June 29th, 2008

Jangan ke Starbucks BIP, Managernya Kasar Terhadap Pelanggan!

Sesuai dengan judul, sebetulnya saya berat menuliskan hal ini, tetapi apa boleh buat, karena saya suka dengan Starbucks, maka saya menuliskan kisah ini, demi kebaikan Starbucks Indonesia.

Pagi ini, (29/6/08) ada acara bebersih Bandung dari Batagor.net yang mengambil starting point di Starbucks BIP, dengan pemikiran bahwa di acara bebersih Bandung silam, Starbucks Bandung juga turut berpartisipasi dalam acara bebersih Bandung ini.

Ketika acara telah dimulai dan blogger sedang mengitari BIP memungut sampah, saya dan beberapa orang teman dari Jogja yang baru saja sampai di Bandung, duduk di teras depan Starbucks BIP sambil menunggu blogger yang sedang memungut sampah sampai satu putaran BIP, lalu akan beranjak ke Taman Balai Kota Bandung.

Saya sambil sarapan hot dog dari Hypermart saat itu, karena waktu masih menunjukkan pukul sembilan pagi, ketika selesai sarapan, tiba tiba ada seorang pria dengan kulit hitam dan rambut yang agak cepak datang ke kami, pria tersebut menggunakan seragam dari Starbucks, sambil menghisap rokok pria tersebut menghardik kami.

“Kamu Kamu ngapain pada duduk disini? Ini tempat saya, Kalau ngga beli apa-apa disini, jangan duduk duduk, ini Buat pelanggan saja!” Sahut Pria Jelek tersebut kearah kami ber empat.

Teman saya menjawab, “Kami dari Batagor.net sedang ada acara bebersih Bandung jilid 5, sedang menunggu blogger lain, baru beranjak ke Balai kota”

“Ya tapi ini tempat saya, kamu ga boleh duduk disini kalo ga beli apa apa, disini khusus pelanggan saja, kamu bisa baca ini tulisan ini kan” dengan nada teriakan yang kasar pria yang diketahui bernama Nanda tersebut menghardik kearah saya, dan ketiga teman saya yang sedang duduk disana.

Akhirnya saya bilang, “Ok, nanti kamu tunggu saja teman saya, yang akan menjelaskan sedang apa kami disini” Sambil saya menyelesaikan kunyahan makanan yang belum selesai semua.

Memang kami belum memesan, karena sejak pagi tadi memang Starbucks belum buka, dan ketika orang tersebut datang Starbucks BIP memang baru buka, padahal tadi niatan saya ketika starbucks BIP buka, dan setelah selesai sarapan, saya ingin memesan caramel machiato yang biasa saya pesan di Starbucks Ciwalk.

Tak lama kemudian, Aki Herry datang, dan menjelaskan duduk perkaranya, seorang teman saya yang lain bilang, padahal mereka berdua saling kenal, tetapi tetap saja pria yang mengaku manager Starbucks BIP tersebut yang bernama Nanda tetap menghardik Aki Herry, yang akhirnya kami mengalah dengan meminta Jaka memesan sebuah minuman.

Ternyata Starbucks memiliki budaya yang jelek, apabila tidak membeli maka akan diusir dengan kasar, atau tidak digubris sama sekali bukan ditawari membeli minuman dengan ramah, contoh sederhananya adalah ketika mereka (Aki Herry dan Jaka) meminta nomor telepon seorang staff Starbucks BIP, tidak dilayani dan tidak ditegur, karena tidak membeli.

Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya, dan Untuk Starbucks Indonesia, saya harap untuk memilih store manager, harap menseleksi orang dengan lebih ketat lagi, tidak baik untuk menghardik calon pembeli, saya penggemar starbucks, terus terang kecewa berat terhadap tindakan manager starbucks BIP yang bernama Nanda itu, yang tentunya menghancurkan bayangan yang ada dalam benak saya terhadap nyamannya pelayanan Starbucks, dan keunikan sistem Starbucks yang menjadikan karyawannya sebagai mitra.

Tentu saja setelah Jaka memesan sebuah minuman, saya meminta kepada Jaka, Aki Herry dan teman teman agar segera meninggalkan Starbucks BIP dengan nada agak keras “Ayo kita jangan lama-lama disini, tempatnya ga enak, pelayanannya ga sopan, managernya kasar, lain kali ga usah kesini lagi!”

Dan tentunya saya tidak jadi memesan caramel machiato yang tadi saya idamkan, buat apa beli di Starbucks BIP? nanti dimaki maki lagi? bahkan setelah memaki maki tidak sama sekali meminta maaf. Kalau pesan dimanja-manja, kalau minuman sudah habis diusir-usir sambil dimaki? tentu saja saya malu sekali terhadap kedua tamu dari Jogja tersebut, dimana keramahan orang Bandung? Kok bisa orang seperti itu jadi Store Manager Starbucks BIP?

151 Responses to “Jangan ke Starbucks BIP, Managernya Kasar Terhadap Pelanggan!”

Pages: « 1 2 [3] 4 »

  1. 72
    Adham Somantrie Says:

    Starbucks kan tidak hanya jual produk berbentuk minuman, apa sih yang membedakan starbucks dengan produk sejenis lain?

    pelayanan! dan itu yang tidak didapatkan oleh rendy kemarin.

  2. 73
    arizane Says:

    alhamdulillah starbucks di tangerang(summarecon mall serpong) baik2 manajernya, walau belum mesen mereka menawari kami yg sedang hotspot..

    starbuck di sarinah pun juga..

    aduh mw coba ah di BIP..

  3. 74
    hanny Says:

    hmm, kalau di starbucks bogor dan dateng malem-malem, saya dan kawan-kawan malah suka dikasih komplimen kue-kue hehehe :D padahal kadang yang datang bertujuh, yang pesan cuma dua orang. udah gitu nongkrongnya berjam-jam pula :D

    turut prihatin kalau mendapat perlakuan yang kurang baik di starbucks BIP, semoga kunjungannya lain kali lebih menyenangkan :)

  4. 75
    kuncung Says:

    @rendy

    Ok deh, nama saya Anto Suprapto. So?

    Yang jelas, pendapat saya ttg. tulisan Anda tidak berubah, sepaham dengan beberapa komentator lain bahwa Anda terkesan childish, kacangan dengan melakukan generalisasi gebyah-uyah seperti itu.

    Ya itu hak Anda sih memang mau ngomong apapun. Tapi jangan salah, bahwa apa yang Anda tulis di media blog public seperti ini bisa menjadi cermin bagaimana Anda yang sebenarnya.

    Saya lihat Anda masih muda, mungkin darah muda yang gampang panas boleh jadi penyebabnya. Semoga dengan bertambahnya usia maka kematangan diri Anda juga semakin dewasa.

    All in all, it is your right to file a complaint or protest as a customer, but do it right and elegant as we … Indonesian, merdeka!

  5. 76
    nengyuke Says:

    Ya namanya orang kecewa, ya wajar klo dia ngasih peringatan sama temen temennya..

    Ini juga bisa jadi pelajaran buat Sbux, customer kan Raja.. sudah sepantasnya dilayani..

    Ya sudah pindah saja tempatnyaaaa, ke yang lebih murah dan lebih ramah pelayanan nya..

    *sabar ya ren..*

  6. 77
    Aki Herry Says:

    @all,
    Salam kenal.
    Dengan tidak mengurangi hormat saya, dan berbaik sangka, perkenankan saya mengajak semua untuk mengakhiri komentar disini.
    Saya, Herry Constadi, mewakili teman- teman,baik di komunitas blogger bandung( karena kebetulan di acara kemarin menjadi penanggung- jawabnya) maupun juga teman- teman di Starbucks, dengan ini menyatakan bahwa masalah kemarin sudah selesai.
    Tidak ada pihak yang memang salah atau disalahkan. Tetapi hanya kesalah- fahaman saja.
    Saya pribadi sudah berbicara dengan pihak Starbucks yang diwakili oleh Mas Nanda.
    Mari kita jadikan hal ini sebagai introspeksi diri bagi kita semua.
    Saya dan Mas Nanda mohon maaf sekali kepada semua pihak atas hal yang tidak seharusnya terjadi.
    Wassalam,

    Herry Constadi,
    081-321-493-493

  7. 78
    lala Says:

    sayah juga suka caramel machiato tapi lebih suka caramel frappuccino… yuk ah… cari tempat baru… iyyuk..

  8. 79
    pebbie Says:

    Wuih.. gak mau deh ke starbucks BIP (pernah masuk juga nggak karena nggak doyan kopi). prefer milk to coffe.. :D

  9. 80
    tante angga Says:

    HAHHHHHHHHHHHHHHHHHAHAHAHAHAHAHA……………

    kemajuan…. kemajuannn…….

    tumben, si debe…. (untuk pertama kalinya),
    setuju ama gw, hahahahahahah…

    —————————– numpang lewat aja ah…. mas rend…

  10. 81
    Audi Says:

    Thanx sharingnya bro Rendy. Seperti bro keqi, gue coret Starbuck BIP dari daftar tempat tongkrongan gue.

    Tapi kalo Starbuck yang lain, kayaknya masih ok.

  11. 82
    rendy Says:

    @kuncung alias Anto Suprapto
    kalo nda suka mbaca tulisan di blog ini, ya nda usah komentar

  12. 83
    Bebersih Bandung Yuk | Zona Taruma Says:

    [...] (kecuali bozz Jaka, pernah ketemuan di WAC). Jam 8 teng, saya sudah nyampe di BIP. Di depan Starbucks BIP, saya lihat orang yang lagi putrat-potret (rajin sekali boz). Setelah menunggu lebih dari 1/2 jam [...]

  13. 84
    antonrifco Says:

    setuju sama pak Affan

    mending ngopi di kosan aja

    lebih murah, kurang manis bisa nambah gula
    kurang bisa nambah , hehe

    @rendy : jangan2 rekan kuncung ini anteknya duty manager di starbucks BIP eta, hohoho

  14. 85
    Anton Widjaja Says:

    Pengalaman saya mengelola resto tidak pernah mengusir tamu sekalipun hanya datang duduk ngobrol dengan temannya lalu pergi. bahkan serombongan pengurus partai H acap kali datang pagi pagi cuma pesan 1 teh botolan ngobrol berjam jam dan mengotori lantai dengan tanah liat dan abu rokok tidak pernah saya usir.

    Tapi memang pelayanan terhadap konsumen kurang bagus di sini. Minggu lalu saya pesan Black Raspberry di Dunkin Donuts Bandara Soekarno Hatta. Lalu setelah beberapa kunyahan saya baru sadar kalau isinya selai coklat. Ketika komplain petugas bernama Zainal Muklis mati matian bilang kalau yang namanya Black Raspberry itu memang coklat. Komplain ke DD Indonesia via e-mail sudah 2 kali nggak ditanggapi. Komplain ke DD Amerika juga nggak ditanggapi.

    kayaknya konsumendi sini bukannya raja.

  15. 86
    Oskar Syahbana Says:

    Kayaknya gara2 beungeut lo Ren… kalo nampang di starbuck bisa ancur image mereka huwahahahahaha.

    All joking aside, what’s wrong with capitalism? From wikipedia, “Capitalism is an economic system in which property is owned by either private individuals or a corporation.” Apa yg salah dengan itu?

    Malah kayaknya capitalism is the only way a man can fight his way from zero to hero, from rags to riches ;)

  16. 87
    Kalene Says:

    Anak kecil yah ngurusin hal hal kecil, Grow up man!

  17. 88
    meong Says:

    Klo qta gak suka sama kelakuan seseorang/oknum sampaikan saja langsung ke ybs, atw klo dia dari komunitas tertentu (dlm hal ini starb***k) sampaikan saja pada bosnya.
    Jika Anda ingin menulis opini ke publik, sampaikanlah dengan cara bijak dan tanpa tendensi apapun apalagi sampai bernada agak profokatif. Saya rasa kata2 anda seperti dibawah ini kurang appropriate dan wise.

    … Jangan ke Starbucks BIP …

    … Ternyata Starbucks memiliki budaya yang jelek, apabila tidak membeli maka akan diusir dengan kasar, atau …

    … Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya, dan Untuk Starbu…

    Hanya karena kelakuan 1 oknum bukan berarti kita harus membenci satu komunitas tho.. It’s not fair.

    #kuncung
    Klo anda ingin mengkritik mbok ya.. yang enak… gak perlu ada kata “kacangan” to… Klo begitu berarti anda gak konsisten sama apa yang anda bilang donk…

    Tindakan Anda untuk melayangkan protes sudah benar, tapi gaya penulisan Anda sangat …

  18. 89
    dobelden Says:

    pas duduk di kursinya setarbak saya ndak sempet baca tulisan ada larangan, setelah ditunjukin oleh mas menejernya dengan “baca ini dong say” lalu berlalu dengan merokok.. rasa kantuk yg rencana pengen di usir dengan kopi, hilang seketika. makasih mas menejer, dan jadi pesen setarbak pun saya jadi ndak ngantuk hehehe..

  19. 90
    eMo Says:

    pas dateng dan numpang duduk, M ga tau apa². kirain mang disitu dah disedian buat acara kita.. pas ada teguran ntu M baru deh nyadar. hehe tp kasusnya masih wajar kok, cuman masalah miskomunikesyen aja kali yaks.. baru kerasa aneh pas tau ternyata masih heboh gini,,:P dah ada konfirm dari Herry Constadi,via aki heri. dah clear kan?

    ===
    btw, nambahin aja [sbg saksi mata], tu mas nanda pas pertama negurnya masih sopan kok masih sempet “ada yg bisa saya bantu..” yg ga enaknya kalimat² abis ntu yg mayan bikin kita ‘melek’ lagi setelah perjalanan dr jogja he..

  20. 91
    Kalene Says:

    Wooi, udah siang!!! masih aja ngurusin nyang beginian. Hanya “orang kecil” yang ngurusin hal “kecil” . Mario Teguh say that.

  21. 92
    depok Says:

    Wew…. emang sih ada peraturan gak boleh bawa makanan dari luar, pernah dibilangin sama security starbucks thamrin, tapi yang gw salut waktu itu bilanginnya sopen banget sambil bisik-bisik ke gw supaya orang lain gak tau.

    Kayaknya yang di BIP managernya abis berantem sama istrinya di rumah kali :D :D :D

  22. 93
    sufehmi Says:

    Hanya karena kelakuan 1 oknum bukan berarti kita harus membenci satu komunitas tho.. It’s not fair.

    “Oknum”-nya kebetulan level MANAGER.

    Jadi saya kira respons dari Rendy sudah wajar.

    Apalagi jika kita mengingat Starbucks sebagai perusahaan kelas dunia. Wajar jika ekspektasi kita tinggi terhadap layanan customer servicenya.
    Ketika ternyata yang terjadi adalah 180 derajat kebalikannya, justru aneh jika tidak di respons seperti ini.

    Masih ingat kasus Forrer? Koh Fahmi protes soal tersebut di blognya; dan respons Forrer sangat bagus !

    Perusahaan lokal saja mampu me respons dengan sangat baik seperti itu. Memalukan jika Starbucks tidak bisa, paling tidak, menyamainya. Harusnya tentu adalah melebihi itu.

    Saya lumayan heran juga melihat berbagai respons yang “memaklumi” seperti ini.
    Kalau begitu sikap kita terhadap customer service yang buruk, maka jangan kaget jika kualitas customer service akan terus menurun. Cuma kita sendiri yang bisa disalahkan dalam kasus tersebut.

  23. 94
    Yessi Pratiwi Surya Budhi Says:

    Betul, Mas HS.
    Ganti topik yuk :)

    Selamat atas sidangnya Ren!
    Ditunggu traktirannya.

    Di Starbucks juga boleh banget :D

  24. 95
    Gilang Ramadhan dot net » Arsip Blog » Bebersih Bandung Deui Euy! Says:

    [...] sembilan pada pagi yang cerah saya sudah ada di lokasi ngumpul, yaitu di pelataran Starbucks BIP. Setelah menjemput Ndda, seorang teman yang selama 3 tahun ini saya kenal via mIRC, barulah saya [...]

  25. 96
    Mihael Ellinsworth Says:

    Ahhh…nggak enak nih jadinya. Ya sudah ! Begini :

    Dalam kasusnya, saya sebelumnya sudah membicarakan persoalan Starbucks dengan Mas Rendy Maulana. Setelah itu, saya me-redirect link posting ini ke Mas Nanda. Meminta untuk mengoreksi, lalu mencarikan jalan terbaik untuk pemecahan masalah ini.

    Mengapa saya bicara begini ? Karena (maaf) hanya Mas Rendy saja yang SEBENARNYA MENGAMBIL TINDAKAN SERIUS di sini. Bahwasannya baik dari pihak Batagor, Aki Herry, Bayu, sampai saya sendiri (sejauh yang saya tahu) tidak marah. Dan juga Starbucks Coffee patut saya hargai karena mereka menjunjung tinggi PERATURAN dalam kafe mereka.

    Jadi, tolong. Saya tekankan berulang – ulang bahwa jangan ada representasi negatif terhadap Starbucks dan tidak perlu ada permusuhan karena Nanda notabene adalah kawan bagi Batagor dan semua krunya.

    Terima kasih,
    ttd,
    Mohamad Jaka Prawira / Mihael Ellinsworth

  26. 97
    Mihael Ellinsworth Says:

    yah, intinya, seperti yang dikatakan semua orang, jangan membesar – besarkan masalah !!!!!!!!

    *Muak mode : ON*

  27. 98
    sufehmi Says:

    Untuk level Starbucks, ekspektasi saya adalah ditegur dengan cara seperti yang dibahas oleh depok.

    Lebih dari itu, apalagi langsung ditegur secara publik, maka saya anggap sudah merupakan pelecehan.

    Kepada anak saya saja yang masih kecil saya berusaha menghindari menegur mereka di depan umum. Saya berusaha memberi tahu mereka secara pribadi dulu. Berbisik-bisik, atau diberitahu ketika sedang tidak ada orang lain.
    Kalau kemudian masih tetap degil, ya konsekuensinya adalah ditegur di depan umum, dan mungkin jadi merasa malu karena itu.

    Kepada anak kecil saja kita perlu menghormati mereka. Apalagi terhadap orang dewasa. Apalagi calon / prospek / yang potensial menjadi customer kita.

  28. 99
    rendy Says:

    @sufehmi,
    bener pak, ekspektasi tersebutlah yang diharapan, karena saya pribadi belajar services lebih banyak mengacu ke kasus starbucks, maka dari itu saya kecewa terhadap perilaku salah seorang oknum tersebut, saya kemarin menunggu kehadiran nanda di acara makan malam bersama yang diadakan aki herry, namun tidak datang, saya pribadi sudah memaafkan nanda dalam hati, namun tetap saya memerlukan nanda untuk meminta maaf secara lisan, dan saya rekam untuk dipublish di blog ini, demi kepentingan bersama, dan memuaskan keingintahuan teman-teman wartawan yang membaca blog ini.

    @jaka
    untuk jaka sendiri memang nampak belum mengerti services business, karena ini masalah bukan dibahas dari sisi komunitas batagor.net melainkan dari pandangan saya pribadi terhadap apa yang saya alami. kebetulan saja dialami oleh saya dan tiga orang lain ketika acara batagor.net.

  29. 100
    childis Says:

    Bah, for a 20-year old, you’re such a childist man, loser. I can understand this if you do still stay with your parents (getting everything you want is just that simple), but if you don’t you should be ashamed of yourself, faggot.

  30. 101
    rah tu Says:

    CBS = Cerdas, Berbudaya, Sejahtera???
    Menyimak janji-janji kampanye cagub Cok Budi Suryawan (CBS) yang disarikan menjadi Cerdas, Berbudaya, Sejahtera, sangat jauh dari fakta-fakta yang ada selama CBS masih menjabat Bupati Gianyar. Jika CBS mengaku cerdas, maka hal itu bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjadi Bupati Gianyar ia lebih banyak dikendalikan investor dan tidak memiliki inovasi untuk mensejahterakan rakyat. Jika CBS mengaku berbudaya, sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjabat bupati, CBS justru tidak menjunjung Gianyar sebagai kota budaya. Ia sama sekali tidak berusaha membangun gedung kesenian, tetapi malah membangun lapangan sepak bola yang megah yang kemudian ternyata mangkrak. Begitu juga dengan Pembangunan gedung DPRD yang terletak di jantung Kota Budaya Gianyar, terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan nilai budaya, etika, tata ruang, dan ergonomi. Pembangunan Balai Budaya pun tidak sesuai konsep budaya Bali. Sedangkan pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika.
    Lalu, kalau mengaku Sejahtera, mari kita simak apa yang dilakukan CBS ketika menjadi bupati. Ia malah menyengsarakan masyarakat kecil dengan, misalnya, kerusakan subak dan tidak jelasnya ganti rugi tanah akibat kebijakannya LC waktu CBS jadi bupati. LC sepanjang jalan 20 km di Gianyar itu merusak 11 subak di 4 wilayah. Akibat LC itu juga, hingga kini ganti rugi / penukar tanah hak milik petani tidak jelas; hak milik petani jadi berkurang / hilang; letak/lokasi tanah pengganti hak milik petani tidak/kurang strategis (nilai ekonomis rendah); pemilik baru bermunculan pada lokasi strategis di depan jalan LC “20”. Pemilik semula (petani asal), pada dasarnya terlempar dari lokasi itu; muncul tanah “tanpa tuan”; petani (di hilir) mengalami kesulitan menggarap sawah-ladang karena sistem pengairan rusak; Pura Ulun Siwi tidak lagi memiliki pengempon / krama. Ini juga berarti budaya warisan leluhur menjadi hancur karena penanganan LC semerawut; muncul permukiman di luar sistem; kamtibmas terganggu (konflik antar banjar/desa merebak). Pendek kata, bukan mensejahterakan, sebaliknya menyengsarakan rakyat.

    Hal-hal lain yang pantas dicatat adalah:

    1. Pada masa kepemimpinan CBS muncul proyek terminal Kota Gianyar yang mangkrak, sehingga investasi tidur bertahun-tahun. Padahal investasi itu menggunakan uang rakyat;

    2. Pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika;

    3. Stage Sidan dibangun untuk menjadi sekadar “pemanis” terhadap kesenjangan Gianyar Timur dan Gianyar Barat (Ubud dan sekitarnya). Termasuk RPH mangkrak merupakan janji kosong bagi Gianyar Timur.

    4. Satu-satunya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Gianyar Timur hanyalah Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Temesi yang overload dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Jadi, selama kepemimpinan CBS, masyarakat Gianyar Timur hanya bisa “menikmati” sampah.

    Sekarang baru menjadi kandidat gubernur menjanjikan rakyat 10.000 rumah. Nah subak yang mana akan dihancurkan, lahan pertanian yang mana akan dikorbankan?
    Apakah hal-hal tersebut di atas bukan jargon CBS: Cok Bobog Sajan!!

  31. 102
    oRiDo™ Says:

    wah.. rame juga nih…
    ampe aku baca satu2 komentar nya…

    klo menurut aku sih..
    saling introspeksi aja..
    gak ada asap klo gak ada api..

    sanes kitu lain?
    mangga atuh di teraskeun..
    :)

  32. 103
    TmT Says:

    Halah segitunya sakit hati…
    zikir euyy…

  33. 104
    tante angga Says:

    GANTI TOPIK!

    GANTI TOPIK!!!

    haaaaaaaaaaaaaaaaaa mas rendyyyyy
    ganti topik dong,,,, bosen.

  34. 105
    Edwin Says:

    KOMENTAR KESERATUSSS!

  35. 106
    mr.cappuccino Says:

    saya br baca buku the starbucks experience, dan memang, filosofi starbucks sangat jauh dr pengalaman yg anda alami diatas. sayang sekali, ini bs mencemarkan nama baik starbucks. kalo ketahuan starbucks central pasti lgsung dipecat tuh manajer.

    oya, slm kenal dr dunia cappuccino. kalo sempat mampir ya mas rendy :)

  36. 107
    Biho Says:

    Kritikan memang sangat perlu, mengapa orang2 jadi meyerang bos rendy ya? (resiko bos tabah aja :D )

  37. 108
    sufehmi Says:

    @Biho – saya juga bingung melihatnya. Apakah karena kita sudah terbiasa dengan customer service yang buruk ? Sehingga jadi cuek saja dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.
    .
    Satu variasi lainnya yang juga tidak kalah (atau lebih ekstrim lagi) adalah customer abuse.
    Salah satu contohnya bisa dibaca disini
    .
    Selama kedua hal tersebut masih terus terjadi, akan sulit bagi kita untuk bisa mendapatkan customer service yang bagus di Indonesia

  38. 109
    roberto Says:

    Bos Rendy,

    PHP Extension “pdo_mysql” ama “iconv” di qwords di-load dong… mo nginstall Magento (http://www.magentocommerce.com/) nih. :D

    *boleh dong ikutan komplen, hihihiii…*

  39. 110
    Arif Says:

    Pernah mengalami kejadian yang mirip, aku setuju ma tindakan Rendy.jika dibiarkan bisa jadi penyakit menular yg gnas tuh budaya service yg jelek.

  40. 111
    bananatehpisang Says:

    ngemengin paan si ? :culangcileung

    untung gw kaga suka sbux,kolbux,btalk atau usaha sejenis yang lagi musim di indonesia.. lebi bae warung bandrex.. ^^

Pages: « 1 2 [3] 4 »

Leave a Reply