Jika anda melewati pertigaan Jalan Taman Sari dan Jalan Ganesha Bandung (samping ITB) sudah hampir dua minggu ini anda akan disuguhi pemandangan gunungan sampah yang berbau tidak sedap. Lucunya, Gunungan sampah seperti ini tidak hanya bisa anda temui di Jalan Taman Sari ini saja, daerah dekat keramaian seperti Pasar Tradisional, Pasar Induk, Perumahan, Jalan Umum, dll, menambah daftar gunungan sampah seperti ini. Seharusnya Museum Rekor Indonesia memberikan rekor kepada Pemda Kota Bandung atas banyaknya jumlah gunungan sampah seperti ini. Percaya atau tidak, tahun ini saja sudah dua kali kejadian seperti ini.
Permasalahannya, Kota Bandung tidak memiliki tempat penampungan sampah akhir (TPA), dikarenakan warga sekitar TPA mengeluh bau yang tidak sedap, penyakit yang datang dan takut tragedi longsornya gunungan sampah di TPA LeuwiGajah terulang kembali. Lucunya, selama ini ternyata sampah hanya ditumpuk saja, dan dibiarkan menggunung, meski sesekali sampah dipisahkan untuk diambil benda-benda logam dan plastik yang bisa dijual untuk didaur ulang. Tetapi sampah lain seperti sampah organik dan stereofoam styrofoam tidak dipikirkan cara pengolahannya.
Kemarin, saat saya melewati Gunungan sampah di dekat ITB tersebut, tampak beberapa orang dari Pemuda Pancasila yang membantu mengurangi ketinggian gunungan sampah tersebut dengan cara memilah dan membakarnya.

Pagi tadi, saat saya hendak jalan-jalan keliling kota, sambil melihat-lihat obyek menarik yang bisa diabadikan, saya menemukan selebaran yang ditempel di pintu angkuta kota. Agak menggelikan memang membacanya,
Rubbish Van Java , Buanglah Sampah di… Gedung Sate, Gubernuran, Kandang FPI, Balai kota & gedung Pemerintahan lainnya, bla3x!!! : Organisasi Sampah Masyarakat Benci Sampah BANDUNG - BERHIBER (Berserakan, Hideung, berlalar)
Entah siapa mereka yang membuat selebaran yang ditempel itu. tetapi lumayan lah untuk bikin tersenyum
Omong-Omong, apa Muri mau merekam kejadian ini dan memberikan anugerah kepada Pemerintah kota Bandung ?





May 14, 2006 at 17:27
PERTAMAAAAAAAX……….
May 14, 2006 at 17:48
Mengapa tiba-tiba blog ini jadi punya ketombe ukuran jumbo berguguran?
May 14, 2006 at 17:58
aih serius lo udah parah gitu sampah di Bandung.
Duh kotaku tercinta kok makin lama makin gak jelas gini sih nasibnya?
May 14, 2006 at 18:03
sampah ya? di merbabu malah yg mungutin sampah tu orang bule Spain cah UGM(katanya) namanya Koldo dan ganteng serta tinggi pulak. yang pribumi dan ekstrimis malah sibuk poto-poto. ada juga yang motoin si bule. mungkin ingin ikutan lomba potograpi dengan karya “Bule Baik Hati Mulia dan Bijaksana”.
May 14, 2006 at 21:03
Klimaaaaax. (Maksudnya: kelima)
Lihat donk, Pejabat Sampah Bandung ini. Ditanya macam-macam tentang sampah dll, jawabnya cuman “Soal apa?”
Bener2 mental sampah.
May 14, 2006 at 22:16
sampah ato sepamm
May 15, 2006 at 02:32
kacau juga kota bandung ya? baca pr kemaren2 kata pak gubernur (eh atau walikota ya?) katanya sudah ada pemecahan utk masalah sampah ini. ternyata belum ya?
kalau saya mah, pasti malu deh jadi pejabat yang pada sok gaya, padahal ngurus sampah aja nggak bisa…
May 15, 2006 at 09:37
btw ren, it’s styrofoam, not stereofoam :p
May 15, 2006 at 09:43
#2 sudah dijelaskan di posting sebelumnya

#3 harusnya dirayakan dong…
#8 nuhun
May 15, 2006 at 11:35
hahahha….ketombe berguguran???
May 15, 2006 at 13:14
*pake shampoo anti ketombe*
May 15, 2006 at 20:33
pasti masuk muri (musium rubbish indonesia)
May 15, 2006 at 21:20
Baunya itu loh!! Dari mulai bonbin sampe kearah sabuga, dari bonbin ke arah boromeus baunya PARAH BANGET.. BAU BUSUK..
Kalo kata pak menteri sih duit pengelolaan sampahnya dikorupsi..
May 16, 2006 at 10:29
Itu yang ada di foto adalah tempat wisata baru di Bandung, ato untuk mengusir orang-orang Jakarta supaya gak ke Bandung
May 16, 2006 at 13:42
kasiyan ya?
hihihihi
*kabur*
May 17, 2006 at 23:28
Jadi ingat saat kuliah di dekat tempat pembuangan akhir sampat. sampai-sampai ITS lebih terkenal dengan sebutan Ikuti Truk Sammpah ha.. ha..
May 18, 2006 at 13:57
#joan
Mengapa tiba-tiba blog ini jadi punya ketombe ukuran jumbo berguguran?
*ngakak gede-gede*
duuh… ketombe rendy bisa jadi sampah juga kalo numpuk…
May 18, 2006 at 21:03
ah. kayanya lebih parah bekasi. apa karna rumah saya searah sama bantar gebang ya?
May 19, 2006 at 23:32
Ngak ada TPA apa masalah ?
Namanya juga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berarti ada urusan Awal-nya. Ya kalau ngak benar di rumah- resto-pasar alias di awal, mana mungkin bener di Akhir.
Kalau kayak di Eropa orang milah di rumah, tersedia kontainer di komunal, diangkup per jenis dan dioplah di industri daur ulang kan tinggal sampah B3, sampah klinis, sampah racun aja yang ke tPA. Ngak akan bau dan paling banyak juga hanya 3-5 % dari total sampah suatu kota.
Jadi bagi Bandung bersabarlah, karena anda menjadi panutan dan sorotan bahwa sampah bisa membunuh manusia, menteror dan memberi penyakit…………..kalau di awal ngak dibenerkeun !!!!
June 5, 2006 at 02:32
heemm keliatannya mah pemkot mau pindahin TPA-nya ke pusat dan sekitar kota supaya masyarakatnya kalo pelesiran/belanja dan mau mejeng di kota gampang buang sampahnya…… hehehehe tinggal.. lung weh!!! kan tempat sampahnya gede…. hebat kan????!!!!
June 7, 2006 at 14:59
Ketombe apa salju ya? Rancangan TPA kita memble sih gak ikut aturan standar, atau pengelola daerahnya yang pada memble
June 19, 2006 at 17:21
sekarang sampah di Bandung mulai banyak lagi…uugh
February 10, 2007 at 00:05
ya, pemecahan di pangkal masalah dan bukan di ujung masalah.
March 28, 2007 at 09:10
I agree this country has never been able to deal SAMPAH very well. Such a shame.
May 13, 2007 at 15:09
kalo styrofoam mah ngak menimbulkan bau mas, cuma menggunungi saja. yang membuat bau itu busukan makanan. makanya aku yang sebelahnya tps ini kebauan aja, yah syukurnya mengingat saat2 aku sendiri membusuk karena fana dan mengingat Sang Khalik untuk jadi wargaNya yang lebih baik. kalo pak wali mau tahu solusi sampai, baiknya bertetangga dengan saya dan pemulung2 di sekitar tps saja. tinggal di gedong dan wara wiri nggak akan dapat ide, malah bingung dan ngambek sendiri. sudi ngak pak wali dan kadis kebersihan bertetangga dengan kami?
July 24, 2008 at 14:14
Ironis sekali di depan sebuah institut yang memiliki jurusan teknik lingkungan yang notabene dapat mengolah sampah, justru ada tumpukan sampah di dekatnya.. Bagaimana bapak2 dan ibu2 di Pemda kota Bandung??
Terima Kasih
August 13, 2008 at 00:57
iya, euy..
di daerah saya (baca : IT Telkom) banyak juga sampah bertebaran. bahkan, penduduk sekitar gak peduli sama sekali mengenai buruknya Buang sampah d sungai.
sampai-sampai, sungai citarum sekitar sini dijadikan oleh masyarakat sekitar (yang tidak bertanggung jawab) sebagai tempat pembuangan sampah.
yah.. coba lah kita sadardari diri kita sendiri…