Mungkin dulu saya cukup sering untuk bermalam dikampus, menikmati internet gratis, dan fasitas lain yang disediakan oleh pengelola gedung. Tetapi hampir 4 Bulan kemarin ini, agak jarang untuk ada di kampus malam hari, meski demikian, terkadang saya menyempatkan diri untuk datang kesana dan menikmati suasana tersebut.
Beberapa hari yang lalu, saya datang ke kampus dalam rangka buka puasa bersama, oh, sungguh nikmat rasanya berada di kampus lagi, meski saya yang seharusnya masih punya hutang 4 SKS yang saya gugurkan karena berhalangan mengikuti wisuda oktober ini, tetapi bimbingan seberat 4 SKS itu masih bisa dicicil dengan email
Adapun saya cukup heran melihat hal yang kontras dimalam hari, yaitu kehidupan kemahasiswaannya yang jauh sekali menurun dibanding dengan tahun lalu, jalanan sepi dan menyeramkan, serta gelap gulita dibeberapa gedung. Ternyata ITB menerapkan batasan jam kerja, yaitu sampai pukul 5 sore, dimana yang pada dahulu jam diluar itu banyak sekali dipergunakan untuk penelitian, kegiatan kemahasiswaan, dan juga kumpul2, dihambat dengan peraturan peraturan aneh seperti gerbang parkir yang ditutup, tidak diperbolehkannya sepeda motor masuk kedalam kampus dimalam hari, mematikan beberapa jalur listrik sehingga menghambat kegiatan, serta outsourcing keamanan kampus mulai dari kepala satpam, sampai satpam baru yang akan menggusur satpam lama (entah ditempatkan dimana) yang sudah berlangsung sekitar 1-2 bulan belakangan ini.
Satu hal menurut saya, keamanan di ITB itu sebaiknya diatur oleh orang lama, bukan oleh orang baru, karena ada perbedaan dalam menjaga asset negara yang diisi dengan mahasiswa yang intelek, dan juga menjaga keamanan sebuah pabrik. (Max kedua neh kasusnya, red: buat yang ngerti ajah) meski pada prinsip dasarnya sama, tetapi caranya tidak sama, dan dalam hal ini, orang lama lebih mengenali karakter manusia yang berada di dalam ITB secara langsung, dibanding dengan orang baru yang mungkin hanya mengetahui karakter manusianya dari hasil laporan. Dalam kasus ini, sebaiknya orang lama tersebut diberikan sebuah training management yang sekiranya bisa menyegarkan ide ide baru dalam pengamanan, jadi tidak perlu sampai ada orang geek yang mengusulkan menggunakan electric shock untuk menjaga keamanan mahasiswa (memangnya ngejaga residivis?).
Oke lah, membatasi parkir sampai jam 5/6 sore itu cukup mengganggu buat mahasiswa yang kuliah sampai jam 6-1/2 7malam (Di beberapa tempat ada yang seperti ini), dan juga mematikan listrik di beberapa jurusan menurut saya masih benar-benar menurunkan produktivitas orang orang, dan masih banyak alasan lain yang menurut saya melelahkan jika dibahas. Beberapa orang yang saya kenal, tidak bisa pulang karena pintu parkir dikunci, mobil / motor yang diletakkan diparkiran baru bisa diambil keesokan harinya, atau jika sedang apes, baru bisa dikeluarkan hari senin.
Selain itu, yang terutama adalah saya tidak terlalu suka dengan personel dari satpam outsourcing, sebut merek boleh yah, PT.Sentinel Garda Semesta. Dengan beberapa butir berikut :
1.Wajah personelnya mayoritas memiliki wajah seperti orang kriminal (GUI nya ga user friendly)
2.Di hari pertama tugas mereka, saya memergoki beberapa dari mereka mengintip isi mobil dari Dosen dan mencoba untuk membuka pintu, sekitar 3 mobil yang diperlakukan begitu (kayak maling).
3.Bergerombol dan berkumpul di tempat gelap, bukan berjaga di tempat yang mudah terlihat
4.Hampir Tidak ada sopan santun, dan tidak ramah terhadap tamu.
5.Sering bertindak arogan, seperti mereka (pribadi) yang punya tempat tersebut.
Hmm, tulisan ini sebenarnya tidak bermaksud menyerang merek tertentu, akan tetapi ini saya tulis sebagai kekecewaan saya terhadap management ITB yang kurang bersosialisasi terhadap orang orang yang berada didalamnya, dimaklumi kok kalau kalian merupakan orang text book thinker yang kurang bersosialisasi, akan tetapi seharusnya umur yang sudah tua dan pengalaman bisa dijadikan landasan dalam bersosialisasi (kalau punya pengalaman yah).
Buat institusi yang lain, sebaiknya dalam mengoutsource hal-hal tertentu hendaklah memilih partner yang tepat, jangan asal pilih, jangan sampai institusi pendidikan dibikin seperti pabrik (Hi Max!) atau pabrik dibikin seperti pasar sistem pengamanannya, kalau bertindak kepada komunitas, sosialisasikan dulu, banyak ahli antropologi dan sosiologi yang bisa diterjunkan dalam masalah semacam ini, jangan terjunin ahli fisika atau geologi, tentu ga akan nyambung kalau komunitasnya manusia.
Dan… kalau berbicara management, please ACT, turun ke lapangan, jangan diatas kertas doang dan melihat hasil statistik! Segala keputusan yang dibuat bisa berakibat positip atau negatip, kecil atau besar, efek jangka pendek, atau efek jangka panjang, jangan sampai salah ambil keputusan.
Satu hal yang saya agak khawatirkan dari dampak berkurangnya kegiatan kemahasiswaan di kampus, kegiatan mahasiswa seperti berorganisasi, penelitian, bisa berpindah ke klub malam, dan juga tempat tempat yang dinilai kurang pantas dengan norma susila yang ada di Indonesia. Saya rasa pihak management ITB tidak memikirkan sampai kesana, atau bahkan tidak peduli lagi dengan hal semacam ini? Yeah, dunia berubah dengan cepat!
Kembalikan kenyamanan kampus seperti dulu!



September 18, 2007 at 23:10
PERTAMAX!â„¢
wah….ITB, kampus impian tuh
btw sekarang semester berapa boss? hebat nih mahasiswa enterpreneur! saya ke ITB cuma pas pengembalian formulir SPMB doank! hehe…
September 19, 2007 at 00:56
Emang tujuannya itu, bikin gak nyaman lagi supaya gak ada orang2 kaya aku lagi yg ‘ngendon’ terus di kampus xixixi…supaya cepat lulus, cepat kerja, cepat kawin, cepat punya anak dan cepat mati :p
*yg udah ngerasain gak enak lg di kmps 1 thn terakhir tapi gak bisa apa2 karena cuma numpang lewat dan ‘takut’ sama sentinel
September 19, 2007 at 01:15
beda banget dengan universitas luar negeri yang sangat aman sekali meskipun malam memudahkan para murid untuk belajar . di SFU jam 11 pun masi bisa belajar + kongkow kongkow ada fasilitas internet cepet lagi
http://www.lintasberita.com/Lokal/ITB_tidak_aman_kalau_malam/
September 19, 2007 at 03:38
untung ane dah keluar dari sono…
September 19, 2007 at 03:43
o iya, lupa mau nambahin,
apa mereka nggak sadar ya kalo sebenernya anak2 ITB itu masa produktifnya di malam hari
sedangkan waktu kuliah kadang2 jadi waktu yg pas buat tidur dan bergaul… hehehe
September 19, 2007 at 04:50
kembalikan itb seperti jaman dulu kala ;))
September 19, 2007 at 08:49
Saya dulu bisa sampe jam 10 malem ada di lab, secara dulu internetnya kalo malem kenceng juga lebih tenang.
Dan kenal lagi dengan satpam dan tukang parkir barat sebelah bonbin, jadi santai kalo ninggalin mobil ato motor.
September 19, 2007 at 13:24
untungnya gak pernah kuliah disana,
September 19, 2007 at 16:34
koq mirip2 kasus di t4 gw ya
September 19, 2007 at 18:13
ah kenapa ya kampus-kampus sekarang seperti barak militer?
Jaman muda dulu (doh - berasa tua), sampai seminggu nginep di kampus untuk tugas akhir, pulang cuma untuk cuci baju - mandi dan lain-lain difasilitasi kampus.
Sekarang sudah tidak ada ya yang seperti itu?
September 19, 2007 at 19:46
mati’in listrik? Gila… padahal dulu adik gw sering pulang malam karena keasyikan di comlabs. Miskin amat seh…
September 19, 2007 at 20:20
Selamat tinggal kemahasiswaan!!!
Masa sih ga ada yang mikirin betapa pentingnya kemahasiswaan itu terhadap perkembangan kepribadian? Gimana caranya ngerjain TA, rapat himpunan/unit, diskusi, nonton LFM, kalau jam 18.00 udah tutup pintu?
Mahasiswa, kenapa kalian diam aja? Segalanya bisa dirasionalisasi. Rektorat boleh punya alasan efisiensi energi, keamanan, fokus supaya cepet lulus, de el el, tapi masa sih kalian nggak bisa kasih counter? Bukannya ada wakil mahasiswa di MWA? (masih ada ga sih?)
Maaf, saya nggak salahin rektorat. Ini salah mahasiswa sendiri yang nggak bisa memperjuangkan hak-nya!
This is really a sad bad news. Duh…
Tahun terakhir di ITB saya kos di kampus. Tidur, mandi, cuci baju…, bahkan masak!
September 20, 2007 at 13:44
Kayaknya gak ada tender yaa?? Cukup “aneh” juga melihat cara kerja satpam2 tersebut. Saya sering melihat satpam outsource di bank-bank, mereka murah senyum, ramah, helpfull meski tetap waspada.
Ah.. bisnis-bisnis…
September 20, 2007 at 15:41
@rezayazdi, ada tender kok
September 20, 2007 at 15:50
Waduh, anak saya baru masuk ITB tuh. Masa sih ngga bisa sampai pagi di studio seperti sy dulu.
Klo satpamnya spt itu, beda banget dong dengan di luar negeri yang ramah-ramah, dan malahan sering nemenin jalan sy jalan dari point tempat kuliah ke tempat terminal escort (kendaraan yang mengantar ke tmpt kost) klo pulang malam hari melewati jalan di kampus yang pohonnya tinggi-tinggi.
Ganti dan perbaiki orangnya. Tunjukkan bagaimana pengamanan kampus diluar negeri. Kan dosennya lulusan luar semua, pasti ngerti. Bagian management aja mungkin yang ngga tahu/ngerti.
September 20, 2007 at 17:01
Sorry.. jangan langsung men-judge mereka seperti itu dulu.. Gw pernah ngobrol sama ketua pengamanan Garda Sentinel di ITB, panjang lebar pokoknya mah.. Orangnya ramah banget.. :).
Mungkin kalo emang ada anak buahnya yang agak-agak gimana gituh, tinggal laporin aja kali ya.. Hehehe..
salam,
September 20, 2007 at 21:38
@wildan, kalau dengan ketuanya (atau kepala satpam), gw sebenernya ga ada masalah, cuman ngeliat gelagat anak buahnya bener bener ngerasa, oh my god, gw serasa ada di pabrik, bukan di ITB, ditambah lagi kebijakan aneh dari orang2 di atas sana.. hmmm makin bikin ga nyaman
September 21, 2007 at 09:42
Nah, ketuanya ini jg ngerasa gak enak.. gara-gara mahasiswa pada ngomong di belakang karena merasa diawasi.. terutama anak-anak sunken.. Satuan pengamanan ini kan orang baru, jadi dia belum tahu ITB itu seperti apa. Makanya mereka pada keliling-keliling gak jelas, intip sana intip sini.
Setuju Ren, yang paling gw khawatirkan adalah kebijakan orang atas..
September 21, 2007 at 16:51
@wildan, sebenernya bisa sih diajak ngobrol ketuanya, weits, gw ngomong di depan yah, di depan media
sebenernya yang paling gampang, nanya sama satpam lama… itu aja! simple kok
September 23, 2007 at 02:53
hi rendy.. tentan kaos, ukuran L nya L biasa, bukan internasional atau distro. dan sayang sudah sold out
nice 2 meet u
September 23, 2007 at 12:58
mungkin pesannya supaya dikau cepet2 lulus ren dan dagang nasi
*ngacirrrr
October 1, 2007 at 10:52
Jadi inget jaman dulu. Gue sendiri sih bukan anak ITB (gue mahasiswa UNPAD, universitas terkeren se bandung kekeke), tapi gue suka nitip download-an sama temen gue (anak ITB) yang suka malem2 ke kampus ITB buat nge-net gratis.
October 17, 2007 at 21:54
kasihan bgt ya mahasiswa ITB Skrg, kalau jamannya saya dulu, setiap hari malah nginap di kampus boleh2 aja tuh, mau di Himpunan, Lab, atau ruang Tugas Akhir, saya dulu di Elektro LabTek VIII lt.4 bebas2 aja tuh, mungkin peraturan baru kali ya yg buat.
ayo dong, mana nie anak ITB yg katanya cerdas dan kritis? masa hak asasi anda di kangkangi anda tidak bereaksi?
atau memang anda nyaman2 aja dgn status ini?
January 9, 2008 at 17:21
Kasihan banget tuh . terutama yg elektro klo dulu sampe di kampus 2 hari juga gpp. labtek masih nyala lampunya jam 1 pagi ^^