Mending Dagang Nasi: Aa Nata, 2007
Mungkin ini berawal dari olok-olokan antara saya dan AA Nata, terus terang, olok-olokan tersebut ada benarnya, dan saya lebih memilih jalan hidup menjadi pedagang, meski tidak menutup kemungkinan dimasa mendatang saya bisa saja memilih jalan hidup menjadi karyawan jika saya mau.

Kenapa saya memilih menjadi pedagang?
Mungkin ini adalah alasannya:
1.Saya diajarkan berdagang sejak kecil oleh orang tua
2.Semasa sekolah dan kuliah, mayoritas waktu saya dipergunakan untuk berdagang, atau bermain di toko orang dan membantu mereka berdagang
3.Teman teman saya sampai saat ini mayoritas pedagang
4.Saya lebih suka bermain dipasar daripada di kantor, dan membuat suasana kantor seperti pasar
5.Saya sulit untuk menuruti aturan baku dari orang lain, lebih suka membuat aturan yang cocok untuk saya dan orang lain (Win-Win)
6.Saya lebih suka bertemu dengan orang banyak dan berbagi cerita
7.Saya dibiasakan hidup dengan posisi keuangan terjepit
8.Untung atau rugi adalah hal yang menyenangkan dan menantang bagi saya
9.Saya tidak suka pekerjaan yang monoton
10.Bagi saya, memiliki uang sedikit dari pekerjaan yang saya senangi lebih menyenangkan daripada memiliki uang banyak dari pekerjaan yang saya lakukan dengan terpaksa
11.Saya menyukai retail
12.Melihat perilaku pelanggan adalah hal yang menyenangkan
13.Saya selalu berpikiran bahwa calon pelanggan yang tidak jadi membeli produk saya, adalah orang yang belum mengenali saya, bukan produk saya
14.Kuliah saya belum selesai karena waktunya dipakai berdagang
15.Rasulullah SAW adalah pedagang
16.Berdagang memiliki waktu yang fleksibel bagi saya
17.Berdagang itu tentunya memiliki pendapatan yang tidak pasti, karena hidup tidak selalu pasti, jadi saya menyukai hal ini
18.Cara cepat kaya dengan halal adalah berdagang, umat muslim wajib lepas dari jeratan kemiskinan
19.Dengan berdagang, artinya anda memiliki kesempatan yang lebih banyak daripada orang lain
20.Tidak semua orang bisa berdagang!

kenapa dagang nasi (atau penganan lain) ?
1.Modal tidak semahal dagang IT
2.Tidak memerlukan Update Knowledge Harian, Mingguan, Bulanan, Tahunan
3.Tidak perlu pusing memikirkan bandwidth, cpu usage, backup, konflik, kapasitas, dan kode
4.Tidak perlu pusing pusing nyogok orang, untuk menang tender (that’s why i love retail)
5.Tidak perlu pakai baju rapih, necis, dan berdandan ala eksmood padahal katong kering
6.Dapat membuka lapangan kerja banyak orang
7.Fast Moving, uang berputar lebih cepat, bisa ditabung buat naik haji
8.Less Maintenance, dan ga perlu ngasih garansi sampai 1 tahun
9.Tidak perlu pusing karena ditelepon orang tengah malam karena layanan anda tidak berfungsi dengan baik selama 15 detik!!!!
10.Realistis lah, semua orang perlu nasi! Perut ngga bisa diganjel sama Bandwidth atau space Harddisk gitu loh :))



February 9, 2008 at 10:58
Kalau dagang nasi saja bisa mendapat penghasilan sebesar berdagang di bidang IT, saya bisa saja pindah haluan.
February 9, 2008 at 11:03
@mihael, dagang warteg bisa dapet omset sekitar 2-3 juta sehari, profit 50% lah, itu kalau bener ngejalaninnya
February 9, 2008 at 11:18
wah dapet royalti ga nih ngasih idenya? *ngacirrr
February 9, 2008 at 13:54
“15.Rasulullah SAW adalah pedagang”
eh baru tahu ane, tak pikir istrinya saja yang pedagang.
February 9, 2008 at 14:26
“15.Rasulullah SAW adalah pedagangâ€
Memang berdagang (baca: jualan) adalah sistem bisnis yang paling afdhal
Nabi saw bersabda :
Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya perdagangan itu di dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki
( HR Ahmad ).
Semua sahabat Nabi SAW juga berdagang. Dan yang lebih penting lagi, bergadang membuat kita merdeka. Gak pakek diatur². Bikin aturan sendiri. Kalo lagi pengen ya jualan, kalo gak ya libur, enak kan
February 9, 2008 at 17:06
numpang lewat, sambil belajar nge-blog jalan2 bentar ya..
sepakat bos!!! jadi inget jaman SMA, jualan minuman gelas dah bisa sekolah.. hehe.. duh, masa indah tak akan kulupa.. hingga dapet kuliah gratis di negeri orang segala..
salahangat
http://rijal28.wordpress.com
February 9, 2008 at 17:17
wah very inspiring!…dari dulu saya pengen jadi pedagang, tapi niatnya belum kuat kali ya… mending sering2 nulis tentang hal2 yg berhubungan ama serba serbi berdagang mas
February 9, 2008 at 20:22
Keluarga bini ane kebetulan jualan nasi juga (di Bali). Gak enaknya, jualan nasi itu walau buka cuman buat makan malam, kudu bangun pagi udah belanja. Siang masak/siap siap, malam jualan sampe midnite. Istirahat ya cuman dari midnite sampe pagi lagi. Udah gitu karena laku keras, gak bisa tutup. Kalo tutup, pelanggan kecewa dan pergi ke tempat lain. Alhasil bisa tutup kalo cuman Nyepi aja di Bali. Jadi buat yang minat jualan nasi juga, silahkan dipikirkan resikonya.
Kalo cuman mikir duit sih emang enak.
February 9, 2008 at 22:08
Sebenarnya setiap orang bebas untuk memilih beragam jenis pekerjaan. Sepanjang halal, dikerjakan dengan tekun, dan membawa manfaat buat sesama, insya Allah akan diridlai Allah.
Usul saya: apapun yang dipilih, kelihatannya lebih bijak jika pertimbangan yang ditulis berdasar pada kemanfaatan orang lain atau kalangan luas. Jadi kita memilih sebuah profesi dengan mengurangi “ego” kita (bukan menghilangkan loh). Misalnya: “tidak semua orang bisa berdagang”, lebih baik diganti dengan, “berdagang dapat mengajak orang lain bekerja.”
Jika kita terlalu mengekspos keakuan, nanti hanya berujung pada perang syaraf (yah, sekem-sekeman itu) profesi dan itu tidak kondusif.
February 9, 2008 at 22:25
wah, bisnis hosting makin payah ya, Ren.. hehe, jadi milih jualan nasi…:-)
February 9, 2008 at 22:52
wah..dagangan baru nih ren…
dimana?
enak ga?
budak batagor dapet diskon ga?
February 12, 2008 at 03:56
feeling gue.. once lo udah jadi pedagang.. bakal susah jadi karyawan..
February 16, 2008 at 01:13
Setuju dg aagg. Bisa-bisa barang inventaris kantor dikira mo dijual juga. Eh …. maaf ….becanda.
Katanya dulu kaum priyayi Jawa tidak boleh berdagang. Jadinya kebanyakan jadi pegawai kantoran (jaman Belanda). Entah benar entah tidak.
February 17, 2008 at 19:17
Sesungguhnya semua orang itu adalah pedagang, cuman masalahnya bakatnya ada yang tergali dengan baik ataupun tidak teragali dengan baik.
Seorang karyawanpun adalah pedagang.Karena sesungguhnya arti berdagang itu bisa macam-macam dan dalam semua bidang.Seorang karyawan misalnya, sesungguhnya dia menjual jasa dan keahliannya dia kepada perusahaan tempatnya bekerja.
Ketika seorang bayi menangis, dia adallah berdagang ke manjaan tangisannya kepada ibunya untuk mendapatkan ASI ataupun belaian kasih sayang dari ibunya.
Bravo berdagang…..!
February 28, 2008 at 06:09
wah persis banget ama saya, cuman karena ortu ama camer minta anaknya nampil necis tpaksa deh ngantor
April 12, 2008 at 06:54
gw mo bilang klo lo itu gila. lanjutkan aja gila mu. saya yakin lo bakal sukses besok hari.
gw suka anak muda spt lo dan temen2 entrepreneur lo semua
happy nice day.
akhmady@bukitmakmur.com
nyang salah jalan shg nyungsep jadi kuli nan jauh di seberang pulau, lg cari jalan untuk balik
April 23, 2008 at 11:46
semuanya kembali pada niat antum.
lillahita’ala.
semoga menjadi pengusaha yang sukses membawa dakwah islamiyah… amiin
May 17, 2008 at 23:55
Semangat!!!
May 18, 2008 at 01:52
oke coy untuk semua yg suka dagang dan nyangkruk di warkop,
wira usaha lebih asyik dan menjanjikan penghasilan yang lebih besar tanpa harus ada embel - embel ijazah dan sebagainya.
hanya bermodal keuletan dan ketekunan, Sukses akan menjadi milik anda tanpa harus pusing tujuh keliling(memikirkan hal hal yang bisa membuat kita gagal) :p
tetapi kegagalan adalah sukses yang tertunda,
Ok coy…
August 29, 2008 at 11:05
De… jadi pengen jualan nih
November 5, 2008 at 20:48
aku lebih suka berdagang karna tdk banyak di tunjuk2 sama orang, libur semaunya, untung rugi tanggung sendiri ………..