahu beneran berapa sih kira-kira yang diterima Jaksa Rahmi dari RS OMNI sampai sebegitu belanya…..ada yang pingin tahu juga ga?

  • momo says:

    Gimana kalo yang bersangkutan seperti RS OMNI, jaksa yang disuap itu dan penyidik di ‘sumpah obong’ kaya di sinetron ‘Inayah’. Ada yang setuju?

  • binsar says:

    Inilah potret negara antah berantah…penegakan hukum lemah,yang berkuasa bisa mengatur penegak hukum…prosedur hukum seenaknya dilanggar.pantesan negara kita susah maju disegala bidang…mentalitasnya BOBROK SEKALI…..menjadi sarang para penjahat dalam arti sebenarya dan dlm arti konotasi !!!!!!

  • Daranuri Prihatiningtyas says:

    RS OMNI Iternational Alam Sutera Juga Menggugat Almarhum Pasien….
    KOMPAS, Jumat, 5 Juni 2009, halaman 25 ? Kasus lain juga terjadi. Akhir tahun lalu PT Sarana Meditama Metropolitan (yang mengelola RS Omni Internasional) juga melayangkan gugatan terhadap salah satu pasiennya karena alasan pembayaran tagihan. Pihak keluarga pasien belum membayar tagihan biaya perawatan karena menilai nilai tagihan tak wajar.
    Pada Kamis kemarin, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang gugatan itu. Sedianya, sidang diisi dengan pembacaan putusan. Namun, Ketua Majelis Hakim Reno Listowo menunda pembacaan putusan karena terdapat pergantian hakim.
    Kasus itu bermula ketika Abdullah Anggawie (almarhum) masuk ke RS Omni Medical Center (OMC), Pulo Mas, Jakarta Timur, pada 3 Mei 2007. Abdullah dirawat selama lebih kurang tiga bulan sampai akhirnya meninggal pada 5 Agustus 2007.
    Saat meninggal, pihak RS mencatat masih ada tagihan sebesar Rp 427,268 juta. Total biaya perawatan selama tiga bulan mencapai Rp 552,268 juta. Pihak keluarga telah membayar uang muka Rp 125 juta sehingga tagihan tersisa Rp 427,268 juta.
    Pada 24 November 2008, PT Sarana Meditama Metropolitan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan dilayangkan kepada Tiem F Anggawi, PT Sinar Supra Internasional, yang berperan sebagai penjamin berdasarkan surat jaminan 28 Juni 2007, dan Joesoef Faisal yang bertindak sebagai penanggung jawab perawatan pasien Abdullah di RS.
    Kuasa hukum pasien, Sri Puji Astuti, mengatakan, pihaknya sebenarnya bukan tidak bersedia membayar tagihan. Namun, pihaknya meminta RS mengeluarkan resume biaya dan rekam medis milik pasien terlebih dahulu. Namun, hingga kini rekam medis tersebut tidak diberikan.
    ”Sampai sekarang keluarga tidak tahu sakitnya apa. Selama tiga bulan perawatan itu pun tidak diberi tahu,” ujar Sri Puji Astuti. (silahkan klik ? http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/05/03230421/menkes.lapor.ke.jalur.yang.benar).

  • bukanirwan? says:

    Ada ada aja RS Omni…
    Yup, kita punya pelajaran penting. Jangan mengirim email ke sembarang orang, bahkan teman sendiri pun jadi biang kerok. Hanya ada satu kata, “Beuh !!”.

  • ANWAR_SY says:

    gw aja yang di kalimantan dengernye ngeri…….
    Dah TUTUP AJA RS OMNI !!
    Ooiiiii….. dokter RS Omni punya telinga gak sih lu..
    Tapi jaksa penuntut umumnya dapat sesuatu kali yaaa !!

  • pecundang kid says:

    what the FUCK!!!

    hanya gara-gara masalh sepele aja pake di penjara? hakimnya tolol!!

    OMNI shit fuck!!

    klo salah ya akuin dengan gentle dunkz, bukannya malah cari-cari kesalahan baru buat di limpahin ke orang laen!!! OMNI ngerasa nama baik di cemarkan ? trus gimana nasib prita yang dipenjara apa ga malu juga? sama2 pencemaran nama baik tuh……mana nieh keadilan di negeri ini?

  • rakhmat suryanto says:

    ya oleh karena itu kita harus hati-hati…

  • jojo says:

    KITA SEMUA HARUS MENDUKUNG IBU PRITA, KARENA RS OMNI MEMANG TIDAK MEMUASKAN PELAYANANNYA. BIAR PELAJARAN UNTUK RS YANG LAIN YANG ADA DI INDONESIA. MASIH BANYAK RS YANG MINIM PELAYANANNYA. TIDAK MEMUASKAN DAN MALPRAKTEK…. HIDUP IBU PRITA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    FUCK YOU OMNI……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

  • Carlitos says:

    PECAT !!!! DIREKSI OMNI INTERNASIONAL !!!!!
    SIAP TEMPUR MELAWAN RS.OMNI INTERNASIONAL

  • nadira says:

    saya warga negara perancis keturunan 100% indonesia, sekarang saya bekerja di salah satu badan internasional di paris. sangat betul… citra indonesia makin bertambah buruk untuk eropa. banyak masyarakat eropa tidak percaya lagi terhadap indonesia, baik dari ekonomi, hukum, pariwisata dll. kasus RS OMNI menjadi bahan perbicaraan & olok2 di eropa.

  • Randy says:

    Kalau menurut saya berarti Manajemen RS Omni Int… and hakim ketua sidangnya sama2 bego gak tau teknologi alias sama2 GAPTEK. internet itu PUSAT INFORMASI DUNIA. Siapapun bebas menulis artikel. yang namanya informasi internet kok di sidang??? di komplain kok malah nuntut??? seharusnya kalau di komplain itu evaluasi, bukannya nuntut. Kalau gitu mah malah pamer GAPTEK. Presiden aja mau di komplain

  • Heru says:

    ternyata melebar kemana-mana ya?…secara gak langsung seluruh rakyat Indonesia di rugikan dong..

  • slamety sun says:

    try try

  • Fendy says:

    Waduh.. Jd tkut nih mau mengkritik puskesmas d desaku.
    udahlah, ini hrus jd pljarn utk smua plyanan publik di negeri tercinta. Soalna nama harum INDONESIA taruhanya.
    Tul ga?

  • Jijik says:

    Kasus Prita ini sudah dibela oleh 3 Capres (SBY,Mega,JK) kalo masih mental juga kita beri tepuk tangan sama OMNI dan fulusnya…..percuma Capres punya kekayaan Milyaran kalo masih kalah sama OMNI

  • Buyungupik says:

    kasus prita vs omni international hospital ini memang lagi hot-hotnya sekarang, berkenaan dengan UU-ITR yang seperti mas rendy bering ada unsur ‘karet’.

    Pendapat saya pribadi sebagai blogger, dan seorang rakyat jelata sih :

    Sebenarnya dari pihak ibu prita ini hanya menyuarakan suara seorang rakyat jelat, dan seorang pasien. perlu digarisbawahi di sini konteksnya sebagai rakyat dan pasie, bukan seorang politikus atau musuh komersil omni. Jadi selama tindakan ibu prita tidak merugikan pihak omni yang tidak ada salahnya.

    Nah masalahnya di sini kan pihak OMNI jelas dirugikan dengan adanya pemberitaan negatif tentang RS mereka yang tersebar ramai seiring naiknya rating berita Prita VS Omni ini. Sebenernya kalo dari segi RS saya pikir mereka tidak punya banyak pilihan selain melindungi nama baik mereka ( sebab di sini ibu prita menyebut jelas nama dokter, dan judul email nya ‘RS omni penipu’), so tuntutan hukum pun dilayangkan (mungkin cukup disayangkan pihak Omni mengambil opsi ini dibandingkan, pendekatan secara kekeluargaan).

    So basicly kedua pihak ada benar dan ada salahnya, tidak bisa diputuskan secara hitam putih mana yang benar dan mana yang salah.

    In conclusion, kalo menurut saya di sini dibutuhkan kebesaran hati dari masing2 pihak untuk mau menerima perdamaian masalah ini. Yah memang kalo kita liat trend sekarang posisi bu Prita sudah di atas angin karena mendapat dukungan SIMPATI rakyat, sebuah dukungan yang bahkan lebih kuat dari dukungan seorang anggota DPR sekalipun..so mau kan mereka berbesar hati? yang diatas jangan sombong, yang dibawah jangan mau ditindas.

  • RUYUNG says:

    MANAJEMEN RS OMNI INTERNATIONAL PADA KENYATAANYA DIJABAT OLEH ORANG-ORANG YANG SANGAT BUSUK DAN MERASA MEMILIKI KEKUATAN UANG UNTUK MENUNJUKAN AROGANSI DAN KEKUASAAN MEREKA, DAN MEREKA MELAKUKANNYA DENGAN BERBAGAI CARA TERMASUK DENGAN DALIH HUKUM.

    PADAHAL MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG SANGAT BODOH DAN TOLOL, SEMUA YANG MEREKA LAKUKAN TERNYATA ADALAH MENGGALI KUBURAN MEREKA SENDIRI. SALAH SATU CONTOHNYA ADALAH BISNIS RUMAH SAKIT MEREKA MENJADI TIDAK LAKU, TETAPI MEREKA JUSTRU BERBANGGA HATI KARENA AROGANSI KEKUASAAN MEREKA BERHASIL MEMPERALAT APARAT HUKUM.

    TERKUTUKLAH KALIAN SEMUA YANG MENJABAT MANAJEMEN RS OMNI INTERNATIONAL !

  • abdul says:

    rendy yang dlu smp1 cilegon ??
    Kuliah Di ITB ?
    REn Ane azis Masih ingt Dlu yang Di jombang kali
    REn Dimna Sekarang

Leave a Reply