“Mana mungkin hasilnya ngaco, komputer kan ga mungkin salah…”
Kayaknya perkataan diatas sering terdengar 4-5 tahun lalu, apalagi waktu saya masih SMU, setiap ujian diperiksa menggunakan LJK (Lembar Jawab Komputer) dengan alasan efisiensi waktu pemeriksaan dan juga meminimalisir “nilai kasih sayang” yang sering diberikan oleh Staff Pengajar waktu dulu, padahal yang ada malah merepotkan kedua belah pihak, karena harus memeriksa ulang lembar jawaban dua kali, karena ada beberapa jawaban yang ditandai dengan bintang akibat tidak terbaca, Old school style yang pengen modern deh kira-kira, menggunakan teknologi yang lama (486 dkk @ 21th Century!).
Tapi omong-omong soal teknologi lama, saya punya cerita lucu tentang beberapa kejadian yang saya alami akhir-akhir ini, dimana ada salah seorang yang baru saya kenal bercerita tentang dirinya yang tidak pernah mau menggunakan produk open source baru seperti Mozilla Firefox, flock, tapi dia hanya mau menggunakan produk lama, yakni lynx, tanpa java script dan cookies yang dienable (bahkan tanpa gambar, karena dia tidak mau menggunakan komputer dalam mode desktop), karena dia amat takut terhadap kode jahat yang banyak tersimpan di ranah maya ini yang dapat merusak komputernya (dan menjelaskan dengan dalil-dalil teknis yang sesungguhnya amat jarang dipergunakan oleh orang awam seperti saya)

(kenapa tidak sekalian takut menggunakan mobil karena takut tertabrak?, atau takut keluar rumah karena terkena sinar matahari akan menyebabkan kanker kulit), dan ia protes amat keras ketika membuka salah satu web saya yang mengharuskan menerima cookies dan mengizinkan penggunaan java script dalam browser, wow, sebuah pemikiran yang amat aneh rasanya ditengah keanekaragaman dunia yang indah dan berwarna-warni ini, mengapa tidak sekalian memutuskan untuk tidak menggunakan internet saja, karena bahaya pornografi dan banyaknya isu sosial yang dapat menyulut perang nuklir?
Ternyata ada lagi isu menarik, berkaitan dengan jargon, Komputer Ga Mungkin Salah!, Saya dan beberapa teman kesulitan mencari orang di Bandung untuk mensukseskan acara roadshow linux, dan orang tersebut dikehendaki bukanlah orang yang mampu berbicara fasih mengenai teknis, karena orang seperti itu sudahlah banyak, tinggal comot dari sini dan situ saja sudah bejibun jumlahnya, tapi kami perlu orang yang dapat mengkomunikasikan penggunaan linux kedalam bahasa manusia awam, sehingga akan banyak orang awam yang berminat menggunakan linux, bukan mempromosikan penggunaan linux yang nantinya malah mendorong orang menggunakan produk bajakan karena linux diperkenalkan sebagai teknologi yang membuat anda susah. Tentu saja orang tersebut adalah orang yang sukarela mau menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk perkembangan keanekaragaman software di Indonesia, sehingga jargon Komputer Ga Mungkin Salah tersebut bisa diluruskan paradigmanya.
Berminat ? Anda yang di Bandung dapat datang langsung ke Qwords.com Web Hosting Indonesia, Jl. Cisitu Indah no.8 Bandung, telp 022.70417499, email, rendy at Qwords dot Co dot ID biasanya kegiatan diskusi persiapan roadshow Bandung dilakukan disini, atau bisa juga datang ke IGOS CENTER di BE-Mall Bandung, Jl.Naripan, untuk berkoordinasi dengan sdr.Yudha (KLuB).



May 20, 2008 at 09:32
ralat…
gw bukan orang klub lagi… gw sebagai orang igos center sekarang. kemaren udah mengajukan permohonan off dari klub.
May 20, 2008 at 10:14
Entah, tapi sampai sekarang saya masih tetap berpendapat kalau komputer 99.9% tidak pernah salah
May 20, 2008 at 16:49
aneh juga ada orang yang seperti itu
May 21, 2008 at 02:25
sama seperti van-odin.
komputer 99% tidak salah. lain halnya kalau solusi algoritmik tidak menyelesaikan persoalan. bagaimana caranya supaya orang awam bisa ngerti maksud kalimat tadi yah?
May 21, 2008 at 02:34
kadang pc error karena human error
May 21, 2008 at 10:47
gimana jika lkj-nya diperiksa ulang, sebelum diperiksa oleh komputer, biar peserta ujia-nya lulus semua?
ada lho kasus seperti itu,
bahkan diinstruksikan oleh pejabat yang berwenang?
biar 100% lulus dan citra-nya bagus…
trik ini awal-nya dipakai di suatu daerah,
dan tentunya daerah lain berkonsultasi,
yang akhirnya diimplementasikan di daerahnya..
jadi deh…100% lulus.
May 21, 2008 at 11:49
Komputer gak bikin salah,
programmer juga gak bikin salah.
bug?
kata sapa bug? itu undocumented feature, gratis!
May 21, 2008 at 15:44
Komputer (mungkin) gak pernah salah, tapi operatornya. Linux buat orang awam? Perlihatkan orang tua yang punya anak game Debian Junior pasti tertarik. Gak peduli ama OS nya. Orang Indonesia mah mungkin lebih senang bungkusnya, bukan isi.
May 23, 2008 at 13:39
jadi inget mas rosiana silalahi yang tetep nulis artikel pake mesin ketik butut, meskipun dia udah punya laptop.hehehe , btw mas rendy kalo disuruh jawab, kira2 apa jawabnya tentang apakah komputer ga bisa salah?
May 23, 2008 at 13:39
jadi inget mas rosiana silalahi yang tetep nulis artikel pake mesin ketik butut, meskipun dia udah punya laptop.hehehe , btw mas rendy kalo disuruh jawab, kira2 apa jawabnya tentang apakah komputer ga bisa salah?
. btw, its will be a great honour for me kalo blogger senior kyk mas rendy mau blogrollan ma aku 
May 23, 2008 at 17:10
Nggak mungkin salah? Nggak mungkin itu ah. Salam kenal Mas Rendy.
July 1, 2008 at 15:44
Definisi “salah” itu apa ya? Kalau “tidak sesuai dengan harapan” berarti ya relatif terhadap orang yang berharap tersebut. Kalau definisinya “tidak sesuai dengan spesifikasi input-output” berarti komputer bisa salah kalau programmernya salah. Berhubung semua aktivitas komputer dinilai oleh manusia dan ditentukan juga oleh manusia (yang sering salah), maka susah untuk dikatakan kalau komputer nggak mungkin salah