Kuliah di ITB itu…

Posted October 15th @ 6:26 pm by rendy

Sudah tidak senyaman dahulu lagi, sebuah komentar dari seorang pengunjung blog saya di postingan itu

chris
Posted On :September 20th, 2007 15:50

Waduh, anak saya baru masuk ITB tuh. Masa sih ngga bisa sampai pagi di studio seperti sy dulu.

Klo satpamnya spt itu, beda banget dong dengan di luar negeri yang ramah-ramah, dan malahan sering nemenin jalan sy jalan dari point tempat kuliah ke tempat terminal escort (kendaraan yang mengantar ke tmpt kost) klo pulang malam hari melewati jalan di kampus yang pohonnya tinggi-tinggi.

Ganti dan perbaiki orangnya. Tunjukkan bagaimana pengamanan kampus diluar negeri. Kan dosennya lulusan luar semua, pasti ngerti. Bagian management aja mungkin yang ngga tahu/ngerti.

Rima, Seorang mahasiswi ITB yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya pun memiliki masalah yang hampir sama, unek uneknya dituliskan dalam blognya.

berikut adalah kutipannya

Kampus ITB Kini Milik Satpam

*ini postingan kedua hari ini, ga biasanya gua posting dua kali dalam sehari*

Langsung aja lah, ga usah banyak cingcau…

Jadi hari ini gua datang ke kampus dengan niat ingin mengerjakan TA di lab. Gua pikir mungkin hari ini kampus sedikit lebih ramai, karena walaupun masih berstatus sebagai hari cuti bersama, tapi hari ini bukan tanggal merah.

Seperti biasa, gua masuk kampus lewat gerbang belakang. Saat hendak masuk kampus, terlihat seorang satpam muda sedang menghadang dua orang paruh baya untuk masuk kampus. “Oh, hari libur gini orang luar dilarang masuk” pikir gua. Maka gua pun dengan pede bilang “Permisi Pak, saya mau masuk” kepada satpam tersebut.

Tapi dong…. ternyata si satpam itu juga menghadang gua dengan tangannya, sambil berkata “Mau ngapain, dek?”

“Menurut loooo…..? Menurut lo mahasiswa ke kampus mau ngapain sih? Kalopun emang gua dateng ke kampus buat ngerjain kegiatan yang bukan mahasiswa, terus kenapa?”

“Mau ke lab Pak.. mau ngerjain TA”

“Mana surat ijinnya?”

“Ada di lab Pak, disatuin sama surat ijin anak-anak lain yang mau TA”

“Ya udah, sana ambil dulu surat ijinnya, nanti ke sini lagi ya.. Siapa nama kamu?”

“#$%*&^*&^%^&$^&%$)(*)(&#!!!”

*sepuluh menit kemudian*

“Nih, Pak..!! Surat ijinnya..” “Puasssss….?”

Ya sih sekarang udah bukan bulan puasa, tapi emangnya bolak-balik gerbang-lab-gerbang tuh ga capek apa? Oke lah, ga capek.. tapi kan butuh energi juga.. mana panas lagi.. mana pake sewot lagi..

* * *

Sorenya, saat gua melintasi kembali gerbang belakang untuk pulang, gua ketemu sama anak UKIR yang juga mau ke gerbang belakang. Katanya dia mau ngasihin barang ke temennya yang ga bisa masuk ke kampus gara-gara ga punya surat ijin. Jadilah mereka melakukan ‘transaksi’ dari dalam ke luar kampus via jeruji gerbang.

Temen gua yang satu lagi juga cerita, katanya hari ini temennya manjat pager gara-gara ga boleh masuk. Kayanya besok gua manjat juga ah, daripada harus bolak-balik gerbang-lab-gerbang.. xD

Tah papa ini.. satpam kampus ini makin lama makin parah aja.. Sejak kapan mahasiswa di kampus ini dilarang masuk oleh satpam?

Buat kampus lain, semoga kisah ini menjadi acuan untuk lebih baik.


Bloggers Best Choice Hosting

2 Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Petra’s Blog » Blog Archive » Kritik lagi buat ITB on October 17, 2007
  2. Pingback: Informatics/Computer Olympian [Who are they ?] « Hover_Phoenix on December 20, 2007

30 Comments

  1. Aa Nata
    October 15, 2007 at 18:30

    No comment. Tanyakan pada pihak yang berwenang. Apakah ini kebijakan yang bijak atau tidak. Alasannya segala harusnya bisa dimuat disini.

    Aa Nata

  2. Petra Novandi
    October 15, 2007 at 18:31

    iya tuh….
    kemaren mo ke kampus gak boleh… >.

  3. os sa ja
    October 15, 2007 at 18:41

    wah, mungkin ada tujuan untuk mencegah kehadiran “teman2″ yang gak diundang,,,

    eniwei, gak bisa nyalahin satpam dong! bagaimana pun, mereka kan dapet perintah atasan. Di mana, bakal serba salah, dilakukan, apa nggak. Mereka kan juga digaji untuk mengamankan kampus.

    tapi, repot juga kalo kenyamanan mahasiswa jadi korban yah… kenapa ampe segitunya se?

  4. rendy
    October 15, 2007 at 18:48

    @ossa, coba baca postingan saya yang kutip komentarnya di atas, ini sebetulnya karena ada kebijakan yang diterapkan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu, atau ada sosialisasi yang tidak menyeluruh.

  5. mbah dukun
    October 15, 2007 at 19:40

    Di mana-mana, tindakan pengamanan akan berdampak pada kenyamanan. Satpam yang hanya pesuruh itu mana tahu anda itu mahasiswa beneran atau mahasiswa dalam tanda kutip (yang bisa jadi adalah maling). Jaman saya kuliah di sana, ada banyak sekali kasus pencurian, mulai dari sepeda motor, sampai pencurian harddisk.
    Kalau surat ijin sampai tertinggal di lab, itu salah anda. Di kampus saya sekarang, di luar negri, saat liburan massal, kampus juga ditutup dan tidak boleh masuk tanpa ijin. Setiap mau masuk harus menunjukkan surat ijin. Ini untuk mencegah pencurian dan kebakaran.

  6. gre
    October 15, 2007 at 20:08

    Namanya Institut Teknologi Bandung kok belum memanfaatkan teknologi.. Di kampus saya skrg, setiap mahasiswa punya ID card yang sekaligus menjadi kunci. Setiap pintu ada gesekan magnetic.. Atau mungkin masih ada ‘vandalisme’ di ITB, makanya masih secara ‘manual’ :)

  7. wildan
    October 15, 2007 at 21:21

    Kenapa satpam yang disalahin? mereka kan cuma ngikutin apa yang di-instruksikan. Tanya aja ke pihak berwenang di CCAR sana.. Gw malah kasian. Disaat yang lain berlebaran, mereka harus bertugas menjaga kampus ini.

    Btw, kemarin gw ke kampus dan tidak masalah. Selama tujuaannya jelas. Kita harus bisa ngeliat dari kacamata satpam juga. Mereka bilang banyak yang nipu. Parkir di gerbang belakang, terus entah kemana orangnya.

    salam,

  8. rendy
    October 15, 2007 at 21:28

    @gre, betul!

  9. herry winandi
    October 15, 2007 at 21:28

    oke2 aja, masih boleh masuk kok asal ada surat izin..

    emang kegiatan produktif apa yg ga dikasih izin sama pihak kampus?

    setujuh sama koment sebelomnya, “pengamanan berdampak pada kenyamanan”

    setujuh juga dengan pemanfaat teknologi tinggal gesek itu..

    sosialisasi kurang? yaa kasih masukan aja ke yg bikin kebijakan, gw yakin mereka akan senantiasa memperbaiki diri..

  10. leksa
    October 15, 2007 at 21:37

    Udahhhh…
    Saran gue buat yang mahasiswaaa..

    MANJAAT AJAHHH…

    Kao ditangkep, paling nge-sel di gerbang depan satpam …
    ntar juga dilepas…

  11. fahdi
    October 15, 2007 at 21:43

    turut prihatin dengan kondisi ITB saat ini,

    Himpunan, KM, FKHD, Unit, gak ada yang bergerak ni?

  12. rendy
    October 15, 2007 at 21:48

    @wildan, ente jubirnya kampus ya? selamat.. makan makan..
    @fahdi, libur cuy

  13. mbah dukun
    October 15, 2007 at 22:05

    Penerapan teknologi juga harus lihat2 infrastruktur dan lingkungan/mental/sosial. Teknologi seperti kunci magnetik, atau yang harus pencet2 nomor kombinasi, itu bukan solusi yang bagus. Don’t trust anyone, termasuk mahasiswa lab itu sekalipun. Sistem elektronik seperti itu sangat lemah. Rusakkan saja alatnya. Beres. Yang paling aman itu memang dijagain orang/satpam, yang mencatat siapa yang masuk/keluar. Kalau ada apa2, satpam tinggal “tereak” panggil teman/polisi. Tahukah anda bahwa satpam2 di jepang umumnya para pensiunan? Umurnya sudah di atas 50-an.

  14. yudiwbs
    October 15, 2007 at 22:56

    Dari sisi lain, mereka lebih membantu. Sekarang kalau keluar dari pintu belakang, biasanya dibantu. Kalau dulu satpamnya acuh, mau ada angkot yang menghalangi juga dibiarkan saja. Bukan apa-apa, saya sih ngeri dengan motor yang sering tidak terlihat karena terhalang angkot. Setuju masalah ini diangkat, biar kebijakan di ITB bisa berubah. Tapi IMO, mereka hanya menjalankan tugas dan mungkin lebih profesional dari satpam yang dulu (alias tidak ada toleransi dengan aturan). Satpam yang dulu mungkin sering ngeri dengan mahasiswa yang lebih galak dari mereka hehe.

  15. andriansah
    October 16, 2007 at 07:08

    Kampus menyewa satpam untuk melindungi assetnya,assetnya itu yah data2 penting di komputer, perpus, lab dan ruangan lainnnya.

    Satpam menjalankan tugasnya
    Mahasiswa menjalankan tugasnya.

    tapi kalo lagi liburan yah liburan dong, masa satpam dan mahasiswa terus menjalankan tugasnya?
    kan kalo mahasiswa2 pada masuk tugas satpam agak lebih ringan karena (sebaiknya) ada pengawsan bersama.

  16. rendy
    October 16, 2007 at 08:22

    @andriansah, namanya juga kampus riset, libur ga libur riset jalan terus, kalo riset ga jalan, jangan kasih nama institut teknologi

  17. sawung
    October 16, 2007 at 09:14

    @rime
    sehat rim jalan dari lab ke gerbang. itung-itung diet. Emang di satpam ga ada surat ijinnye? bukannya biasanya ada surat tembusannya.

    Ah capek ngomongin kampus ITB sekarang. Sok-sok univ riset tapi belum siap apa-apa. Sok melayani tapi mentalnya masih pengen dilayani.

  18. elistia
    October 16, 2007 at 13:01

    berarti ada dong yg namanya satpam killer

  19. hanafi
    October 16, 2007 at 14:45

    Bagus bangat blog kamu ini.
    Dari seberang.
    http://www.hanafionline.com

  20. dzaia-bs
    October 16, 2007 at 16:39

    mulai sejak kapan tuh?
    neko2 wae ITB sekarang…

  21. Luthfi
    October 16, 2007 at 20:46

    solusinya sih, (bdsr pengalaman gw, soalnya di ipb jg sama), pendekatan dgn satpam adalah solusi yg mayan ampuh

  22. Audi
    October 17, 2007 at 09:59

    Uhmm…kalo UNPAD gimana yah? Perlu satpam kayak ITB nggak yah. udah lama nggak kesana.

  23. rime
    October 17, 2007 at 11:35

    buat kalian yang ngemeng2 di sini dan belain satpam, coba rasain dulu apa yang gua rasain.

    lagian gua memaki2 satpam di sini bukan sekedar maki2 satpam, tapi lebih ke sistemnya. masa kek gini aja pada ga ngerti?

    masalah surat ijin gua ada di lab, itu memang surat bersama dan emang ga boleh pindah tempat. kalo emang ada peraturan seperti ini, kenapa pihak kampus ga bikin pengumuman dulu di sudut2 kampus atau di setiap lab?

    FYI, saat gua diusir2 oleh si satpam, gua ngeliat ada beberapa orang di dalam kampus (sepertinya sebuah keluarga) yang sedang jalan2 menikmati indahnya ‘objek wisata ITB’.. waw, hebat sekali ITB yah, mahasiswanya aja mau masuk mesti berantem2 dulu.. tapi para wisatawan bisa masuk seenak perut. ataukah mungkin ITB ‘menjual’ surat ijin untuk umum?

    keesokan harinya gua mencoba masuk kampus lewat gerbang lain, yaitu gerbang parkir SR. and guess what? ga ada satpam sama sekali di sana. yang kek gini nih bikin kesel.. ngelarang2 orang masuk kampus dengan alasan keamanan tapi kerjanya ga holistik..

    gimana kalo ternyata maling yang sebenarnya masuk lewat gerbang SR?

    ‘perjuangan’ para mahasiswa percuma dong?

    -no offense-

  24. Budi Rahardjo
    October 17, 2007 at 17:44

    halah … Kalau dosen boleh nggak ya? Belum nyoba nih.

  25. hareem
    October 17, 2007 at 18:24

    wah repot jg ya… Gw dulu sihe seriing juga nyelip2 ato manjat pager. Itu jg ga ada satpam yg nyegat. Apa mungkin krn banyak kasus kemalingan ya–jadinya diperketat penjagaannya.

    Apa mungkin kita bisa make KTM utk masuk jd ngga usah nunjukin surat ijin sgala..

    Ah, untung dah lulus.. hehehehe

  26. roberto
    October 18, 2007 at 09:44

    eh, satpam yang kemaren jaga di gerbang belakang ramah loh! GUInya user friendly dan senyumnya manis sekali. heheee…

    ga tau deh dia orang sentinel ato bukan, tp kalo semua satpam itb at least seramah dia kayanya ok tuh…

  27. krisd
    October 18, 2007 at 14:04

    Saya rasa sih wajar sikap satpam seperti itu, karena memang tugasnya. Mungkin kampus itb tidak seaman sepuluh tahun lalu, jadi ada peningkatan pengawasan terhadap kampus. Saya ingat dulu, motor sangat sering hilang, tanpa ada yang “followup”.
    Orang “bukan mahasiswa” bisa dengan mudah keluar masuk kampus.
    Mungkin ini yang mau di tingkatkan keamanannya.
    Yang pasti perlu waktu untuk adaptasi terhadap peraturan baru di lingkungan kampus.

  28. aul
    October 18, 2007 at 20:21

    ah, ini jadinya kalo lahan-lahan kampus diproyekin semua, tahpapa…

  29. A Anggono
    October 22, 2007 at 10:06

    Wah, pengalaman saya dulu masuk kampus untuk TA atau Skripsi (hampir 20 tahun lalu) gampang sekali. Saya sering ke kampus sampai pagi atau masuk kampus untuk ngerjain skripsi sehabis subuh sampai malam (maklum anak kost, sewa komputer mahal jadi cari yang gratis). Apakah hal itu karena waktu (hampir 20 tahun) atau karena pengurus institut sudah jadi birokrat dengan pekerjaan sambilan sebagai dosen?

  30. mysa ni
    May 18, 2008 at 10:51

    kak… critain ttg itb donk…
    pengen ksna
    coz satu2nya institut yg d fak astronominya..


Hosting Indonesia

Leave a comment

Standard Login

Options:

Size

Colors