Sudah tidak senyaman dahulu lagi, sebuah komentar dari seorang pengunjung blog saya di postingan itu

chris
Posted On :September 20th, 2007 15:50

Waduh, anak saya baru masuk ITB tuh. Masa sih ngga bisa sampai pagi di studio seperti sy dulu.

Klo satpamnya spt itu, beda banget dong dengan di luar negeri yang ramah-ramah, dan malahan sering nemenin jalan sy jalan dari point tempat kuliah ke tempat terminal escort (kendaraan yang mengantar ke tmpt kost) klo pulang malam hari melewati jalan di kampus yang pohonnya tinggi-tinggi.

Ganti dan perbaiki orangnya. Tunjukkan bagaimana pengamanan kampus diluar negeri. Kan dosennya lulusan luar semua, pasti ngerti. Bagian management aja mungkin yang ngga tahu/ngerti.

Rima, Seorang mahasiswi ITB yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya pun memiliki masalah yang hampir sama, unek uneknya dituliskan dalam blognya.

berikut adalah kutipannya

Kampus ITB Kini Milik Satpam

*ini postingan kedua hari ini, ga biasanya gua posting dua kali dalam sehari*

Langsung aja lah, ga usah banyak cingcau…

Jadi hari ini gua datang ke kampus dengan niat ingin mengerjakan TA di lab. Gua pikir mungkin hari ini kampus sedikit lebih ramai, karena walaupun masih berstatus sebagai hari cuti bersama, tapi hari ini bukan tanggal merah.

Seperti biasa, gua masuk kampus lewat gerbang belakang. Saat hendak masuk kampus, terlihat seorang satpam muda sedang menghadang dua orang paruh baya untuk masuk kampus. “Oh, hari libur gini orang luar dilarang masuk” pikir gua. Maka gua pun dengan pede bilang “Permisi Pak, saya mau masuk” kepada satpam tersebut.

Tapi dong…. ternyata si satpam itu juga menghadang gua dengan tangannya, sambil berkata “Mau ngapain, dek?”

“Menurut loooo…..? Menurut lo mahasiswa ke kampus mau ngapain sih? Kalopun emang gua dateng ke kampus buat ngerjain kegiatan yang bukan mahasiswa, terus kenapa?”

“Mau ke lab Pak.. mau ngerjain TA”

“Mana surat ijinnya?”

“Ada di lab Pak, disatuin sama surat ijin anak-anak lain yang mau TA”

“Ya udah, sana ambil dulu surat ijinnya, nanti ke sini lagi ya.. Siapa nama kamu?”

“#$%*&^*&^%^&$^&%$)(*)(&#!!!”

*sepuluh menit kemudian*

“Nih, Pak..!! Surat ijinnya..” “Puasssss….?”

Ya sih sekarang udah bukan bulan puasa, tapi emangnya bolak-balik gerbang-lab-gerbang tuh ga capek apa? Oke lah, ga capek.. tapi kan butuh energi juga.. mana panas lagi.. mana pake sewot lagi..

* * *

Sorenya, saat gua melintasi kembali gerbang belakang untuk pulang, gua ketemu sama anak UKIR yang juga mau ke gerbang belakang. Katanya dia mau ngasihin barang ke temennya yang ga bisa masuk ke kampus gara-gara ga punya surat ijin. Jadilah mereka melakukan ‘transaksi’ dari dalam ke luar kampus via jeruji gerbang.

Temen gua yang satu lagi juga cerita, katanya hari ini temennya manjat pager gara-gara ga boleh masuk. Kayanya besok gua manjat juga ah, daripada harus bolak-balik gerbang-lab-gerbang.. xD

Tah papa ini.. satpam kampus ini makin lama makin parah aja.. Sejak kapan mahasiswa di kampus ini dilarang masuk oleh satpam?

Buat kampus lain, semoga kisah ini menjadi acuan untuk lebih baik.