Perda Penyandang Cacat Disahkan
Ini adalah sebuah pekerjaan yang baik yang baru saja dilakukan oleh DPRD Bandung. Mengesahkan Perda untuk kaum difabel menurut saya memang terlambat jika baru dilakukan beberapa hari ini, tetapi itu sudah membantu sekali bagi orang-orang yang pada kesehariannya memiliki keterbatasan untuk melakukan gerakan yang sama dengan orang normal.
ITB sendiri sudah memiliki banyak gedung yang memiliki akses khusus bagi kaum difabel ini, seperti gambar yang terdapat di postingan.
![]()
Sayangnya belum semua gedung memiliki akses khusus seperti ini. Terutama gedung-gedung tua yang biasanya jarang dilalui oleh orang. termasuk gedung saya yang merupakan gedung tua.
Harapan saya dikemudian hari bisa banyak pengelola gedung dan sarana umum diluar sarana pemerintah menerapkan fasilitas untuk kaum difabel ini, selain mengikuti kewajiban menurut Perda, yakni menerima 1 orang difabel dari 100 orang karyawan khususnya di BUMN, BUMD dan instansi pemerintahan.
Semakin banyak instansi yang menampung kaum difabel, dan penyetaraan fasilitas. Diharapkan dikemudian hari tidak ada lagi istilah orang cacat mau sukses harus ikut MLM, atau menjadi bahan olok-olokan promosi penipuan berbasiskan MLM.






October 4th, 2006 at 3:56 pm
[...] Membaca tulisan Rendy tentang disahkannya perda pernyandang cacat mengingatkan kembali saya tentang istilah difable. Seperti banyak orang, saya pertama kali menemukan istilah ini ketika menggunakan busway dan mengira itu adalah kesalahan ejaan. Tapi ternyata makin lama makin banyak yang menggunakan istilah difable secara konsisten, termasuk di antaranya media-media massa. Jelas ini bukanlah semata-mata kesalahan pengetikan. [...]
October 4th, 2006 at 4:01 pm
[...] Membaca tulisan Rendy tentang disahkannya perda pernyandang cacat mengingatkan kembali saya tentang istilah difable. Seperti banyak orang, saya pertama kali menemukan istilah ini ketika menggunakan busway dan mengira itu adalah kesalahan ejaan (saalh keitk&trade. Tapi ternyata makin lama makin banyak yang menggunakan istilah difable secara konsisten, termasuk di antaranya media-media massa. Jelas ini bukanlah semata-mata kesalahan pengetikan. [...]
October 4th, 2006 at 4:10 pm
salah lagi, difabel itu kata dalam bahasa indonesia, jadi gak perlu pake huruf miring. ayo perbaiki lagih!
October 4th, 2006 at 4:29 pm
ngaco lagi, blog ini masih pake capctha, ayo perbaiki lagih!
October 4th, 2006 at 4:33 pm
ada captcha ada sk2… dipake 2 2nya
October 4th, 2006 at 4:55 pm
kalau yang dicontoh gambar itu sih kayanya bukan untuk para difabel, berbelok-belok dan ruwet soalnya. kebayang kalau yg lewat pakai kursi roda pasti ruwet juga jalannya. kayaknya itu cuman buat asesoris deh
October 4th, 2006 at 5:15 pm
oh iyah, blog ini melanggar perda penyandang cacat, karena pake captcha
October 4th, 2006 at 7:12 pm
Wakakakak… dasar renceh bandel bin ngotot.. kalau misalnya pake moderasi satu aja napah?
October 4th, 2006 at 7:49 pm
Rendy ama Priyadi kok mesra banget??
October 4th, 2006 at 10:01 pm
*sodorin Rendy ama Priyadi ke pelaminan*
October 5th, 2006 at 8:50 am
#7
Iya, jelas2 melanggar. Sudah pakai capthca juga karena hurufnya kecil2.
October 5th, 2006 at 9:01 am
[...] Saya terharu membaca banyak artikel tentang cacat fisik. Bermula dari membaca artikel “Penggunaan Istilah ‘Difable’ atau ‘Difabel’” yang merupakan respons dari “Perda Penyandang Cacat Disahkan” sampai akhirnya membaca blog Cakfu yang diciptakan oleh seorang penyandang cacat. Ya, saya terharu ketika banyak membaca blog Cakfu ini. [...]
October 5th, 2006 at 4:01 pm
#6 itu sengaja dibuat seperti itu, karena turunannya amat curam…
di ITB sendiri ada bagian yang terparah bagi kaum difabel, yakni dibagian campus center, turunannya amat curam dan jarak yang dipergunakan untuk turunan teramat pendek dan berbahaya
October 5th, 2006 at 4:51 pm
hla ….
Sejak kapan elu di ITB?
*kaleum
June 27th, 2007 at 12:11 pm
undang2 penyandang cacat disahkan?hal yang harus ditanggapi secara arif dan sabar. hanya benar2 yang berkomitment yang mau melakukan itu, dari mulai jajaran tertinggi smpe yang terendah. bahkan dari diri kita sendiri. aku liat mereka”difable”hanya jadi objekan saja.kita mungkin perlu orng2 yang tulus. yang tau kebutuhan mereka.
September 13th, 2007 at 11:54 am
ada yang tahu termonologi nya dll ttg kaum difabel g??????????
December 3rd, 2007 at 12:57 am
Ass
boleh nimbrung ya, fasilitas tuk penyandang cacat ok, maaf yaa saya termasuk yang tidak bermasalah mau pake cacat/difable/invalid/lainnya saya lebih berfikir berapa % teman-teman yang cacat/difable/invalid/apalah namanya yang bisa kuliah di ITB atau setidaknya sekolah yang tinggi. menurut saya lebih penting ada beasiswa bagi penyandang cacat/difable/invalid disediakan kuotanya dari pihak university gitu
Wass.
August 27th, 2008 at 3:01 pm
I am very glad knowing this block. But Rendy you are not one of the persons who’re considered invalid.How if you find me a friend/s- an invalid person/s who can get in touch with me via e-mail.No matter men or women.Would you. I am hopefully waiting for your reply
Nice regard
yuni
January 26th, 2009 at 2:40 pm
mohon ijin memuat foto di artikel ini, pada situs kami, trims
January 26th, 2010 at 10:25 pm
syukurlaah msh ada yg memperhatikan,tapi yg penting terus berjuaaaaang!!!!!