Playboy Indonesia edisi ke 2Saya amat beruntung bisa mendapatkan majalah edisi ke 2 ini, setelah hampir 2 jam berkeliling kota ke agen-agen koran yang ada di Bandung, saya mendapatkan 2 buah majalah ini di agen terakhir.

Setelah saya membaca majalah yang memuat sampul depan Amar Doriane ini, timbul rasa iba kepada majalah ini, karena majalah ini lagi-lagi tidak memuat isi berbau pornografi, melainkan mengenai masalah politik (Tibo CS), kebudayaan, dll. Lalu ada rubrik konsultasi, yang dibahasnya pun mengenai cara memelihara ikan.

Jika berbicara mengenai Vulgar, menurut saya lebih Vulgar majalah lain seperti Maxim, FHM, atau bahkan majalah wanita seperti Cosmopolitan dlsb yang membahas mengenai kisah seksual dari wanita cosmopolitan.

Saya terus terang tidak suka dengan cara-cara tidak jantan dari FRONT PREMAN INDONESIA yang mengancam kepada pemasang iklan di Majalah Playboy Indonesia ini, terutama setelah terbitnya Majalah Playboy Indonesia edisi Pertama.

Ketika anda membuka majalah ini, maka anda akan menemukan halaman-halaman kosong yang didedikasikan kepada klien iklan mereka yang loyal tetapi diancam karena memasang iklan di Majalah tersebut.

Halaman Kosong

Bisa anda bayangkan betapa ruginya sebuah majalah yang tidak ada pemasang iklan sama sekali ? dimana pendapatan majalah tersebut lebih banyak dari dari Iklan.

Jika anda seorang yang setuju atau tidak setuju atau bahkan tidak peduli mengenai keberadaan majalah yang kontroversial ini, silakan berkomentar disini, kemukakan alasan anda dengan bijak. :)

10/06/2006,

Artikel ini dibahas di Global Voices Online dan News & Issues @ Look C Find.com oleh Mas Fatih.

Need A Web Hosting?

Click Here!

Advertise Here!