Tiba-tiba saya teringat ke masa kecil saya ketika saya sedang mencari data untuk melengkapi tugas kuliah, dahulu om dan tante saya pernah mengajak ke pantai di daerah Anyer, disana ada pertunjukan layar tancap, kejadian ini sekitar 14 tahun lalu.
Layar Tancap merupakan pertunjukan pemutaran video yang normalnya diadakan di tempat terbuka seperti lapangan atau alun-alun. Pertunjukan layar tancap ini sudah mulai jarang terdengar, karena kalah popularitas dengan bioskop kesayangan seperti Blitz Megaplex atau 21 Cineplex. Penontonnya pun mayoritas kelas menengah kebawah yang haus akan hiburan dan keramaian.
Tentunya jika anda belum pernah menyaksikan pertunjukan layar tancap, amatlah disayangkan, disana anda bisa menemukan keramaian yang mengasyikkan, ada penjual harum manis, es cendol, dan jajanan pasar lainnya, sungguh menyenangkan suasana tersebut yang berbeda dengan menonton di Bioskop yang cenderung lebih formal.
Menonton Layar Tancap di lapangan terbuka tentunya anda harus bersiap-siap dengan hujan, ada istilah “misbar” alias gerimis bubar dalam pertunjukan tersebut, dan juga istirahat film, sekitar 10-25 menit untuk mendinginkan proyektor pemutar film agar tidak kepanasan. Biasanya orang yang mengadakan pemutaran tersebut, sore harinya telah bersiap-siap untuk menggunakan jasa dari pawang hujan untuk memindahkan awan hujan disekitar lokasi tersebut ke tempat lain.
Duduk menonton layar tancap pun jangan dibayangkan berada di hamparan rumput yang hijau, bisa saja anda kebagian tempat di pojok lapangan beralaskan tanah, biasanya suka ada orang yang berjualan koran untuk alas, bahkan menyewakan sarung dan juga tikar sebagai alas duduk, tentunya beberapa oknum sering memanfaatkan situasi seperti ini untuk berbuat tindakan asusila, tetapi itu hanya sebagian oknum saja
Ide yang muncul di hari valentine ini, nampaknya asyik jika kembali kemasa itu, dimana sering ada pertunjukan layar tancap, mengajak pasangan untuk nonton layar tancap sambil merasakan suasana malam minggu, menikmati jajanan pasar, harum manis, dan juga beramai-ramai bersama dengan golongan menengah kebawah, hmmm…. tentunya dengan asumsi belum ada bioskop sebagus 21 atau Blitz
yah, ini hanya berandai-andai saja, entah bisa jadi kenyataan, atau tidak….



February 14, 2007 at 10:34
Supermarket adik saya mengadakan layar tancap gratis waktu tahun baru
betul, memang seru euy, he he. Begadang rame-rame, ketemu dengan segala macam orang.
February 14, 2007 at 13:02
kangen ama layar tancepp…yuuukkk bikin layar tancepannnnn
February 14, 2007 at 13:59
Nih ada layartancap
http://layartancap.com
Kalo layartancap yang ini gak ada istilah “misbar”
http://blog.layartancap.com/?p=7
Banjir aja tetap maen
February 14, 2007 at 20:42
Kan di ITB ada LFM mas
Meskipun suasana sedikit berbeda, tapi noraknya sama :))
.. jangan2 anak2 SBM nggak kenal bioskop LFM …
February 15, 2007 at 06:49
@Chen Hendrawan, norak adalah fitur, dan bioskop LFM kan di ruangan, ngga misbar dan ngga ada jualan pasar rakyat :p
February 15, 2007 at 22:52
He.. he.. saya ingat, sempat pula mengalami suasana lajar tantjap tempoe doloe…. duduk di atas rumput, besoknya ‘anu’ gatal gara-gara digigit tungau rumput….
February 16, 2007 at 16:11
layar tancep …….. hmm kayaknya seru juga kalow ada layar tancep yg nayangin anime Bleach episode 1-115…..
115 X 30 menit = 3450 menit…. weleh, hampir 24 jam tuh
February 16, 2007 at 22:29
Kalo gitu SBM ngadain acara layar tancep aja. Kan seru
February 19, 2007 at 15:48
salam kenal mas Rendy, kumaha damang?
layar tancap?.. euleuh lawas tilawas… meni waas nya.
layar tancap = misbar = gerimis bubar.
October 2, 2007 at 15:52
skarang site ini jd langganan aku saban hari. wahaahah Baik aku upload maupu watch. wehehe