Majalah Playboy Indonesia Edisi ke 2
Saya amat beruntung bisa mendapatkan majalah edisi ke 2 ini, setelah hampir 2 jam berkeliling kota ke agen-agen koran yang ada di Bandung, saya mendapatkan 2 buah majalah ini di agen terakhir.
Setelah saya membaca majalah yang memuat sampul depan Amar Doriane ini, timbul rasa iba kepada majalah ini, karena majalah ini lagi-lagi tidak memuat isi berbau pornografi, melainkan mengenai masalah politik (Tibo CS), kebudayaan, dll. Lalu ada rubrik konsultasi, yang dibahasnya pun mengenai cara memelihara ikan.
Jika berbicara mengenai Vulgar, menurut saya lebih Vulgar majalah lain seperti Maxim, FHM, atau bahkan majalah wanita seperti Cosmopolitan dlsb yang membahas mengenai kisah seksual dari wanita cosmopolitan.
Saya terus terang tidak suka dengan cara-cara tidak jantan dari FRONT PREMAN INDONESIA yang mengancam kepada pemasang iklan di Majalah Playboy Indonesia ini, terutama setelah terbitnya Majalah Playboy Indonesia edisi Pertama.
Ketika anda membuka majalah ini, maka anda akan menemukan halaman-halaman kosong yang didedikasikan kepada klien iklan mereka yang loyal tetapi diancam karena memasang iklan di Majalah tersebut.

Bisa anda bayangkan betapa ruginya sebuah majalah yang tidak ada pemasang iklan sama sekali ? dimana pendapatan majalah tersebut lebih banyak dari dari Iklan.
Jika anda seorang yang setuju atau tidak setuju atau bahkan tidak peduli mengenai keberadaan majalah yang kontroversial ini, silakan berkomentar disini, kemukakan alasan anda dengan bijak.
10/06/2006,
Artikel ini dibahas di Global Voices Online dan News & Issues @ Look C Find.com oleh Mas Fatih.






June 13th, 2006 at 5:28 pm
FPI TAEK! FBR JUGA! SOK GAYA MAEN HAKIM SENDIRI. INI NEGARA RUPUBLIK BUKAN NEGARA ISLAM! `KLO MAU HIDUP DI NEGARA INDONESIA, IKUTI CARA REPUBLIK SEBUAH NEGARA!
June 13th, 2006 at 5:46 pm
MAKAN MAKAN(tm)
June 13th, 2006 at 6:57 pm
a. Referendum ajah… yg kalah di Taiwan-kan ke Timor Leste.
b. Demokrasi = 50 persen + 1, gak suka balik deh ke negara lu…
c. Minority Right hanya untuk minority yg santun, yg belagu injek-injek aja…
WOGH.. kalo ada issue FPI ajah pada bekoar lu… begitu nanti ada kerusuhan lagi, pada nanya, “Apa salah kami..??” hehehehe… Elu salah, karena nanem time bomb melulu..!!
*gak pake aan, cuma logika dasar doang kok…
June 14th, 2006 at 11:17 pm
ya kalo emang bukan mau bikin “playboy” Kenapa mesti dinamakan “Playboy”
Kalo mau bikin Playboy ya bikin playboy. Kalo mo bikin something else ya bikin something else. Jangan2 besok2 ada yg nerbitin penthouse, tapi isinya mirip majalah trubus.
Coba ngga dinamain playboy, mungkin orang ngga akan segitu antipatinya thd majalah ybs.
June 15th, 2006 at 2:35 pm
Hidup Playboy Mereka Hidup Untuk cari Makan Coba bayangkan Ketika salah Satu Keluargamu Bekerja Disitu. Coba Bayangkan Sekali Lagi… Coba Bayangkan Lebih dalam Lagi… Masuki Pelan..pelan dan Hayati Jika Keluargamu Kerja disitu….
June 15th, 2006 at 3:51 pm
Maaf mas, Indonesia keblinger bukan karena dosa porno atau majalah playboy. Tapi karena KORUPSI. Itu dosa orang Indonesia yang sesungguhnya. Siapa disini yang tidak korupsi. Sampe dana untuk bantuan gempa aja juga disikat habis. Seharusnya kalo memang FPI mau konsisten, KORUPTOR yang harus mereka tuju. Itu yang harus mereka perjuangkan supaya DPR mau membuat dan mengesahkan Undang-Undang Anti Korupsi. (Bukannya rame-rame mengusir Inul dari Jakarta). Kalo memang FBR berani, demo ke POLDA atau ke Gubernur Sutiyoso untuk mengusir KORUPTOR.
Anda bilang Anda tidak membeli playboy di US, itu memang hak Anda. Tapi apa lantas ada orang yang menghalangi Anda jika memang ingin membeli. Tidak kan. Begitu juga jika ada anak dibawah umur ingin membeli di kios atau toko buku. Pasti tidak akan diberi. Itulah makna kontrol sosial dan kontrol individu. Anda sebagai orang yang telah dewasa mempunyai kemampuan untuk membedakan apakah sesuatu itu baik atau tidak untuk diri / jiwa Anda. Jikapun Anda ingin menghimbau untuk tidak membeli, paling banter yang bisa Anda himbau adalah anggota keluarga Anda sendiri.
Seharusnya Kita banyak belajar dari kebudayaan barat jika memang Kita telah lama terekspose dengan kebudayaan mereka. Bukannya menjadi segelintir orang dinegeri ini yang tetap cenderung memaksakan kehendak atas sesuatu yang mereka anggap benar.
June 15th, 2006 at 3:59 pm
JUMLAH RAKYAT INDONESIA BUKAN CUMA YG BISA POSTING DISINI, ENAK AJA LU NGEMENG “SEGELINTIR”…
HAYOO.. REFERENDUM..!!
*maaf… maaf tombol shift saya lengket…
June 16th, 2006 at 1:46 am
Yah, udah lah jangan bilang setuju ato ngga setuju. Realistis aja. Kl gw, majalah PLAYBOY mo masuk sini ato ngga, dari dulu gw mendukung. Malahan ‘kan bisa bikin kita punya bangsa makin variatif. Ayo pasti ada yang ga terima. Ya ‘kan?. Silahkan aja. Tapi baca dulu alasan gw.
Alasan gw : Kita ga pernah tau kita ini bangsa yang punya hukum seperti apa. Bahkan ketika kita bilang kita ini demokrasi pancasila. Pancasila aja ga pernah ngelarang tentang pornografi ato pornoaksi. Apalagi UUD ’45, GA PERNAH. Bangsa kita jelas harus lebih memperluas pandangan untuk kedepan bukannya membiarkan ORMAS agama jadi semaunya. PLAYBOY masuk karena (menurut gw) tuntutan keterbukaan (bukan buka-bukaan) dan memperdalam arti dari kontrol sosial di lu semua. Mungkin, perusahaan PLAYBOY di Amrik lagi ketawa gara2 ngeliat akibat dari sebuah thread yang berbentuk majalah dewasa. Baru dikasi majalah aja kita dah anarkis apalagi dikasi bintang bokep, bunuh-bunuhan kaleee….
Buat 40, 41, 42, 43…tuh situ aja jam terbang ngintipnya udah keliatan pro. Makanya dari pada ngintip mending beli PLAYBOY. Buka, baca, sambil ngopi, ngerokok dikit n lu gw jamin senyum-senyum sendiri.
Buat 40, 41, 42, 43 lagi…man, lu lagi ngomong dimana nih…arab?. Atau di dalem mimpi?. Bangun deh, buka buku baca lagi tentang kebebasan berekspresi (jangan minta buku dari gw, ntar gw kasi PLAYBOY jepang lu-nya ngamuk), pahami. Trus, cari deh tuh artikel yang bilang kalo agama ga pernah memandang rendah soal kesenian sebab kesenian itu bagian dari lu yang beragama (layaknya gw). Trus, baca lagi literatur agama lu. Jangan baca PLAYBOY, ntar dikira munafik. Trus, Pahami agama lu, keragaman pendapat disekitar lu, dan coba lihat apa ada orang yang ngerti apa artinya porno?. Nah, abis lu lakuin semua itu (dengan saran gw), baru lu posting lagi disini dengan pandangan berbeda lu. ok ‘kan?. Jadi lu ga perlu ngejek orang, nge-judge macem-macem dan sok dukung ORMAS yang macem-macem. Lu seharusnya punya hati sendiri, punya pilihan. Pilih dan tentukan, bung !!!. Take it or leave it.
Anyway, 666 hanyalah sebuah angka bukan sebuah lambang dari pergerakan satanic yang dilontarkan orang-orang yang jelas buta sejarah dan proporsi dirinya tentang keagungan suatu penciptaan dan kreativitas alam semesta.
666th
P.S : I’m he architect of my own destruction.
June 16th, 2006 at 4:31 pm
Saya kira suatu saat nanti Playboy Indonesia akan jadi kasus pembahasan di kelas marketing. Hanya waktu yang akan menjawab apakah pembelian lisensi Playboy suatu manuver marketing yang berhasil atau tidak.
Betul, yang lebih parah dari PB Indonesia banyak, terutama tabloid2 5000an perak yang mudah dibeli kaum kelas sosial yang lebih bawah dan lebih rentan soal moral. Coba cek statistik kelas sosial mana yang lebih sering masuk Pos Kota soal pemerkosaan & pedofilia.
Anyway btw busway, bangsa ini nggak bisa di percaya kalau soal kontrol sosial. Pssh ! Mana berani FPI/FBR lawan Koruptor ??!!
Majalah Penthouse yang isinya bersaing dengan Trubus ? Now that’s a good idea !
June 17th, 2006 at 4:01 pm
[...] å¦ä¸€æ–¹é¢ï¼ŒRendy manulna表示了ä¸åŒæ„è§ã€‚他说他很高兴能看è§ç¬¬äºŒæœŸçš„内容。他觉得它一点也ä¸è‰²æƒ…,至少跟Maxim或FHMç‰å…¶å®ƒæ‚å¿—æ¯”æ˜¯è¿™æ ·ã€‚åŽä¸¤è€…很早就在å°åº¦å°¼è¥¿äºšå‘行而未éé‡ä»»ä½•å对。 [...]
June 18th, 2006 at 2:55 am
Kalo meliat dua edisi sebelumnya yang terkesan “main aman” saya emang bersimpati sama majalah yang satu ini…
Tapi kalau niat mereka emang “sebersih” dua edisi awal, apa susahnya sih kalo akhirnya mereka merubah namanya
(daripada beli brand PlayBoy yg notabene lebih mahal bukannya lebih baik bikin brand sendiri?)
Lagipula setau saya, di negeri asalnya sendiri PlayBoy juga tidak banyak dihubungkan dengan hal2 yg baik menurut adat timur
June 19th, 2006 at 7:52 pm
mas,mbak 6666th, diatas itu tanggapan dari aku dari sanubariku yang paling dhualam. Seharusnya anda sebagai orang yang menurut anda beragama sadar dong atas situasi dan kondisi bangsa yang makin lama semakin rusak moralnya. Play Boy adalah sebuah konspirasi orang-orang yang tidak suka negri ini damai. Play Boy adalah alat bagi mereka agar bangsa Indonesia yang mayoritas muslim jauh dari ajaran agamanya. Memang negara ini adalah negara demokrasi, tetapi apakah kebebasan berpendapat dan seni harus kebablasan semacam ini? Memang banyak sekali majalah atau tabloid yang jauhhhh lebih porno dari Play Boy tapi suatu saat nanti playboy akan jauh lebih porno dari majalah porno yang duluan terbit! Kalau FPI marah kemudian mengobrak-abrik tempat maksiat termasuk kantor majalah Play Boy WAJAR bung!!!!! FPI dan umat Islam dan umat agama lain yang masih memiliki moral juga punya hak mendambakan negri ini bebas dari maksiat. Sudah cukup banyak korban berjatuhan akibat serangan virus pornografi dan aksi di Indonesia. Apa Perlu ditambah lag? Anak perkosa ibu, bapak perkosa anak, kakak perkosa adik, suami sering ketempat pelacuran dirumah istri selingkuh, ustadz,pendeta,pastor melakukan pelecehan sexsual apa ini bukan sebuah bukti bagaimana sangat berbahayanya virus pornografi? Seharusnya anda 6666th bila mengaku sebagai orang beragama ya berfikirlah seperti orang beragama! Aku mau tanya, agama mana yang melegalkan pornografi? woiii, yang laen mana suaranya? apa semua sudah kena virus Play Boy juga. Pantas saja negri ini terus menerus dilanda musibah.
June 19th, 2006 at 7:59 pm
Woi bangsat..!! lu komen gak usah pake emosi getuh, situs kawan gue neeh…
June 19th, 2006 at 8:05 pm
Betul kata avante, jadilah diri sendiri gausah pake nama Play Boy. Loe sih Boy gapercaya diri! Kalo mau jadi majalah bersih ya bersih sekalian. Kalo mau porno ya porno jangan tanggung-tanggung! Tapi konsekwensinya loe perang sama ane…oke brani nggak Boy?*@~#&^(:(:
June 19th, 2006 at 8:12 pm
halo teh MIMIN ente marah sama siapa? pro atu kontra jangan gitu dong ah! malu-maluin orang sunda. MIMIN kan nama sunda?
June 19th, 2006 at 8:17 pm
Gini cung… kesalahan itu mutlak… tapi respon kita terhadap kesalahan itu yg subjektif…
Kalo elu gak sopan, gimana bisa orang simpatik sama elu, getu looh…
Lu bener Islam??
Jangan sampe, pas chat sama gue, gue tanya hal mendasar dalam Islam aja lu gak tahu…
Jadi cuma ngaku2 Islam doang dan akhirnya nama Islam yg jadi jelek.
June 19th, 2006 at 8:32 pm
tar tar tar gak sopan sebelahmananya ya cing MIMIN? perasaan komentar aku sesuai fakta. Apa sampean tersinggung? Ya maafin deh deean juga manusia punya rasa punya hati. Jangan laporkan bapak mentri…he he. Kalo aku kristen ngapain aku bela-belain FPI. Baca deh kitabnya orang kristen! Gini deh ini menurut John Shelby Spong pakar perjanjian baru dari amrik, dia mengatakan: Kitabnya orang kristen adalah kitab yang paling ……. Oleh sebab itu simpanlah dilemari dan kunci rapat-rapat agar tidak dibaca anak-anak. Maaf nih brur ini bukan menurut aku. Gue mau tanya, siapa pemilik diskotik, bar, panti pijat, tabloid dan majalah mesum, pabrik extasi terbesar ketiga didunia yang digerebek polosi, pabrik minuman keras dll non muslim kan? Kita mah muslim yang jadi korban…ngerti kan neng Mimin! Sayah urang Bandung sama dengan pemilik situs ini, gak rela kalo Bandung dirusak brengsek-brengsek tak bermoral itu. Mas Rendy kumaha Yeuh!!!
June 19th, 2006 at 8:40 pm
Jadi gini…
Nabi juga memberi opsi tentang cara menangani kemungkaran bukan?
Nah FPI itu sudah outrage atau apalaaah getu istilahnya… nah dalam hal ini FPI musti diredam, agar Islam secara umum tidak terus ter-stigma terlalu jauh.
Jadi kalo kamu tidak setuju dgn Playboy, dan kebetulan Playboy sedang VS FPI… jgn terpancing untuk “my enemy’s enemy is my friend” dan mengangkat FPI.
Karena FPI sudah macam Siti Jenar kulihat sekarang… musti diredam juga getu looh…
June 20th, 2006 at 8:06 am
Bubarkan FPI dan FBR!
Trus ganti nama Playboy jadi Trubus!
June 20th, 2006 at 12:56 pm
Kita liat edisi ke-3 nanti kalo memang bener masih maen “aman” & “bersih” kenapa nggak ganti nama aja jadi Play Boy = Maenan Bocah
Lagian kenapa pake nama playboy coba pake nama playgroup pasti banyak ibu2 yang suka. hehehe
June 20th, 2006 at 1:16 pm
Jeng Mimin jangan khawatir, kalo sampean mau tanya tentang Islam silahkan tanyakan. Insya Alloh bila aku bisa akan aku jawab. Aku lama deket sama orang-orang FPI walaupun bukan anggota dan aku cukup lama berurusan sama para misionaris yang gemar sekali mengajak umat Islam untuk murtad. Aku tahu pribadi Habib Riziek, ketika beliau berdiskusi dihadapan -+ 160 misionaris sejabotabek dikampus STEKPI kalibata juni 2005 beliau mampu menjelaskan kenapa FPI bertindak yang menurut sebagian orang anarkis. Bahkan dua orang master thelogi asal papua masuk Islam setelah selesai berdikusi. Jadi aku tahu rencana-rencana dan trik jahat mereka guna menjauhkan umat Islam dari agamanya. Kalo segala jenis kemaksiatan terus menerus dibiarkan merajalela tanpa ada yang berusaha menghentikannya, mau jadi apa negri ini? Apa yang bisa diperbuat aparat kita? Malah mereka banyak yang tertangkap basah kongkow ditempat maksiat. Apakah salah kalo FPI bertindak seperti itu? menghancurkan segala bentuk kemaksiatan yang nyata-nyata telah merusak moral bangsa ini. Seandainya kamu bisa bertemu langsung dan berdialog langsung dengan Habib Riziek Insya Alloh air mata darah akan keluar karena kamu akan menyesal menuduh FPI biang anarkis.
June 20th, 2006 at 3:40 pm
YM ku belum kamu balas… yusuf_getsemani kan ID nyah..?? Huheuheuheuheuheu kacrut ah…
Soalnya dulu pernah, ada orang postingan nya bagus2, tapi suka nyerang agama lain membabi buta… Pas aku ajak live chat, ternyata arti “Mubah” aja dia gak tahu. Berarti postingan nya dapet dari googling kan..??
Jadi gini nyuk… saya juga lumayan dekat dgn FPI. Dan saya tidak pernah bilang mereka salah looh… Karena cara2 mereka juga sempat menjadi opsi bagi sahabat Nabi dalam keadaan-keadaan tertentu.
Saya cuma bilang mereka sudah outgarage atau outrage atau apalaah getu… jadi musti meredam diri dulu dikit…
Apalagi sekarang kan ada PKS, yg notabene menjadi jawara tak berjerawat di hasil Pemilu Jakarta kemarin, yo mbok yo dikasih lewat dulu getu looh tuh anak muda2 nyah…
*kata lainnya : FPI dah basi…
Aku yakin banyak orang sekarang yg mencukur jengotnya karena risih dgn stigma yg makin dikuatkan oleh FPI dan para bomber atheist itu.
Dan ini yg diinginkan oleh musuh2 Islam.
back to topic please…
June 20th, 2006 at 7:59 pm
Aku kalo baca http://akhirzaman.blogdrive.com/archive/17.html trus liat http://photos1.blogger.com/blogger/6784/1938/1600/FPI%20SUX.jpg jadi miris….
Saya malu…malu bukan karena beragama Islam. Tapi malu..karena FPI itu mengaku Islam!! Terlebih lagi, Islam Indonesia!!
*tendang FPI ke Mars*
**saya bebas Aan**
June 20th, 2006 at 8:02 pm
Buat Ardho (Hi Dho), gw minta gambar koran Belanda yee
*tendang FPI lagi*
*cari Aan ga dapet2*
June 21st, 2006 at 1:36 am
FPI terlalu keras… kayak sedang perang aja, sayang musuhnya sesama warga NKRI…halah… saya benci deh… tolak FPI!
Playboy terlalu sopan… kok ngomongin ikan? bikin gak konak saja. saya benci deh… tolak Playboy!
June 21st, 2006 at 9:37 am
min kapan sih sampean plusnya? Terserah deh gimana ente. PKS berjuang dengan segala kesedehanaan, kesantunan dan kebersahajaannya. Sementara FPI berjuang dengan kekuatan dan keberaniannya. Ibarat Rasululloh dan Umar ibn Khatab. Klop kan? FPI gak pernah basi, yang basi adalah muslim yang cuma bisa komentar tapi ga pernah bertindak buat kejayaan Islam. Sudah saatnya muslim diseluruh dunia bertindak tegas seperti FPI, MMI dan HTI. Agar para DAJJAL tak lagi leluasa bikin bisnis haram dinegeri-negeri muslim.
June 21st, 2006 at 3:19 pm
*Hayaaaaaaaaaah… saya mau plus atau min kuadrat kek, yg penting saya punya site dan kerajaan sendiriâ„¢.
Bawa-bawa nama Sayyidina Umar pulak si monyong ini…
Mosok saya musti berulang-ulang sih ngejelasin nya? Baca tuh postingan saya diatas, “Dan saya tidak pernah bilang mereka salah looh… Karena cara2 mereka juga sempat menjadi opsi bagi sahabat Nabi dalam keadaan-keadaan tertentu.”
Sahabat Nabi, dalam hal ini antara lain Umar ibn Khatab dan Aliy bin Abi Thalib, saya setuju dgn anda. Tapi perhatikan anak kalimat berikutnya “dalam keadaan-keadaan tertentu.” Contohnya ketika memang kekhalifahan berdiri atau syariat Islam menjadi hukum positif di daerah tersebut, goblok..!!
Bawa-bawa MMI dan HTI pulak… Jelas beda nyet…
Jelas-jelas kalo MMI bergerak di daerah konflik, bukan seperti FPI yg ditengah kota dalam keadaan kekuasaan absolut hukum sekuler pulak…
HTI jelas-jelas menjihadkan gaya berfikir, bukan seperti FPI yg ketuk palu dalam kevakuman kekhilafah Islam saat ini. Wah bisa tersinggung nih orang MMI dan HTI kalo disamain dengan FPI.
Tapi sekali lagi saya bilang, kekerasan dan main hakim sendiri ala FPI itu tidak salah, selama dilakukan dalam naungan kekhilafahan yg terlegitimasi. Namun jika kekhilafan tidak/belum berjaya disuatu tempat, maka itu adalah tindakan yg konyol dan patut dicurigai…
Nulis “negeri-negeri muslim” pulak…
Huuuuuuuuhaaaa… saya sering blog walking ke site-site blogger yg sering mengangkat tema Islam, gak pernah tuh nemuin kalimat “negeri-negeri muslim”, baik dari sipemilik situs maupun dari komentator nyah…
Ah sudah jelas lah arah mu bagi ku…
PS : YM ku belum kau balas juga bangsat.
June 21st, 2006 at 3:48 pm
kalo web nya PB indonesia apaan si?thanx
June 22nd, 2006 at 8:37 am
Kerajaan Lia Eden kaliiiiiii. Nah kan, Ketahuan belangnya, mosok muslim ngomongnya kayak begono, Dah biasa maki-maki orang ya? belajar akhlak lagi deh! biar enak diskasnya gitu.
Keadaan tertentu yang bagaimana Non, mas? Keadaan sekarang itu dah darurat. Lebih jahiliah dari jaman sebelum datang nabi Muhammad. Gak baca keadaan ente?
hor…hor, kalo mo nunggu kekhalifahan tegak bisa keburu telanjang semua bengsa Indonesia non, mas Mimin. Semoga Alloh memuliakan sampean. Ameen..eh, AMINNNNNNNN.
Sampean datang ke polda deh, rame-rame demo aparat. Bilangin sama aparat disana, FPI bisa diam kalo hukum ditegakkan.
June 22nd, 2006 at 9:02 pm
unsubscribe dari thread ini…
YM an ku ke ID YM mu : yusuf_getsemani belum juga kau balas… susah emang komunikasi sama orang yg gak punya situs…
*bukan kapitalis looh.. tapi pertanggungjawaban atas opini mu itu jadi sulit, beda dgn aku, yg selalu online dan openmind jika ada yg mau klarifikasi…
*jangan2 deean nadat=Rendy… hayyah.. kaco lu Ren kalo bener siih…
June 23rd, 2006 at 9:33 am
huakakaka…
bukan gw min… eh, situs di internet bukan kapitalis loh…
gw si baca koment kadang suka bikin geli… sebetulnya titik masalahnya sudah ketemu.. tapi tetep “keukeuh” gitu… hi hi hi hi
June 23rd, 2006 at 1:25 pm
nah lo…salah kirim kali jeng mimin, dibuka, diraba and diterawang ga nongol tuh YM mu di YM ku. Holow suralow kang Rendi nongtot juga ente he… he…
Kang Rendy gak usah iba deh sama Play Boy. Mau iba mah tuh sama perempuan-perempuan yang sudah gak punya malu buranal-burenel (bahasa mandarinnya suka buka-bukaan) disembarang tempat.
June 23rd, 2006 at 1:46 pm
asli… super asli, baca artikel ente Ren diatas aku geli banget. Bolak balik aku baca tetep geli. Baca coment no 23, 25. Jangan terkecoh saudaraku…
June 23rd, 2006 at 4:01 pm
UDAHAN AH…..CAPEK! Deean pamit dulu…., mangga kasadayana. Tar kalo ada isu panas aku masuk lagi. Per….miossssssssss……………………………………………………………………………………………………………………………………………………kabur…!
June 23rd, 2006 at 6:05 pm
Playboy tidak sesuai dengan namanya..
penipuan nih.. aduin ke YLKI
namanya Penipuan Publik
June 24th, 2006 at 8:52 am
nah lo, penipuan…denger gak ???????? eh, he…he…kan dah pamit.
June 24th, 2006 at 3:50 pm
e..Ren..masih ada edisi perdananya ga? pengen beli nih…nyari ga nemu2…
June 27th, 2006 at 4:57 pm
emang punya agama menjadikan anda orang beradab…layak masuk syorga….??
jujur gue bosan beragama dengan orang2 seperti anda nadat…
banyak kok negara yg free thinker dan nggak bertuhan…. tapi mereka nggak ngejudge cewek ksebgai iblis ..sumber malapetaka…. bitch dan sebagainya…..
yeah yeah kiamat sudah dekat…
selamat masuk syorga nadat……
menjijikan bgt bentuk syorga dengan tipe2 orang seperti anda………
orang nggak bertuhan nggak menyumpahkan sesama manusia bakal masuk neraka atau tidak…..
at least mereka ngga ngrasa holier than others like you deh…
whooooaaaaa…. males bgt sama this person…….
June 27th, 2006 at 5:14 pm
ya pantes jeng rahma, orang yang nggak beragama sorganya disini/dunia. mengkonyo mereka nyantai-nyantai aza.
semuanya serba bebasss, setan itu temen gaulnya temen curhat.
Nih baca ungkapan seorang pastur sebagai tanda kekecewaan dia terhadap tuhan : “Sebuah kesalahan besar dari tuhan, yaitu dia telah menciptakan wanita. Nah lo, bagaimana ini?
bukan aku ya yang ngomong…
Kalo sampean merasa sebagai manusia cepet deh tobat! Kiamat dah deket tau….
Sampean percaya sama Tuhan ?
June 28th, 2006 at 2:51 am
Mungkin kalo dulu pernah ada istilah No Action Talk Only , tapi kalo sekarang yang ada Too Much Talk Too Muchh Action.