Jangan ke Starbucks BIP, Managernya Kasar Terhadap Pelanggan!

Posted June 29th @ 2:52 pm by rendy

Sesuai dengan judul, sebetulnya saya berat menuliskan hal ini, tetapi apa boleh buat, karena saya suka dengan Starbucks, maka saya menuliskan kisah ini, demi kebaikan Starbucks Indonesia.

Pagi ini, (29/6/08) ada acara bebersih Bandung dari Batagor.net yang mengambil starting point di Starbucks BIP, dengan pemikiran bahwa di acara bebersih Bandung silam, Starbucks Bandung juga turut berpartisipasi dalam acara bebersih Bandung ini.

Ketika acara telah dimulai dan blogger sedang mengitari BIP memungut sampah, saya dan beberapa orang teman dari Jogja yang baru saja sampai di Bandung, duduk di teras depan Starbucks BIP sambil menunggu blogger yang sedang memungut sampah sampai satu putaran BIP, lalu akan beranjak ke Taman Balai Kota Bandung.

Saya sambil sarapan hot dog dari Hypermart saat itu, karena waktu masih menunjukkan pukul sembilan pagi, ketika selesai sarapan, tiba tiba ada seorang pria dengan kulit hitam dan rambut yang agak cepak datang ke kami, pria tersebut menggunakan seragam dari Starbucks, sambil menghisap rokok pria tersebut menghardik kami.

“Kamu Kamu ngapain pada duduk disini? Ini tempat saya, Kalau ngga beli apa-apa disini, jangan duduk duduk, ini Buat pelanggan saja!” Sahut Pria Jelek tersebut kearah kami ber empat.

Teman saya menjawab, “Kami dari Batagor.net sedang ada acara bebersih Bandung jilid 5, sedang menunggu blogger lain, baru beranjak ke Balai kota”

“Ya tapi ini tempat saya, kamu ga boleh duduk disini kalo ga beli apa apa, disini khusus pelanggan saja, kamu bisa baca ini tulisan ini kan” dengan nada teriakan yang kasar pria yang diketahui bernama Nanda tersebut menghardik kearah saya, dan ketiga teman saya yang sedang duduk disana.

Akhirnya saya bilang, “Ok, nanti kamu tunggu saja teman saya, yang akan menjelaskan sedang apa kami disini” Sambil saya menyelesaikan kunyahan makanan yang belum selesai semua.

Memang kami belum memesan, karena sejak pagi tadi memang Starbucks belum buka, dan ketika orang tersebut datang Starbucks BIP memang baru buka, padahal tadi niatan saya ketika starbucks BIP buka, dan setelah selesai sarapan, saya ingin memesan caramel machiato yang biasa saya pesan di Starbucks Ciwalk.

Tak lama kemudian, Aki Herry datang, dan menjelaskan duduk perkaranya, seorang teman saya yang lain bilang, padahal mereka berdua saling kenal, tetapi tetap saja pria yang mengaku manager Starbucks BIP tersebut yang bernama Nanda tetap menghardik Aki Herry, yang akhirnya kami mengalah dengan meminta Jaka memesan sebuah minuman.

Ternyata Starbucks memiliki budaya yang jelek, apabila tidak membeli maka akan diusir dengan kasar, atau tidak digubris sama sekali bukan ditawari membeli minuman dengan ramah, contoh sederhananya adalah ketika mereka (Aki Herry dan Jaka) meminta nomor telepon seorang staff Starbucks BIP, tidak dilayani dan tidak ditegur, karena tidak membeli.

Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya, dan Untuk Starbucks Indonesia, saya harap untuk memilih store manager, harap menseleksi orang dengan lebih ketat lagi, tidak baik untuk menghardik calon pembeli, saya penggemar starbucks, terus terang kecewa berat terhadap tindakan manager starbucks BIP yang bernama Nanda itu, yang tentunya menghancurkan bayangan yang ada dalam benak saya terhadap nyamannya pelayanan Starbucks, dan keunikan sistem Starbucks yang menjadikan karyawannya sebagai mitra.

Tentu saja setelah Jaka memesan sebuah minuman, saya meminta kepada Jaka, Aki Herry dan teman teman agar segera meninggalkan Starbucks BIP dengan nada agak keras “Ayo kita jangan lama-lama disini, tempatnya ga enak, pelayanannya ga sopan, managernya kasar, lain kali ga usah kesini lagi!”

Dan tentunya saya tidak jadi memesan caramel machiato yang tadi saya idamkan, buat apa beli di Starbucks BIP? nanti dimaki maki lagi? bahkan setelah memaki maki tidak sama sekali meminta maaf. Kalau pesan dimanja-manja, kalau minuman sudah habis diusir-usir sambil dimaki? tentu saja saya malu sekali terhadap kedua tamu dari Jogja tersebut, dimana keramahan orang Bandung? Kok bisa orang seperti itu jadi Store Manager Starbucks BIP?


Bloggers Best Choice Hosting

8 Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: .::judul terpopuler : bebersih bandung jilid 5 (maen statistik dikit ah…)::. - bagusrully.com on June 29, 2008
  2. Pingback: Bandung Bersih bersama Kopdar Batagor ke -5 « Bayu Hebat on June 29, 2008
  3. Pingback: Fauzan’s Blog - Ipod Shuffle on June 29, 2008
  4. Pingback: Bebersih Bandung Yuk | Zona Taruma on June 30, 2008
  5. Pingback: Gilang Ramadhan dot net » Arsip Blog » Bebersih Bandung Deui Euy! on July 1, 2008
  6. Pingback: bayuhebat.net » Blog Archive » Bebersih Bandung bersama Kopdar Batagor ke - 5 (Update last V= 22 Review + 2 koran + 3 Photo) on July 28, 2008
  7. Pingback: Bebersih Bandung bersama Kopdar Batagor ke - 5 (Update last V= 22 Review + 2 koran + 3 Photo) | Bayu Hebat on July 29, 2008
  8. Pingback: Bayu Hebat on August 29, 2008

134 Comments

  1. dodi
    June 29, 2008 at 15:00

    STARSUCKS EMANG BUCKS!

  2. zaki
    June 29, 2008 at 15:02

    wah..starbuck harus pake virtual public relation nih…suruh kontak daqi.com ren…ha..ha..

  3. Nenda Fadhilah
    June 29, 2008 at 15:06

    Gw biasanya nyelusup di Stabucks, temen gw yang ngopi gw dengan tenang minum susu yang gratisan. lol

  4. Belutz
    June 29, 2008 at 15:07

    4 kali nongkrong di Starbucks CiWalk, cuma beli segelas kopi lalu duduk disana sambil online sekitar 2 jam lebih, ngga pernah diusir.

    Si Starbucks Thamrin juga ngga pernah diusir.

    Memang salah milih store manager aja mungkin?

    *bukan membela starbucks*

  5. Nenda Fadhilah
    June 29, 2008 at 15:12

    Setuju ama @Belutz.
    Seumur-umur gw di Starbucks enggak pernah diusir. Gw pernah nongkrong sendirian di Starbucks SMSerpong selama 2 jam sampai gw keluar sendiri (kira2) enggak beli apa2 tapi enggak diusir tuh.

  6. rendy
    June 29, 2008 at 15:16

    @semua diatas,
    memang gw rasa store managernya yang kurang ajar, musti diganti..
    gw sebagai orang yang sering ke starbucks, ngerasa aneh, si Nanda itu marah marah, terus temen gw akhirnya yang beli, eh tetep marah marah juga sama temen temen gw yang laen..

    padahal dulunya pernah kerja sama, sama salah seorang temen gw, yang ada disana… brengsek tu orang, minta maaf aja nggag..

  7. Affan
    June 29, 2008 at 15:20

    Makanya jangan ngopi di starbucks, mahal pulak, mending bikin kopi sendiri aja kayak gw, caranya :

    - ambil 1 cangkir
    - masukkan 3 sendok teh gula ke dalam cangkir
    - masukkan 1 sendok teh kopi nescafe ke dalam cangkir
    - masukkan 3 sendok teh krimer ke dalam cangkir
    - isi cangkir dgn air hangat, kacau rata

    Asli ini enak banget… sedaps….

  8. Okto Silaban
    June 29, 2008 at 15:23

    Pelajaran tuh buat technical support dan sales support di QWords, Ren.. ;)

    Seringkali kita harus jadi pelanggan, biar kita sadar bagaimana harusnya memperlakukan konsumen produk kita..

    Btw, bukannya ada anggota Batagor yang kenal sama si Nanda itu, kok tetap kasar ya?? Kelewatan memang tu orang.

  9. Mohammad
    June 29, 2008 at 15:27

    http://www.starbucks.com/customer/contact_forms.asp?nav=3m

    Selama pengaduannya ga sampe ke atas ya akan terus seperti itu.

  10. rendy
    June 29, 2008 at 15:34

    @affan, lagi kepengen sbux, tp urung, ga enak ma suasananya
    @okto, yup, tengkyuw, kita akan training lagi, kalo ada unek2 soal Qwords.com boleh disampaikan ke rendy@Qwords.co.id
    @MDAMT, sudah dimasukkan :) tengkyu… kayaknya malem ke sbux pvj sekalian belanja…

  11. mr.bambang
    June 29, 2008 at 15:36

    Bikin warung kopi sendiri aja…. * gak fokus *

  12. Ben
    June 29, 2008 at 15:58

    mau langsung ditanggapi? coba kirim juga surat pembaca ke ‘media tendangan’ ;)

  13. rendy
    June 29, 2008 at 15:58

    @starbucks customer, masalahnya bukan dengan Nanda pribadi, saya tidak kenal nanda, saya hanya tahu orang itu manager starbucks BIP, yang belakangan saya diberitahu oleh waitress Starbucks BIP bahwa orang tersebut bernama Nanda.

    Beliau berbicara dengan bahasa yang kasar sekali sambil merokok dan berkacak pinggang, sambil mengusir kami, bukan menawari membeli minuman, atau minimal menawari membeli minuman dengan baik.

    Karena Nanda menghardik saya dan teman teman, tentu saya tidak memahami apa maksud dibalik orang yang bertugas sebagai manager itu datang tiba tiba dan memarahi kami,

    Ini hanya ditujukan kepada posisi manager starbucks BIP, bukan starbucks BIP keseluruhan,

    Seorang teman saya telah membeli produk dari Starbucks, namun tetap manager tersebut memaki.

    demikian penjelasannya, dan saya tidak suka dengan komentar anonymous

  14. rendy
    June 29, 2008 at 16:00

    @Benceh, gw ga berharap starbucks ngasi apa2 ma gw, gw hanya ingin manager starbucks tersebut minta maaf sama seluruh teman teman gw termasuk gw, yang saat itu dimaki maki sama dia.

    Termasuk meminta maaf langsung kepada kedua teman gw yang baru datang dari Jogja, 11 Jam berdiri naik kereta yang kondisi mereka masih amat capai.

  15. Ben
    June 29, 2008 at 16:08

    ren, ditanggapi kan tdk selalu “ngasi apa2″.. :P

  16. rendy
    June 29, 2008 at 16:09

    @benceh, iya kalo ditanggapi, kalo nggak?

  17. tante angga
    June 29, 2008 at 16:34

    pertama,,,,,,,,,
    harusnya sebelum pundung ama mas Nanda itu, kita intropeksi dulu…
    sebelum masuk ke ‘rumah’ orang,,, permisi dulu gitu loh mas rendy,,,
    emang yah, pas kita dateng, starbucks belom buka, tapi begitu ada ‘tanda-tanda kehidupan’ disana,,, kita minta izin dulu ajah gitu lohh mas,,,
    coba kalo berbalik situasi, kita sebagai pegawai starbucksnya:

    mungkin mikir:
    “hahhh,, itu banyak orang banget ngumpul,,,, mau demo apa yah?? lohh kok duduk-duduk disitu,,, kan ada bacaannya BUKAN RUANG TUNGGU,,,?”
    ato Mas Nanda Yang Terhormat itu mikir…
    “mati gue mati gue,,, imej kite bisa luntur tuh kalo ada orang-orang itu, gak mesen nggak apa… disitu,,, mending gw usir ajahh…”
    intinya KOMUNIKASI.
    coba kalo pegawai starbucks ato Mas Nanda Yang Terhormat itu tau kalo kita sebenernya mau beli juga.
    coba kalo kita bilang kita mo beli.
    coba kalo dia tau kita itu sebenernya nggak lama duduk disitu…

    Kedua,,,,
    emang itu Mas Nanda Yang Terhormat,,, gak sopan banget yah? seakan-akan kita gak mampu beli kopi Starbucks (emang, heheheh) dan seakan-akan kita ini gembel… negor orang, sambil ngisep rokok,,, kalo gw disana, gw kasih pelajaran etika kesopanan… (hayyyyyahhh, abis itu gw kabur ketakutan,,,, gw kan gak bisa marah-marah)

    Ketiga,
    sabar yah mass… jangan pundungannn…. hushhushhh (ngipas-ngipas pake kipas sate)

    Keempat,,,
    WAWWWW STARBUCKS COSTUMER:
    pintar itu ada batasnya, bodoh itu tak terbatas….
    keren,,, cool,,, dan modern banget ucapannya,,,
    jadi bingung,,,
    disini siapa yang pintar,,,
    siapa yang bodoh….
    what a say…

    diluar semua itu, ada ungkapan yang bagus banget,,,
    berbahasa yang baik itu tidak dibeli,,,,
    jadi, marilah kita semua berkepala dingin, berbahasa yang baik… semoga menjadi ibroh….

  18. amen
    June 29, 2008 at 16:35

    ya minimal dapet payung & mug lah. masa minta maaf doang

  19. Andi
    June 29, 2008 at 16:36

    Minta maaf aja koq susah ya.. Sepertinya sekarang jadi barang langka niih.

    *ngelus-ngelus dada*

    Mudah-mudahan cepet selesai urusannya, Ren.. ;)

  20. kuncung
    June 29, 2008 at 16:37

    Ini harusnya cuma masalah Anda dengan si manager toh?

    Kenapa harus Anda tulis “budaya kapitalis” lalu menyinggung tentang “pulangkan Sbux ke negari asalnya”?

    Apa maksudnya coba? Jelas Anda cuma melakukan generalisasi kacangan :)

    Sorry, jangan marah, cuma kritik terhadap tulisan Anda.

    Tindakan Anda untuk melayangkan protes sudah benar, tapi gaya penulisan Anda sangat menyedihkan … kacangan.

  21. tante angga
    June 29, 2008 at 16:38

    STARBUCKS COSTUMER….

    aduhhhh,,,
    kalo semua-semua dipikirin cuma: UNTUNG RUGI-UNTUNG RUGInya aja,,,,

    “Sadarkah anda bahwa tindakan ini bisa merugikan Sturbucks BIP?”

    aduhhhhhhhhhhhhhhh,,, kapan dongg… pelanggan bisa memberikan protes/ ketidaksukaannya??? soalnya, kalo ada yang protes,,, pasti dehhh RUGI………….

  22. tante angga
    June 29, 2008 at 16:40

    yahhh, mungkin mas kuncung…..

    kalo mas rendy, mau ngobrol ato mikirin sama saya ato batagoris yang lain,,,,

    mungkin tulisan/protesnya gak akan kacangan, tapi… ‘kuncungan’… hahahahahah…

  23. fauzanalfi
    June 29, 2008 at 16:44

    bener2 emang parah …
    yang bikin ga enak di hati itu nada dan gaya pembicaraan itu loh!
    c Aki oge sependapat …
    apalagi dia pernah ikut acara kita …
    n.b. : ditunggu surat yg dikirim ke korannya …

  24. Bimas
    June 29, 2008 at 16:45

    @starbucks customer
    Kalau perusahaan ga mau rugi, maka layani pelanggan dengan baik. That is business. Adalah hak setiap pelanggan untuk complain atas layanan yang diterimanya. Kebetulan aja bang rendy ini blogger, maka ditulis di blog. Jadi akan lebih baik kalau anda juga tidak mengeneralisir blogger. Kalau saya sendiri justru akan menulis hal ini di pikiran pembaca surat kabar harian. Dan itu adalah hak konsumen. Jadi sah2 aja menurut saya.

  25. rendy
    June 29, 2008 at 16:50

    @Kuncung,
    budaya kapitalis memang membuat manusia menjadi robot, yang tidak melihat sopan santun…

    semisal memang tidak boleh, ya tinggal datang dan bilang dengan sopan saja, semisal nyuruh beli, kan ga perlu dengan membentak bentak

    orang gw mo beli kopinya buat nyuci mulut… eh malah dimaki maki…

  26. rendy
    June 29, 2008 at 16:51

    si starbucks customer dan si kuncung itu kayaknya orang starbucks… anonymous… dan pake data palsu…

  27. Bagus Rully
    June 29, 2008 at 17:08

    tadi sih saya liat terjadi negosiasi alot (lebay… ha ha ha…) antara Aki Heri sama orang tegap gitu…
    sampei segitunya ternyata…

    enakan kopi ABC mocha…. ha ha ha……

  28. joko supriyanto
    June 29, 2008 at 17:32

    asah golok ren
    kipas kipas :d

  29. azyu
    June 29, 2008 at 17:37

    Lain kali bikin aja kopi tubruk.Lebih mak nyuss

  30. revvi
    June 29, 2008 at 17:43

    @rendy: kalo gw sih jarang beli kopi di starbucks, soalnya mahal. abis itu kayaknya wifi-nya gak semua StarBucks ada. Kalo di sekitar kantor gw sih banyak yang lebih murah dan gratis wifi hehe:)

  31. bayuhebat
    June 29, 2008 at 18:04

    @ starbucks customer

    saya kira komplain itu hak pelanggan. mau misuh2 yah emang pelanggan mau gimana lagi. saya tidak mengerti akan ditanggapi seperti apa. cuman kalo seorang pelanggan kecewa berarti anda kehilangan aset anda yang paling berharga.

    jujur saja saya ngerasa gak enak ngeliatnya. memang kita memakai tempat orang tapi itu emang temapat yang diperuntukan untuk setiap orang yang ada disana. contohnya kalo kita mampir ke Mall gak beli barang apa saya juga harus minta izin dengan pemiliknya?

  32. Anis
    June 29, 2008 at 18:13

    Sama dgn yg lain, aku juga heran ada pegawai Starbucks bisa sekasar itu. Tumben banget, gak sesuai budaya mereka. Dan kalian kan tidak bertampang orang gak sanggup beli kopi di situ kan?

  33. ikez
    June 29, 2008 at 18:27

    wah wah, jaman dulu anak2 blog Bandung sukanya nyusu (habis maen bola) di Jl. Japati depan Telkom. Jaman sekarang anak2 blog minumnya Starbucks euy. Susu murni di situ td yang jelas bukan produk kapitalis lhoh! heheh. ikut prihatin deh, brur.

  34. keqi
    June 29, 2008 at 18:31

    *coret starbucks BIP dari daftar tempat nongkrong*

  35. isman
    June 29, 2008 at 18:33

    Pertama, bisa jadi memang lingkungan BIP itu berbeda dengan Starbucks lainnya. Saya perhatikan memang di situ banyak sekali orang yang sekadar menongkrong. Dan bisa jadi sering di antara mereka yang curi-curi nongkrong di Starbucks BIP. Lantas saat diperlakukan dengan sopan malah tidak mempan. (Sekadar bahas kemungkinan.) Sehingga Nanda yang konon manajer ini jadinya terbiasa untuk bertindak ala preman.

    Kedua, walaupun begitu, tetap saja tidak baik sebuah usaha melayani (calon) pelanggannya dengan cara kasar. Apalagi usaha yang sudah memiliki nama atau citra untuk dijaga.

  36. rani!
    June 29, 2008 at 18:45

    karena nila setitik, rusak susu sebelanga…
    ckckckckckck…

  37. Mihael Ellinsworth
    June 29, 2008 at 18:45

    “Orang itu” ya ? :D

    Kalau orang itu, yang tahu benar kelakuan aslinya hanya 2 orang. Bapak Kuncoro dan (mungkin) saya. :D Kalau kalian tahu, mungkin. Saya nggak maksa kalian tahu. :D

    Kalau, kita melihat dari sisi yang sebelahnya (Dari perspektif manajer), saya setuju dengan Tante Angga. In fact, sebenarnya saya yang enggak becus, tho ? Tempat orang dipakai - pakai. Lagian sebenarnya itu, semenjak awal saya sudah lihat “papan pengumuman” itu, dan bodohnya, saya nggak ngasih tahu kalian.

    Secara tidak langsung, sayalah yang salah. :D

    Kedua, saya kayaknya mirip sufi colongan yang sukanya ngasih nasihat ke orang nggak jelas. Tapi :

    “Sudah berapa orang yang kita perlakukan sama seperti perlakuan manajer Starbucks ke dia (Rendy ini) ?”

    Biarlah ini menjadi sentilan kepada kita semua. Oh, ya. Saya…nggak akan melarang orang berbuat apapun. :D

  38. Aki Herry
    June 29, 2008 at 19:03

    Maap maap, oot dulu ah,
    Poto2na dah mulai ta’ aplotnya….
    di flickr, tagna rumahkayubekas kopdar

  39. emi_zahra
    June 29, 2008 at 19:16

    @ tante & bayu
    hehe…kita jadi buru2 kaboer dari sana + bawa kaos menuju balai kota…(nampak aki lagi di dalam starbucks)

    btw…kita ga akan mengeneralisir bahwa pelayanan starbuck sepenuhnya sperti itu…mungkin di tempat lain selain BIP kita dapati ada yang berprilaku sperti store manager tsb…atau bisa saja pelayannya…atau bahkan costumer starbuck yang marah2 krn ada lalat di kopinyah…

    tapi bertindak kasar sperti itu memang bukan pembenaran terhadap sebuah peneguran…padahal yang bersangkutan sedang membawa citra starbuck di mata orang2 banyak…adakalanya memang klo terbawa emosi, reaksi apapun keluar…tp dengan tidak meminta maaf itu sebuah keterlaluan yang ga bisa ditolerir…maka dari itu, itikad baik mas rendy dalam menyampaikan tulisannya di atas, adalah sebuah pembenahan kepada service custumer starbuck…

  40. gullit
    June 29, 2008 at 19:26

    Emang bener cara managernya ga sopan, tapi bego bgt seh, jelas bgt lah, klo ga mesen apa2 ya kita ga boleh seenaknye duduk2 disono donk. This is a common thing everywhere around the world, klo ga mesen ya bakal diusir, cara ngusirnya aja kli ye yg beda. Trus, anda terlalu generalisir keadaan, dr tulisan anda, asumsi yg anda buat adalah franchise starbucks di indonesia pemiliknya cuma seorang doank. Bisa aje starbucks BIP milik seorang yg mgmtnya emang rada sucks dan menyimpang dr kriteria yg ada. Jd knp harus pulangin starbucks ke negara asalnya ? Dr yg saya liat, pola pikir anda belon begitu matang dan terhasut oleh emosi sesaat saat menulis blog. Btw klo anda pernah tinggal di negara non-kapitalis macam uni-soviet sebelon pecah, anda bakal sadar klo budaya kapitalis jauh lebih baik. Lagian, apa hubungannya kapitalisme sama masalah ini ! (jauh bgt kalee)

  41. Mihael Ellinsworth
    June 29, 2008 at 19:47

    Hei, hei, tuan yang berada di atas saya. Sebelum anda merasa pantas berbicara begitu, pikirkanlah kata - kata saya di atas. Ini bukanlah kesalahan siapapun. Hanyalah sentilan apabila kita ini hanyalah manusia biasa. Tenanglah. ;)

  42. ak
    June 29, 2008 at 20:11

    Wah kayaknya bakal ada Store Manager yang dipecat nih. Yah memang aneh sih kalau untuk toko sekelas Starbucks bisa langsung membentak-bentak calon pelanggan. Setidaknya ya ditawari dulu dengan sopan, apakah mau pesan atau tidak? Rasanya akan win-win solution untuk semuanya.

  43. kuncung
    June 29, 2008 at 20:17

    @rendy

    Jangan cuma karena emosi lalu Anda membuat generalisasi kacangan seperti di atas (menyinggung budaya kapitalis, pulangkan sbux ke negeri asalnya), karena tentu dan jelas sekali ngga semua starbucks memiliki perlakuan seperti yang Anda alami di atas.

    Itu inti kritikan saya terhadap gaya penulisan Anda.

    Nothing more, nothing less.

  44. benjo
    June 29, 2008 at 20:24

    lagi mens kali tu mas nanda…..

    kekekekekekk…….

  45. rendy
    June 29, 2008 at 20:41

    @kuncung
    no anonymous please

  46. Bagus Rully
    June 29, 2008 at 20:50

    he he he…. mirip propaganda….

    besok masuk suara pembaca ga nih di PR…???

  47. Dedhi
    June 29, 2008 at 21:03

    Walau cara penyampaian teguran oleh store managernya terdengar kasar dari tulisan anda, tapi anda sebetulnya sudah melanggar 2 hal yang sudah menjadi aturan umum tempat jajanan :
    1. mengkonsumsi makanan dari luar. Mungkin kalau di kantin kampus ini biasa saja, tapi di usaha jajanan komersial biasanya sudah jelas, no food/drink from outside of this premise.
    2. mengambil tempat di property milik orang lain yang jelas bukan ruang publik, tanpa ijin atau tanpa transaksi dengan pemilik ruang tersebut. Space yang ada di tempat usaha tersebut disewa dan dibayarkan oleh pengusahanya untuk konsumennya, bukan untuk digunakan bebas oleh publik.

    Lagian komentar ini kok childish sekali yah :”Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya,”

  48. t4rum4
    June 29, 2008 at 21:03

    Jangan gelut pokoknya.. :D

  49. chatoer
    June 29, 2008 at 21:04

    hmm side story dari bebersih bandung jilid 5, tadi sempat liat ribut2 di Starbucks, tp saya gak tau masalahnya apa

    oya saya ingat nanda itu pernah ikut acara batagor, di taman lansia kalo gak salah, which is Starbucks jadi salah satu sponsor

    Pelajaran hari ini yang dapat dipetik adalah : ETIKA !

  50. rendy
    June 29, 2008 at 21:12

    @putra & dedhi, coba baca postingan detail dan komentarnya deh, disana tercantum kronologisnya

  51. antown
    June 29, 2008 at 22:42

    kasian atuh kang herry. udah bangun pagi-pagi terima sms dari kita yang dari jakarta eh masih juga kena semprot sama starbucks. Gila kali ya itu orang. pingin laku nggak perlu sampe segitunya kalee.

    Tapi hari ini saya justru senang bgt, bisa main ke Bandung dan dapat gratisan yang seru abis!!

  52. antown
    June 29, 2008 at 22:52

    @akiherry: mana kang belom saya temukan tuh update foto kopdarnya?

  53. Supir Bemo
    June 29, 2008 at 23:05

    Ren, dipublish aja IPnya Starbucks customer, gullit, dan Putra Sinatra… atau anonimus2 lain

    kali-kali aja ada teman yang mau berpartisipasi untuk melakukan “sesuatu”…

  54. OP
    June 30, 2008 at 00:53

    Sebagai mantan orang yang pernah berkecimpung di dunia service (pelayanan jasa) gw pikir gak seharusnya si Bapak Nanda langsung negor orang dengan nada tinggi.
    Hmm… kayaknya perlu ikut training di SQC tuh Bapak Nanda.

    Silakan hubungi http://www.sqcentre.com at least gw dapet manfaat banyak tuh ikut SQC.

    Pissss Ahhh !!

  55. ambar
    June 30, 2008 at 03:52

    …Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya, dan Untuk Starbucks Indonesia..

    Rendy, saya ngg setuju ini disampaikan disini. Kapitalis atau tidak bukan isu utama. Yang ingin dikemukakan adalah bentuk services bukan masalah asal mula starbuck. Kenapa bukan itu saja yang dibahas? Well, terlalu kemana-mana malah ngga fokus.

    *nggataumaksudnyabudayakapitalisituapa

  56. azmee
    June 30, 2008 at 04:04

    kenapa ga boleh generalisir?
    Orang itu memakai seragam starbucks, jadi artinya dia adl starbucks representative dan represent imagenya starbucks.
    Jadi terima kasih kepada Nanda yg sudah memperlihatkan sikap starbucks dengan sangat jelas.
    Hari gini masih mo nongkrong di warung kopi sejuta umat?
    Mending juga ke Kopi Luwak :)

  57. kuncung
    June 30, 2008 at 04:46

    @rendy

    So what kalau anonymous? Kalau nama saya tulis Andy, Susan, Herman, Ujang apa bedanya?

    Atau mesti menulis nomor ktp? masukin foto?

    Atau harus memiliki web/blog untuk bisa menulis komentar di sini?

    Atau harus ketemuan dulu dengan Anda?

    Gak perlu lah sampai sebegitunya. Kritikan saya jelas sekali apa yang saya maksudkan. Toh itu juga input-an yang baik buat Anda. Lain hal-nya kalau Anda tidak tahan kritikan.

  58. rendy
    June 30, 2008 at 05:08

    @kuncung,
    anonymous merupakan tindakan ciken, karena tidak dapat dipertanggung jawabkan

  59. Tedy
    June 30, 2008 at 06:34

    jadi yang bagus gmn ya cara ngusir orang yang cuma numpang duduk di tempat kita jualan?

  60. Mihael Ellinsworth
    June 30, 2008 at 07:42

    OK. Sampai sini saya sudah melihat apabila kebanyakan orang banyak yang pro dan ada juga yang kontra.

    Tetapi dari yang saya lihat, ada yang salah; Bahwa saat di dalam Cafe Starbucks tidak ada orang yang berbicara dengan nada tinggi. Dan tidak ada orang yang secara eksplisit menampakkan kemarahannya. Jadi, cukup jelas. Representasi kalian, para komentator, ada yang mesti diubah.

    Sekian. Dan kenapa saya berbicara di sini ? Karena saya adalah salah satu saksinya. :D

  61. John
    June 30, 2008 at 08:27

    Well seperti nya itu manager nya masi perlu di training soal customer service yg baik dan benar

  62. wadiyo
    June 30, 2008 at 09:03

    mungkin saja job des-nya seperti itu,
    jadinya orang itu bertindak sesuai jobdes-nya.

    dan jika memang kita tidak suka tindakan-nya,
    ‘kan masih ada alternatif yang lain,
    cari tempat yang lebih bagus,
    atau bila ingin yang murah meriah, cari aja warung kopi
    yang dekat taman yang ada hotspot-nya,
    atau kantin kampus yang ada hotspotnya,hehehe

  63. Gage Batubara
    June 30, 2008 at 11:06

    Untung saya belum pernah ke Starbuck BIP.
    Kalo di Starbuck Bogor, saya dilayani dengan baik sekali dan sudah dianggap regular customer.

  64. Koen
    June 30, 2008 at 11:09

    Don’t sweat the small stuff, men :). Namanya juga kita lagi belajar bikin networking, internetworking, buat kegiatan2 kita yang akan lebih besar dan lebih besar lagi. Friksi2 gini diselesaikan sendiri lah, nggak perlu dibawa ke mana2. Kesannya orang Bandung tidak bisa menyelesaikan masalah2nya sendiri :).
    Sorry, aku ogah jadi penengah kemarin. Aku sekilas lihat bukan soal besar sih. Dan entah dari mana, kepalaku nyeri luar biasa seharian :).

  65. Koen
    June 30, 2008 at 11:10

    @Gage: Sbux Bogor di mana sih? Harus ke sana nih. Belum punya mug Bogor soalnya :)

  66. Yudha
    June 30, 2008 at 11:12

    Yah namanya juga manusia ada salah ada benar
    Gak semua Manager Star bak kayak gitu, dan gak semua pelanggan star bak kayak Rendy …
    gak semua penjahat itu jahat , gak semua orang baik itu baik
    gak semua blgger itu …
    gak semua orang itu …
    gak semua …
    gak deh

  67. Koen
    June 30, 2008 at 11:14

    @Jaka: Yang aku tahu, Nanda orangnya OK sekali. Mungkin kemarin bukan hari baik buat kita semua, jadi terjadi friksi2 yang tak perlu.

  68. agah
    June 30, 2008 at 11:52

    di warung makan sayah mah, mau nongkrong atau cingogo ge teu nanaon, dijamin gratis

    hehehe

    NB : moga manajernya tobat setelah ditegor, jangan sampe dipecat, karunya ortu, sodara, dan anak isrinya euy

  69. Adham Somantrie
    June 30, 2008 at 12:26

    Starbucks kan tidak hanya jual produk berbentuk minuman, apa sih yang membedakan starbucks dengan produk sejenis lain?

    pelayanan! dan itu yang tidak didapatkan oleh rendy kemarin.

  70. arizane
    June 30, 2008 at 12:36

    alhamdulillah starbucks di tangerang(summarecon mall serpong) baik2 manajernya, walau belum mesen mereka menawari kami yg sedang hotspot..

    starbuck di sarinah pun juga..

    aduh mw coba ah di BIP..

  71. hanny
    June 30, 2008 at 13:35

    hmm, kalau di starbucks bogor dan dateng malem-malem, saya dan kawan-kawan malah suka dikasih komplimen kue-kue hehehe :D padahal kadang yang datang bertujuh, yang pesan cuma dua orang. udah gitu nongkrongnya berjam-jam pula :D

    turut prihatin kalau mendapat perlakuan yang kurang baik di starbucks BIP, semoga kunjungannya lain kali lebih menyenangkan :)

  72. kuncung
    June 30, 2008 at 13:44

    @rendy

    Ok deh, nama saya Anto Suprapto. So?

    Yang jelas, pendapat saya ttg. tulisan Anda tidak berubah, sepaham dengan beberapa komentator lain bahwa Anda terkesan childish, kacangan dengan melakukan generalisasi gebyah-uyah seperti itu.

    Ya itu hak Anda sih memang mau ngomong apapun. Tapi jangan salah, bahwa apa yang Anda tulis di media blog public seperti ini bisa menjadi cermin bagaimana Anda yang sebenarnya.

    Saya lihat Anda masih muda, mungkin darah muda yang gampang panas boleh jadi penyebabnya. Semoga dengan bertambahnya usia maka kematangan diri Anda juga semakin dewasa.

    All in all, it is your right to file a complaint or protest as a customer, but do it right and elegant as we … Indonesian, merdeka!

  73. nengyuke
    June 30, 2008 at 13:49

    Ya namanya orang kecewa, ya wajar klo dia ngasih peringatan sama temen temennya..

    Ini juga bisa jadi pelajaran buat Sbux, customer kan Raja.. sudah sepantasnya dilayani..

    Ya sudah pindah saja tempatnyaaaa, ke yang lebih murah dan lebih ramah pelayanan nya..

    *sabar ya ren..*

  74. Aki Herry
    June 30, 2008 at 14:18

    @all,
    Salam kenal.
    Dengan tidak mengurangi hormat saya, dan berbaik sangka, perkenankan saya mengajak semua untuk mengakhiri komentar disini.
    Saya, Herry Constadi, mewakili teman- teman,baik di komunitas blogger bandung( karena kebetulan di acara kemarin menjadi penanggung- jawabnya) maupun juga teman- teman di Starbucks, dengan ini menyatakan bahwa masalah kemarin sudah selesai.
    Tidak ada pihak yang memang salah atau disalahkan. Tetapi hanya kesalah- fahaman saja.
    Saya pribadi sudah berbicara dengan pihak Starbucks yang diwakili oleh Mas Nanda.
    Mari kita jadikan hal ini sebagai introspeksi diri bagi kita semua.
    Saya dan Mas Nanda mohon maaf sekali kepada semua pihak atas hal yang tidak seharusnya terjadi.
    Wassalam,

    Herry Constadi,
    081-321-493-493

  75. lala
    June 30, 2008 at 15:24

    sayah juga suka caramel machiato tapi lebih suka caramel frappuccino… yuk ah… cari tempat baru… iyyuk..

  76. pebbie
    June 30, 2008 at 16:43

    Wuih.. gak mau deh ke starbucks BIP (pernah masuk juga nggak karena nggak doyan kopi). prefer milk to coffe.. :D

  77. tante angga
    June 30, 2008 at 17:04

    HAHHHHHHHHHHHHHHHHHAHAHAHAHAHAHA……………

    kemajuan…. kemajuannn…….

    tumben, si debe…. (untuk pertama kalinya),
    setuju ama gw, hahahahahahah…

    —————————– numpang lewat aja ah…. mas rend…

  78. Audi
    June 30, 2008 at 17:54

    Thanx sharingnya bro Rendy. Seperti bro keqi, gue coret Starbuck BIP dari daftar tempat tongkrongan gue.

    Tapi kalo Starbuck yang lain, kayaknya masih ok.

  79. rendy
    June 30, 2008 at 18:14

    @kuncung alias Anto Suprapto
    kalo nda suka mbaca tulisan di blog ini, ya nda usah komentar

  80. antonrifco
    June 30, 2008 at 21:12

    setuju sama pak Affan

    mending ngopi di kosan aja

    lebih murah, kurang manis bisa nambah gula
    kurang bisa nambah , hehe

    @rendy : jangan2 rekan kuncung ini anteknya duty manager di starbucks BIP eta, hohoho

  81. Anton Widjaja
    June 30, 2008 at 22:38

    Pengalaman saya mengelola resto tidak pernah mengusir tamu sekalipun hanya datang duduk ngobrol dengan temannya lalu pergi. bahkan serombongan pengurus partai H acap kali datang pagi pagi cuma pesan 1 teh botolan ngobrol berjam jam dan mengotori lantai dengan tanah liat dan abu rokok tidak pernah saya usir.

    Tapi memang pelayanan terhadap konsumen kurang bagus di sini. Minggu lalu saya pesan Black Raspberry di Dunkin Donuts Bandara Soekarno Hatta. Lalu setelah beberapa kunyahan saya baru sadar kalau isinya selai coklat. Ketika komplain petugas bernama Zainal Muklis mati matian bilang kalau yang namanya Black Raspberry itu memang coklat. Komplain ke DD Indonesia via e-mail sudah 2 kali nggak ditanggapi. Komplain ke DD Amerika juga nggak ditanggapi.

    kayaknya konsumendi sini bukannya raja.

  82. Oskar Syahbana
    July 1, 2008 at 01:32

    Kayaknya gara2 beungeut lo Ren… kalo nampang di starbuck bisa ancur image mereka huwahahahahaha.

    All joking aside, what’s wrong with capitalism? From wikipedia, “Capitalism is an economic system in which property is owned by either private individuals or a corporation.” Apa yg salah dengan itu?

    Malah kayaknya capitalism is the only way a man can fight his way from zero to hero, from rags to riches ;)

  83. Kalene
    July 1, 2008 at 05:50

    Anak kecil yah ngurusin hal hal kecil, Grow up man!

  84. meong
    July 1, 2008 at 09:23

    Klo qta gak suka sama kelakuan seseorang/oknum sampaikan saja langsung ke ybs, atw klo dia dari komunitas tertentu (dlm hal ini starb***k) sampaikan saja pada bosnya.
    Jika Anda ingin menulis opini ke publik, sampaikanlah dengan cara bijak dan tanpa tendensi apapun apalagi sampai bernada agak profokatif. Saya rasa kata2 anda seperti dibawah ini kurang appropriate dan wise.

    … Jangan ke Starbucks BIP …

    … Ternyata Starbucks memiliki budaya yang jelek, apabila tidak membeli maka akan diusir dengan kasar, atau …

    … Ah Budaya Kapitalis yang amat tidak baik, pulangkan saja Starbucks ke negeri asalnya, dan Untuk Starbu…

    Hanya karena kelakuan 1 oknum bukan berarti kita harus membenci satu komunitas tho.. It’s not fair.

    #kuncung
    Klo anda ingin mengkritik mbok ya.. yang enak… gak perlu ada kata “kacangan” to… Klo begitu berarti anda gak konsisten sama apa yang anda bilang donk…

    Tindakan Anda untuk melayangkan protes sudah benar, tapi gaya penulisan Anda sangat …

  85. dobelden
    July 1, 2008 at 09:57

    pas duduk di kursinya setarbak saya ndak sempet baca tulisan ada larangan, setelah ditunjukin oleh mas menejernya dengan “baca ini dong say” lalu berlalu dengan merokok.. rasa kantuk yg rencana pengen di usir dengan kopi, hilang seketika. makasih mas menejer, dan jadi pesen setarbak pun saya jadi ndak ngantuk hehehe..

  86. eMo
    July 1, 2008 at 10:18

    pas dateng dan numpang duduk, M ga tau apa². kirain mang disitu dah disedian buat acara kita.. pas ada teguran ntu M baru deh nyadar. hehe tp kasusnya masih wajar kok, cuman masalah miskomunikesyen aja kali yaks.. baru kerasa aneh pas tau ternyata masih heboh gini,,:P dah ada konfirm dari Herry Constadi,via aki heri. dah clear kan?

    ===
    btw, nambahin aja [sbg saksi mata], tu mas nanda pas pertama negurnya masih sopan kok masih sempet “ada yg bisa saya bantu..” yg ga enaknya kalimat² abis ntu yg mayan bikin kita ‘melek’ lagi setelah perjalanan dr jogja he..

  87. Kalene
    July 1, 2008 at 12:18

    Wooi, udah siang!!! masih aja ngurusin nyang beginian. Hanya “orang kecil” yang ngurusin hal “kecil” . Mario Teguh say that.

  88. depok
    July 1, 2008 at 13:22

    Wew…. emang sih ada peraturan gak boleh bawa makanan dari luar, pernah dibilangin sama security starbucks thamrin, tapi yang gw salut waktu itu bilanginnya sopen banget sambil bisik-bisik ke gw supaya orang lain gak tau.

    Kayaknya yang di BIP managernya abis berantem sama istrinya di rumah kali :D :D :D

  89. sufehmi
    July 1, 2008 at 13:33

    Hanya karena kelakuan 1 oknum bukan berarti kita harus membenci satu komunitas tho.. It’s not fair.

    “Oknum”-nya kebetulan level MANAGER.

    Jadi saya kira respons dari Rendy sudah wajar.

    Apalagi jika kita mengingat Starbucks sebagai perusahaan kelas dunia. Wajar jika ekspektasi kita tinggi terhadap layanan customer servicenya.
    Ketika ternyata yang terjadi adalah 180 derajat kebalikannya, justru aneh jika tidak di respons seperti ini.

    Masih ingat kasus Forrer? Koh Fahmi protes soal tersebut di blognya; dan respons Forrer sangat bagus !

    Perusahaan lokal saja mampu me respons dengan sangat baik seperti itu. Memalukan jika Starbucks tidak bisa, paling tidak, menyamainya. Harusnya tentu adalah melebihi itu.

    Saya lumayan heran juga melihat berbagai respons yang “memaklumi” seperti ini.
    Kalau begitu sikap kita terhadap customer service yang buruk, maka jangan kaget jika kualitas customer service akan terus menurun. Cuma kita sendiri yang bisa disalahkan dalam kasus tersebut.

  90. Yessi Pratiwi Surya Budhi
    July 1, 2008 at 14:25

    Betul, Mas HS.
    Ganti topik yuk :)

    Selamat atas sidangnya Ren!
    Ditunggu traktirannya.

    Di Starbucks juga boleh banget :D

  91. Mihael Ellinsworth
    July 1, 2008 at 17:56

    Ahhh…nggak enak nih jadinya. Ya sudah ! Begini :

    Dalam kasusnya, saya sebelumnya sudah membicarakan persoalan Starbucks dengan Mas Rendy Maulana. Setelah itu, saya me-redirect link posting ini ke Mas Nanda. Meminta untuk mengoreksi, lalu mencarikan jalan terbaik untuk pemecahan masalah ini.

    Mengapa saya bicara begini ? Karena (maaf) hanya Mas Rendy saja yang SEBENARNYA MENGAMBIL TINDAKAN SERIUS di sini. Bahwasannya baik dari pihak Batagor, Aki Herry, Bayu, sampai saya sendiri (sejauh yang saya tahu) tidak marah. Dan juga Starbucks Coffee patut saya hargai karena mereka menjunjung tinggi PERATURAN dalam kafe mereka.

    Jadi, tolong. Saya tekankan berulang - ulang bahwa jangan ada representasi negatif terhadap Starbucks dan tidak perlu ada permusuhan karena Nanda notabene adalah kawan bagi Batagor dan semua krunya.

    Terima kasih,
    ttd,
    Mohamad Jaka Prawira / Mihael Ellinsworth

  92. Mihael Ellinsworth
    July 1, 2008 at 17:59

    yah, intinya, seperti yang dikatakan semua orang, jangan membesar - besarkan masalah !!!!!!!!

    *Muak mode : ON*

  93. sufehmi
    July 2, 2008 at 04:23

    Untuk level Starbucks, ekspektasi saya adalah ditegur dengan cara seperti yang dibahas oleh depok.

    Lebih dari itu, apalagi langsung ditegur secara publik, maka saya anggap sudah merupakan pelecehan.

    Kepada anak saya saja yang masih kecil saya berusaha menghindari menegur mereka di depan umum. Saya berusaha memberi tahu mereka secara pribadi dulu. Berbisik-bisik, atau diberitahu ketika sedang tidak ada orang lain.
    Kalau kemudian masih tetap degil, ya konsekuensinya adalah ditegur di depan umum, dan mungkin jadi merasa malu karena itu.

    Kepada anak kecil saja kita perlu menghormati mereka. Apalagi terhadap orang dewasa. Apalagi calon / prospek / yang potensial menjadi customer kita.

  94. rendy
    July 2, 2008 at 07:02

    @sufehmi,
    bener pak, ekspektasi tersebutlah yang diharapan, karena saya pribadi belajar services lebih banyak mengacu ke kasus starbucks, maka dari itu saya kecewa terhadap perilaku salah seorang oknum tersebut, saya kemarin menunggu kehadiran nanda di acara makan malam bersama yang diadakan aki herry, namun tidak datang, saya pribadi sudah memaafkan nanda dalam hati, namun tetap saya memerlukan nanda untuk meminta maaf secara lisan, dan saya rekam untuk dipublish di blog ini, demi kepentingan bersama, dan memuaskan keingintahuan teman-teman wartawan yang membaca blog ini.

    @jaka
    untuk jaka sendiri memang nampak belum mengerti services business, karena ini masalah bukan dibahas dari sisi komunitas batagor.net melainkan dari pandangan saya pribadi terhadap apa yang saya alami. kebetulan saja dialami oleh saya dan tiga orang lain ketika acara batagor.net.

  95. childis
    July 2, 2008 at 12:41

    Bah, for a 20-year old, you’re such a childist man, loser. I can understand this if you do still stay with your parents (getting everything you want is just that simple), but if you don’t you should be ashamed of yourself, faggot.

  96. rah tu
    July 2, 2008 at 13:12

    CBS = Cerdas, Berbudaya, Sejahtera???
    Menyimak janji-janji kampanye cagub Cok Budi Suryawan (CBS) yang disarikan menjadi Cerdas, Berbudaya, Sejahtera, sangat jauh dari fakta-fakta yang ada selama CBS masih menjabat Bupati Gianyar. Jika CBS mengaku cerdas, maka hal itu bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjadi Bupati Gianyar ia lebih banyak dikendalikan investor dan tidak memiliki inovasi untuk mensejahterakan rakyat. Jika CBS mengaku berbudaya, sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa selama menjabat bupati, CBS justru tidak menjunjung Gianyar sebagai kota budaya. Ia sama sekali tidak berusaha membangun gedung kesenian, tetapi malah membangun lapangan sepak bola yang megah yang kemudian ternyata mangkrak. Begitu juga dengan Pembangunan gedung DPRD yang terletak di jantung Kota Budaya Gianyar, terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan nilai budaya, etika, tata ruang, dan ergonomi. Pembangunan Balai Budaya pun tidak sesuai konsep budaya Bali. Sedangkan pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika.
    Lalu, kalau mengaku Sejahtera, mari kita simak apa yang dilakukan CBS ketika menjadi bupati. Ia malah menyengsarakan masyarakat kecil dengan, misalnya, kerusakan subak dan tidak jelasnya ganti rugi tanah akibat kebijakannya LC waktu CBS jadi bupati. LC sepanjang jalan 20 km di Gianyar itu merusak 11 subak di 4 wilayah. Akibat LC itu juga, hingga kini ganti rugi / penukar tanah hak milik petani tidak jelas; hak milik petani jadi berkurang / hilang; letak/lokasi tanah pengganti hak milik petani tidak/kurang strategis (nilai ekonomis rendah); pemilik baru bermunculan pada lokasi strategis di depan jalan LC “20”. Pemilik semula (petani asal), pada dasarnya terlempar dari lokasi itu; muncul tanah “tanpa tuan”; petani (di hilir) mengalami kesulitan menggarap sawah-ladang karena sistem pengairan rusak; Pura Ulun Siwi tidak lagi memiliki pengempon / krama. Ini juga berarti budaya warisan leluhur menjadi hancur karena penanganan LC semerawut; muncul permukiman di luar sistem; kamtibmas terganggu (konflik antar banjar/desa merebak). Pendek kata, bukan mensejahterakan, sebaliknya menyengsarakan rakyat.

    Hal-hal lain yang pantas dicatat adalah:

    1. Pada masa kepemimpinan CBS muncul proyek terminal Kota Gianyar yang mangkrak, sehingga investasi tidur bertahun-tahun. Padahal investasi itu menggunakan uang rakyat;

    2. Pembangunan pusat pertokoan berlantai 3 yang mematikan perekonomian rakyat dan merusak tatanan budaya dan etika;

    3. Stage Sidan dibangun untuk menjadi sekadar “pemanis” terhadap kesenjangan Gianyar Timur dan Gianyar Barat (Ubud dan sekitarnya). Termasuk RPH mangkrak merupakan janji kosong bagi Gianyar Timur.

    4. Satu-satunya yang bisa dinikmati oleh masyarakat Gianyar Timur hanyalah Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Temesi yang overload dan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Jadi, selama kepemimpinan CBS, masyarakat Gianyar Timur hanya bisa “menikmati” sampah.

    Sekarang baru menjadi kandidat gubernur menjanjikan rakyat 10.000 rumah. Nah subak yang mana akan dihancurkan, lahan pertanian yang mana akan dikorbankan?
    Apakah hal-hal tersebut di atas bukan jargon CBS: Cok Bobog Sajan!!

  97. oRiDo™
    July 2, 2008 at 14:16

    wah.. rame juga nih…
    ampe aku baca satu2 komentar nya…

    klo menurut aku sih..
    saling introspeksi aja..
    gak ada asap klo gak ada api..

    sanes kitu lain?
    mangga atuh di teraskeun..
    :)

  98. TmT
    July 2, 2008 at 14:46

    Halah segitunya sakit hati…
    zikir euyy…

  99. tante angga
    July 2, 2008 at 17:30

    GANTI TOPIK!

    GANTI TOPIK!!!

    haaaaaaaaaaaaaaaaaa mas rendyyyyy
    ganti topik dong,,,, bosen.

  100. Edwin
    July 2, 2008 at 18:16

    KOMENTAR KESERATUSSS!

  101. mr.cappuccino
    July 3, 2008 at 04:42

    saya br baca buku the starbucks experience, dan memang, filosofi starbucks sangat jauh dr pengalaman yg anda alami diatas. sayang sekali, ini bs mencemarkan nama baik starbucks. kalo ketahuan starbucks central pasti lgsung dipecat tuh manajer.

    oya, slm kenal dr dunia cappuccino. kalo sempat mampir ya mas rendy :)

  102. Biho
    July 3, 2008 at 07:46

    Kritikan memang sangat perlu, mengapa orang2 jadi meyerang bos rendy ya? (resiko bos tabah aja :D )

  103. sufehmi
    July 3, 2008 at 18:51

    @Biho - saya juga bingung melihatnya. Apakah karena kita sudah terbiasa dengan customer service yang buruk ? Sehingga jadi cuek saja dengan perlakuan yang tidak sewajarnya.
    .
    Satu variasi lainnya yang juga tidak kalah (atau lebih ekstrim lagi) adalah customer abuse.
    Salah satu contohnya bisa dibaca disini
    .
    Selama kedua hal tersebut masih terus terjadi, akan sulit bagi kita untuk bisa mendapatkan customer service yang bagus di Indonesia

  104. roberto
    July 6, 2008 at 00:37

    Bos Rendy,

    PHP Extension “pdo_mysql” ama “iconv” di qwords di-load dong… mo nginstall Magento (http://www.magentocommerce.com/) nih. :D

    *boleh dong ikutan komplen, hihihiii…*

  105. Arif
    July 7, 2008 at 11:08

    Pernah mengalami kejadian yang mirip, aku setuju ma tindakan Rendy.jika dibiarkan bisa jadi penyakit menular yg gnas tuh budaya service yg jelek.

  106. bananatehpisang
    July 15, 2008 at 05:24

    ngemengin paan si ? :culangcileung

    untung gw kaga suka sbux,kolbux,btalk atau usaha sejenis yang lagi musim di indonesia.. lebi bae warung bandrex.. ^^

  107. Seorang Pemalas
    July 15, 2008 at 10:20

    Waaah saya juga suka caramel machiato

  108. dito yudistira
    July 15, 2008 at 18:47

    Kalo emang kenyataannya starbucks kaya gitu..jelas ada misscontrol dari pihak franchisornya.setahu saya dari yang saya baca dari bukunya michelli,the starbucks experience.bagi satrbucks,kenyamanan dan service pelanggan adalah nomer satu.bahkan pernah ada seorang pelanggan di USA sana suatu hari dateng ke starbucks dengan muka sedih.lalu salah satu barista (peracik kopi) dateng dan menanyakan kenapa hari ini kok agak sedikit beda…si perempuan menjawab bahwa dia baru saja ditinggal pergi oleh kekasihnya.dan apa yg dilakukan barista tsb :”kami ikut bersedih untuk anda..maka kopi anda kami gratiskan untuk hari ini.”
    wowww…seharusnya empati seperti itu yang perlu dijunjung tinggi oleh pihak starbucks BIP.bukannya malah lakuin hal bodoh yang dampak lebih jauhnya bisa merusak citra gerai starbucksnya di mata customer.masukin aja mas di pikiran rakyat,biar jadi koreksi oleh frnchiseenya.

    Salam kenal mas!Blognya mantap..blog saya baru seminggu umurnya..hihi ,masih imut.kapan2 maen ke blog saya ya! :)

  109. Jerry Galiano
    July 16, 2008 at 04:44

    Stil a lot of thing more important than discus about this, let’s thing bout it again coz this is a lesson for all of us so in the future we know how handle it..

  110. GICMAFICIONADO
    July 16, 2008 at 18:05

    Sayang ya … padahal demen banget ama Starbucks terutama caramel machiato … Sama nih …
    Malah gue ada blog mengenai starbucks…
    http://grandeicecaramelmachiato.blogspot.com/

  111. Adi
    July 17, 2008 at 15:15

    Mas rendy, yg terhormat
    Tolong, didalam Starbucks BIP itu bkn cuma ada Nanda…
    kasian dong sm yg lainnya..tar mrk kena imbasnya padahal mgkn yg lain sdh menjlnkan Servicenya dgn baik..atau mgkn suruh org dateng aja ke Starbucks BIP dan lihat apakah servicenya sama dgn apa yg Nanda berikan….

    Mas Kuncung
    org starbucks atau bkn, anda berhak memberikan pendapat, toh kalo memang benar anda org Starbucks, sdh sepantasnya anda membela tempat kerja anda bukan?

  112. aBuY
    July 20, 2008 at 09:30

    dmn mna jga kLo gag bLi mah gkan bleh diem dstu kaLi ,,,

    Loe nya ajah yang kga tau peraturan yang ada ,,

    mKanya bca dunkz tulisan yang ada di atas meja nTuh ,,,

    kga bsa bhs inggris yah ,,,,,

    bLjar dunkz ,,,

    harvad msih di buka ko ,,

  113. capunk
    July 22, 2008 at 15:51

    Yo wis mas rendy, semoga ini menjadi pelajaran buat teman-teman lainnya, baik itu yg menjadi pembeli atau penjual. Semoga sukses juga Qwords.com nya …..

  114. jacko
    July 22, 2008 at 15:59

    Kayaknya, buat jadi manajer starbuck mantan calo angkot, preman, ato yang sejenis juga bisa. Kayak manajer yang di BIP itu lho…

  115. jacko
    July 22, 2008 at 16:03

    Buat aBUY, udah lulus TK apa belum. Ngomong aja nggak lancar, nyuruh orang belajar bahasa inggris. aBuy…aBuy…hari gini ada orang kaya elu….

  116. Jauhari
    July 23, 2008 at 12:51

    Nanda oh nanda

  117. miko
    July 28, 2008 at 20:29

    yah, intinya emang saling menghargai aja sih.. hehehe (sori gw ikutan, mengenai starbucks soalnya)

    anyway, gw pernah ngerasain masing2 posisi

    1. orang yang sebenernya engga bermaksud macem2 tp semena2 dibentak2 ga jelas ama orang

    2. orang yang (terlepas dari caranya yang kurang ajar) intinya cuma bener2 serius ama kerjaannya

    yah moga2 buat mas rendy cepet2 ilang rasa sakit hatinya.. sabar ya mas, toh starbucks bukan di bip aja ..hehe

  118. miko
    July 28, 2008 at 20:39

    btw muat mas yudistira, bener bgt, emang starbucks experience ngelakuin itu..

    tp ya harap diingat, waktu itu si wanita itu sebenernya udah mau beli, tp karena sedih, digratisin (jd bukan sekedar karena dia sedih)

    dan please, masa sih mo nyamain starbucks di kita ama starbucks di amerika? udah beda lah… starbucks di amerika tuh pada intinya adalah warung kopi.. bukan ajang tebar “prestise minum kopi” di indonesia

    to be honest

  119. dodon
    July 29, 2008 at 16:26

    BANCI SIh emang judes…. Nanda jangan galak2 amat dong! inget dulu susah masuk starbvks! peace!

  120. Supermance
    July 30, 2008 at 09:11

    euleuh euleuh, meni rame pisan,,,

    perdamaian perdamaian *sambil nyanyi

    oh starbug,,,whoops, starbutt, whooooops, starbucks

    piss yo

  121. boys_room
    July 31, 2008 at 21:13

    nanda itu banci item

  122. buyungupik
    August 3, 2008 at 13:23

    wah keterlaluan amat F&B manager nya…turut berduka bro :)

  123. Starbucks holic
    August 3, 2008 at 15:27

    yah…
    kalem ajah mas rendy…

    jangan terlalu di bawa pusink…

    kalo mau kasih masukan ke starbucks bip…

    tapi dari pengalaman saya starbucks pvj and ciwalk bae2 ajah..

    mungkin cuman karena daerah bip…

    so stay cool.. keep smile.. piss yo..

  124. Berry
    August 3, 2008 at 19:06

    Makanya jangan Starbuck minded, masih banyak kopi Indonesia yang enak, kami diluar negeri tidak begitu hirau dengan Starbuck, bikin kopi sendiri lebih enak, Starbuck kan hanya budaya snob!

  125. heart_m
    August 5, 2008 at 10:28

    huh..klo gw ga mau repot!
    dimarahin ya marahin balik!
    mau nonjok ya duluan tonjok!
    daripada dendam dibelakang pake acara curhat begini mending kmrn dihajar lgsung aja..
    so ngopi ajak2 gw donk tp jgn lu anggap gw bodyguard,
    gw cuma ga demen liat org2 belagu..

  126. nowwayhome
    August 15, 2008 at 14:45

    wah parah bnr dah ntu starbucks ….. kalo kaga bisa manage orang mending tutup aja di indonesia …. n kayaknya ntu orang yg namanya nanda emang bnr2 kebangetan dah harus nya sesama orang indonesia saling memberikan pengertian bukannya malah memusuhi… mentang2 kerja di perusahaan milik asing gaya nya udah begitu ……

    sebagai bentuk rasa solidaritas sesama bloggers gwa posting artikel lau di blog gwa yach biar yg laen ikutan baca juga ^^ …

    Best and warm regards
    to all my friends bloggers specially on
    Republic Indonesian