November 2nd, 2006

Mengerem Tepat Waktu

Dikala keadaan normal, menggunakan rem motor depan-belakang cakram amatlah menguntungkan, terutama jika anda seorang pengendara motor yang tidak puas jika tidak menarik tuas gas sampai ke posisi maksimal. Meski tindakan ini termasuk berbahaya dan kurang tepat (Mengerem kedua roda motor, menggunakan 2 rem cakram sekaligus) dan dapat membuat roda belakang motor anda tergelincir 1 meter ke arah kanan, tidak ada salahnya untuk menggunakan metoda ini dikala anda sedang dalam kondisi terdesak.

Lain halnya dikala hujan cukup lebat, jalanan di Bandung ini amat licin, dan juga sedikit berkabut. Ini bisa membuat pengendara mobil yang menggunakan kaca film mobil yang murah amat kesulitan ketika melihat kaca spion. Hal ini saya alami dengan mantan pacar saya siang ini, ketika saya hendak mengantarnya ke Kantor Indosat M3 Asia Afrika Bandung. Seorang Bapak Bertubuh Tambun yang berwajah tidak terlalu sangar dan berotak bodoh hendak menyalip angkot yang berhenti mendadak di depannya. Karena bertubuh tambun, lubang telinganya mungkin tertutupi lemak, dan juga matanya agak rabun karena terhalang oleh kelopak mata yang cukup besar karena jarang tidur, ia pun mengambil arah kearah dimana motor saya berjalan. Bisa anda bayangkan, ketika hujan cukup deras, dan jalanan licin, menggunakan metoda pengereman motor seperti diatas merupakan tindakan yang amat berbahaya.

Walhasil, saya pun menghindar dengan mengambil arah kearah yang lebih kanan. Tetapi mungkin karena kondisi fisik bapak tersebut dan otaknya yang masih murni tidak terpakai, walhasil dia terus menyeruduk kearah saya, tabrakan pun tidak terelakkan. Saya terjatuh tepat disamping motor, menggunakan helm fullface yang cukup tebal, tidak ada luka yang parah selain lecet terhadap diri saya, dan juga motor saya, hanya kaca spionnya yang pecah. Tetapi saat itu yang ada di benak saya bagaimana dengan orang yang saya bonceng ? Motor tidak saya urus, sampai menimbulkan kemacetan yang cukup parah siang hari di BIP, dikala hujan, untung banyak pengendara motor yang rela turun untuk membantu kami. Saya berteriak minta tolong dan meminta kepada orang-orang untuk membawa Astrid ke tepi jalan. Sambil menghentikan mobil yang lewat, saya pun mencoba untuk menghidupkan mesin motor, meski pada awalnya sulit, tetapi cukup mempermudah orang-orang yang menggotong Astrid untuk ke tepi.

Saya langsung menghampiri pengendara mobil yang hendak kabur itu, yang ada di omongan saya bukanlah meminta ganti rugi atas kerusakan motor, tetapi saya ingin agar biaya rumah sakit jika saya membawa Astrid ke rumah sakit saat itu ditanggung oleh mereka. Tetapi yang mereka omongkan adalah mengenai motor yang rusak dan hendak mengganti spion saya yang rusak itu.

Akhirnya setelah debat yang cukup alot, saya pun meminta mereka untuk bersama-sama ke kantor polisi, karena sudah jelas bahwa kesalahan itu ada ditangan pengemudi mobil yang menyerobot jalur dari motor, Mereka pun berkelit dengan bilang mengenai undang undang berkendara dikala hujan (memangnya ada???). Akhirnya setelah saya tanya kepada Astrid apakah dia baik-baik saja, mereka ingin damai, mereka memberikan saya uang Rp.30K yang buat saya kerugian itu tidak ada artinya jika ternyata yang rusak itu bukan hanya motor, tetapi ongkos rumah sakit jika Astrid terkena sesuatu yang tidak diinginkan.

Well, sampai saat mereka memberikan uang itu, mereka pun tidak mau memberitahukan nama mereka dan langsung lari. Saya langsung menghampiri Astrid sewaktu itu, dan langsung bertanya kepada dia, Kamu tidak apa apa ? dia pun menjawab, Saya ada di mana ? Kita di Mana ? kita mau kemana ?

Pembaca, syok terbesar yang saya alami dari kejadian ini bukanlah mengenai motor yang rusak, tetapi terhadap Astrid yang mengalami amnesia ringan (entah apa namanya), saya amat sedih melihat kondisi ia yang seperti itu, sejenak pikiran saya menjadi kosong dan saya tak sadar apa yang terjadi, seketika itu pula saya sadar dan membawa ia menuju toko buku di samping BIP. 1 jam setelah kejadian itu, ia baru sadar dan mengingat apa yang ada dibenaknya sebelum kejadian ini, setelah ia saya beri teh manis hangat, Minuman yang satu ini cukup berkhasiat rupanya. Selama 1 jam itu, ia terus bertanya kepada saya, Siapa nama dia ? dan siapa nama saya ? kenapa dia bisa ada disana ? dan apa yang barusa terjadi ? Sungguh sebuah hal yang tidak saya sangka ia bertanya tanya mengenai hal demikian. Tak lama kemudian, Deni pun datang, setelah ia saya minta untuk menjemput kami di sebelah BIP, Kami ber 3 makan dan menenangkan diri. Saya masih bertanya-tanya kemana hilangnya helm yang dipergunakan astrid, Tampaknya ketika dia terjatuh, helmnya terlepas dari kepalanya, dan tersangkut di kolong mobil yang melintas. Saya hanya menemukan busa pengganjal kepala yang terdapat di helm tersebut.

Menurut analisa saya, metoda pengereman yang saya lakukan sudahlah tepat, tepat waktu dan tepat menggunakan rem mana terlebih dahulu roda mana yang di rem. Sehingga kecelakaan yang baru saja kami alami tidaklah terlalu fatal, hanya lecet-lecet saja. Jika saya menggunakan metoda pengereman mendadak seperti yang saya ceritakan di atas, saya tidak dapat membayangkan apa yang terjadi kepada kami. Mungkin tulisan ini tidak akan pernah ada, mungkin saya dan dia sedang terbaring di rumah sakit akibat tergilas mobil. Thanks God! Saat ini aku masih bisa melihat dunia, melihat senyumannya yang manis dan menulis blog ini.

35 Responses to “Mengerem Tepat Waktu”

  1. 1
    andriansah Says:

    BAYAR ROYALTY!!!

  2. 2
    rendy Says:

    GW KAN CUMAN NGE BRANDING ELU AJA NDRI… IKUT BEKEN DISINI…

    SECARA BANYAK ABEGE GITUUU YANG PENGEN BEKEN TERUS KOMEN DI BLOG INI, TERUTAMA POSTINGAN TENTANG FRIENDSTER DAN PLAYBOY….

  3. 3
    Oskar Syahbana Says:

    Ren… kok gw jadi bingung pas baca entry-nya. Kudu gw baca ulang nih beberapa bagian. Masih emosi ya lo pas ngetiknya :P

  4. 4
    andriansah Says:

    EH BUKAN GW YANG NABRAK BOCAH GENDUT INI YAH!!!

    MAKANYA BIKIN SKRIPSI DULUH SANAH, EH THESIS SANAH

  5. 5
    tk kiridit Says:

    oh kamu teh punya pacar?

    *heran …*

  6. 6
    ctrl+z Says:

    ini kecelakaan beneran…?? take care next time….

  7. 7
    Ben Says:

    mana skrinsut penabraknya? masak cuma dikasih 30ribu?

  8. 8
    Koen Says:

    Kantorku cuman 200m dari BIP. Why didn’t you call me? Heh, bikin kaget aja baca posting ini.

  9. 9
    harry Says:

    Kalau semua roda jadi berhenti, memang justru bisa berbahaya karena kendaraan jadi tidak terkontrol. Beberapa mobil sudah ada yang ABS (Anti lock Braking System), saya tapi kurang tahu apakah sudah ada motor yang punya fitur ini.

    Kebetulan saya juga sudah pernah mengalami sendiri kejadian mirip seperti ini (truk tiba-tiba pindah ke jalur mobil saya), dan sialnya mobil saya ternyata tidak ada rem ABS-nya. Maka ketika rem saya tekan sampai mentok, nyaris semua roda malah terkunci. Mobil kemudian jadi berbelok-belok dengan sangat liar sampai ban-ban nya mengeluarkan asap dengan bunyi yang sangat berisik.
    Akibatnya nyaris fatal, karena keberuntungan saja maka saya masih hidup sampai hari ini…

    Dan tentang helm, memang sebaiknya gunakan helm yang bagus dan dipasang dengan rapi. Sering juga kejadian helm tiba-tiba melayang dari pengendara motor di depan saya, ngeri euy… untung belum pernah ada yang menghantam kaca / mobil / orang lain. :)

    Saudara saya juga ada yang pernah tabrakan motor. Namun walaupun sudah menggunakan helm, ternyata karena helm-nya yang murahan; walhasil helm nya tersebut itu justru menjepit tengkoraknya :(
    Sampai sekarang, ingatannya masih belum pulih betul, dan kelakuannya menjadi seperti orang linglung.
    Untung istrinya ada punya usaha sendiri, karena dia jadi tidak bisa mencari nafkah. Sampai saat ini, istrinya yang bekerja untuk menghidupi keluarga mereka…

    Let’s be safe :)

  10. 10
    rendy Says:

    @oskar, ngantuk…
    @ben, mirip risiyanto mukanya….

  11. 11
    arjuna Says:

    loh
    link pacar kok bukan ke fahdi?

  12. 12
    Adrian Godong Says:

    Waduh… keren bener ceritanya!

    Selamat deh udah selamat (bener ga sih nulisnya?). Sama satu lagi, oh ternyata lo punya pacar toh. Baru tau…

    Gw dengan ini mendukung adanya fitur ABS pada motor.

  13. 13
    Joan Says:

    Ren, syukurlah kalau Astrid sama kamu nggak pa-pa. Next time, be more careful, dan jangan mau debat kusir atau kompromi. Segera minta STNK atau SIM mereka. Mereka pasti ngeles, tapi balas ancam. Jangan mau dengar apa kata mereka, yang penting tuh dapatkan identitas dulu, baru nego.

    Salam buat cewekmu.

  14. 14
    endhoot Says:

    *peyuk2 Rendy n Astrid*

  15. 15
    enda Says:

    kok bisa amnesia gitu. kebentur kepala emang?

    periksain aja yg bener jangan2x simptom

  16. 16
    Junkerz side B Says:

    lho Ren, bagian itunya kok..ah, ga jadi deh…

  17. 17
    -peng Says:

    Di jalan raya kalau pas lagi apes apapun juga bisa terjadi.

    Tapi untunglah, kejadian yang rendy alami nggak sampe fatal.

    Ambil saja hikmahnya dan mulai biasakan diri untuk selalu jaga jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan, safety distance gitu lokh. ;)

    Dan gua masih saja cuman kasihan sama ceweknya. :P *teteup*

  18. 18
    Luthfi Says:

    huch, bnr2 mngerikan

  19. 19
    henny Says:

    Duh.. Ren… syukurlah Rendy dan Astrid kayaknya nggak kenapa2. Semoga nggak ada efek tunda ke Astrid ya. *peyuk2.

    *dukung ABS di motor (jadi teringat pengalaman sendiri) dan dukung safe driving.

  20. 20
    henny Says:

    Duh.. Ren… syukurlah Rendy dan Astrid kayaknya nggak kenapa2. Semoga nggak ada efek tunda ke Astrid ya. *peyuk2.

    *dukung ABS di motor (jadi teringat pengalaman sendiri) dan dukung safe driving…

  21. 21
    Calupict Says:

    Untung enggak apa-apa banget.

  22. 22
    dodi Says:

    anzrit! kisah yang horor dan mencekam. juga menggemaskan (di bagian Rp 30 ribu dan ga mo ngasitau nama dan kabur).

    lain kali lebih hati2 ya pak.

  23. 23
    wahyu Says:

    moral of the story:
    kalo ujan deras mending di rumah aja jgn pergi kalo ga terpaksa banget ^___^

    emang ati2 di jalan ga cukup kalo orang laen nyetir seenaknya…

  24. 24
    lilis Says:

    :) ajah

  25. 25
    tikabanget Says:

    hohohohoho…
    ada yang abis CLBK niiiyyyyy….
    *siul siul*

    btw, thanx god kalian bedua gakpapa.. ^_^

  26. 26
    Niwatori Says:

    Wah telad taunya euy, smoga kalian be2 gpp. Next time (tp semoga ga akan pernah lagi) todong ktp ajah.

  27. 27
    sharivanw baca Says:

    gw pikir bukan masalah ngerem tepat waktu atau engga. gw baca cerita lo, kayanya lo masuk area blind spot si andri eh lho kok andri, maksudnya si bapak tambun. Itu sebabnya dia terus nyeruduk ke kanan, karena LO KAGAK NAMPAK DI SPIONNYA + sedikit kebodohan dia tentunya wakakaka…

    bukan masalah metoda ngerem deh. kalo lagi momotoran, hindari berjalan seiringan dipinggir mobil. minimal lu ada 3 meter dari bodi belakang mobil. syukur deh ga apa2. hahahaha sori juga komennya baru skrg :p

  28. 28
    hastu Says:

    Mrinding aku pas Astrid gak inget apa2, lega rasanya pas tau ok lagi. Mudah2an gapapa betulan deh, priksa ke dokter ya…

  29. 29
    passya Says:

    kalo gw dikasih 30rb perak, gw kasih kembalian bogem seberat 50kg…sotoy banget tuh orang yah…

  30. 30
    Jauhari Says:

    Komen dari Komentator ;)

  31. 31
    bebex Says:

    tau alamat bapak2 itu ren,,,? gimana kalo kita gebugin ajha… :D
    *sok jago

  32. 32
    cta Says:

    ih, kalo gw yang ngalamin kejadian itu (pacargw amnesia, -red) gw pasti langsung menangis tersedu-sedan.. trus akhirnya dia dirawat oleh orang yang mengaku-ngaku keluarganya demi mendapat harta.. lalu dia diracuni bahwa sebenarnya dia sudah menikah dengan pria lain. ahak ahak..

    makanya pacargw ga pernah ngebut kalo lagi bawa gw. lagian kamu ih.. ujan2 minggir dulu aja.. kesian kan pacar kamu bisi masuk angin. kalo kamu sih gapapa.. hohohoho

  33. 33
    abe Says:

    To ANDRI :
    Halah.. Secara badanmuh memang TAMB..
    Ah sudahlah, Renceh juga sama kok! ^_^

  34. 34
    Rendy Maulana dot Com » Blog Archive » Bus Lane, Sarana Transportasi Massal Baru di Bandung Says:

    [...] Mengurangi kemacetan di kota Bandung sebetulnya bisa dilakukan dari mengurangi jumlah angkutan perkotaan jenis carry / kijang dan menggantinya ke model Bus Lane seperti ini, karena menurut saya penggunaan kendaraan jenis carry/kijang sebagai angkot selain tidak efisien dari segi waktu dan penggunaan bahan bakar kebanyakan dari mereka berhenti seenaknya dipinggir jalan dan memacetkan arus lalu lintas yang ada, bahkan bisa mencelakakan orang lain jika dipadukan dengan pengemudi mobil lain yang sembrono. Pemerintah juga bisa meregenerasi bus Damri yang sudah tua dan menciptakan sebuah efisiensi kerja dari orang-orang yang bekerja di Damri, ini juga bisa dijadikan proyek. Selain Pemerintah Kota Bandung harus menata ulang ruas jalan baik itu jalur dan arah, serta penataan kota dimana banyak sekali penyalah gunaan jalur tertentu (terutama jalur Ir.H.Juanda Dago dan R.E.Martadinata) yang semula kawasan pemukiman tetapi dijadikan sentra bisnis. [...]

  35. 35
    ALWI-TIPS NGEREM Says:

    wah untung astrid lo ga’ knapa-napa,rem cakram ga’ jaminan lo bisa ngeremtepat,tapi bwat smua yang baca,(bukannya sombong/iklan) gw kan sering ikut BALI gitu….
    tips :
    klo lo mo ngerem mendadak jangan sekali-kali lo teken rem depa,pokoknya rem depan jangan ditarik,trus klo lg hujan keringkan rem lo saat jalan dengan cara.sambil jalan pelan lo tarik ulur tuh rem alias di operasikan selana lebih kurang 5 menit mirip ama tehnik yang dipake roadracer,klo hujan jangan nafsu betot gas,ingat kita lagi ga’ balap kecuali lo lagi balap..Ok!!!!!!!!!!!

Leave a Reply