PLN Membodohi Rakyat!
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar berita mengenai korban SUTET (Saluran Untuk Tegangan listrik Ekstra Tinggi) yang berunjuk rasa sambil menjahit mulut mereka di televisi. Mereka yang tanahnya dilalui oleh lintasan Kabel Listrik tegangan Tinggi tersebut menuntut ganti rugi atas tanah mereka yang tadinya produktif (maksudnya bisa diinvestasikan, diharapkan setelah beberapa tahun maka harganya akan meningkat jika dijual) menjadi tidak produktif (tidak bisa dijual dengan harga yang sama dengan tanah disekitarnya yang tidak dilalui oleh SUTET). Selain itu pula, mereka banyak yang mengeluh karena khawatir akan terkena radiasi Elektromagnetik.
Tadi Malam, sewaktu saya menonton televisi, saya menyaksikan iklan layanan masyarakat (atau tepatnya iklan pembodohan) dari PLN yang berisikan testimonial dari orang-orang yang (mungkin telah dibayar untuk iklan itu) tinggal dibawah SUTET dan mengakui bahwa mereka selama ini aman-aman saja berada dibawah sana. Padahal hal ini sudah dibahas di Jurnal Teknik Tegangan Tinggi Indonesia, dan banyak media lainnya bahwa tidak aman untuk bermukim dan melakukan kegiatan dibawah SUTET.
Seharusnya Pemerintah & PLN memberikan ganti rugi kepada mereka yang tanahnya dilewati oleh SUTET, karena PLN merupakan perusahaan milik pemerintah yang mencari Profit. Terlebih dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik yang mulai diberlakukan mulai 1 Februari besok.
Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2003, Pasal 1 ayat 11,
Ruang Bebas adalah ruang sekeliling Konduktor yang dibentuk oleh jarak bebas minimum sepanjang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTr), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dan Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi yang harus dibebaskan dari benda-benda dan kegiatan lainnya.
Yang berarti bahwa Lintasan SUTET harus dibebaskan dari benda-benda (rumah, tempat tinggal) dan kegiatan lain (sekolah, tempat berbisnis, lapangan bermain, dsb).
Sedang menurut Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar,
“Jika saja pembangunan SUTET sudah terlebih dahulu dilakukan kemudian menyusul pemukiman, tuntutan warga saya nilai tidak wajar”
dan mengenai peraturan lintasan SUTET,
“Peraturan itu ada, kalau sekian derajat dari SUTET kan tidak boleh ada pemukiman. Dengan ketinggian 100 meter kalau tidak salah 45 derajat ke kanan dan ke kiri”
Untungnya ada pernyataan dari Sang Menteri yang amat melegakan,
jika pembangunan SUTET tersebut dibangun menyusul setelah dibangunnya perumahan maka kompensasi harus diberikan.
Tetapi ada pernyataan dari menteri yang bisa dianggap kurang masuk diakal
Rachmat mengatakan sejak dahulu memang permasalahan ini sudah ada karena ketika SUTET telah dibangun di suatu tempat, kemudian ternyata ada yang membangun pemukiman di dalamnya. “Itu merupakan pelanggaran”, ujarnya.
Ah, ini hanya alasan saja Pak Menteri, Ga punya Uang Untuk mengganti ? masak melewati tanah milik orang lain tidak mau membayar ? Jika SUTET terlebih dahulu dibangun & kabelnya melewati tanah milik orang lain, seharusnya diganti, karena hal itu merugikan orang lain.
Atau Memang sebetulnya ada uang pengganti tetapi malah Dikorupsi ? Yang saya lihat dilapangan, anak-anak dari petinggi di PLN kalau makan kebanyakan di Kafe dan mobilnya bagus-bagus.
Percuma berdebat dengan orang bodoh, kroco-kroco dari orang Zalim!
Hai Pak Menteri, Bolehkah saya menagih Janjimu ? Jangan ikut-ikutan Membodohi Rakyat!
Update: setelah diperiksa ulang, bahwa 60% dari pemberi komentar disini adalah orang PLN yang menyaru dengan berbagai nickname, dan kemungkinan besar adalah orang yang sama
karena sudah mulai kearah kemarahan pengunjung, postingan ini akan ditutup komentarnya , tentu saja yang harus dibela adalah orang-orang yang ditindas karena tempatnya dilalui sutet. Salam buat orang PLN yang stress sampai menulis berkali kali disini dengan nama yang berbeda.






October 15th, 2007 at 8:04 pm
Perkenalkan,
Nama : Agus Noor Fauzi
Pekerjaan : Operator GI 150/20 KV Secang
Wah2 banyak yang mencaci, dan juga banyak yg muji. Jadi tambah semangat nich aq kalau kerja.
Kalau benar radiasi SUTT/SUTET berbahaya mendingan nggak usah ada listrik saja kali??
Listrik=Ketahanan Bangsa
Kalau kawan2 aku yg kerja di luar Sistem Jamali, mereka bisa stress gara2 tiap hari orang demo masalah pemadaman bergilir. Malahan ada istri seorang manajer yg sampai keguguran berkali-kali karena ikut merasakan beban kerja suaminya, nah lo!!!
Memang ada sebagian kecil orang PLN yg mencoba mencari rejeki tambahan dari luar ketentuan, namun masih lebih banyak lagi yg tidak seperti anda bayangkan itu.
Kalau saya boleh bilang, di Sistem Jamali PLN bisa mengambil sedikit keuntungan, namun di luar sistem Jamali yg rata2 menggunakan High Speed Diesel (HSD)? Keuntungan dari Sistem Jamali yg digunakan untuk mensubsidi silang.
PLN adalah perusahaan yg berorientasi sosial. Tidak semua tarif listrik disama ratakan sesuai TDL. Panti Asuhan, Masjid, Gereja, Sekolah dikategorikan dalam tarif sosial yg harganya jauh dibawah TDL. Hanya Industri yang harganya lebih tinggi dari TDL.
Ada cerita nich dari Papua disana dulu orang mau tagih rekening listrik yg dihadapin bukan orangnya tapi parang, panah dsb. He2…. Tapi sekarang udah agak mendingan.
So pesanku, Lihatlah masalah dari banyak sisi. Dan selalu berpikir positif. Bila ternyata pikiran positifmu salah, ambil saja hikmah yang ada agar kita tidak melakukan kesalahan seperti itu.
Selamat berkarya, Indonesia masih memerlukan orang2 seperti kalian.
October 25th, 2007 at 2:24 pm
ass. mohon maaf lahir batin jika ada salah kata &yang membuat kurang berkenan di hati semua. mungkin ada baiknya jika berdebat dengan masing-masing argumen /pendapat oarang lain namun juga disertai dengan ide-ide yang bersifat memberikan solusi bagi semua pihak.
wass.
October 27th, 2007 at 11:06 pm
Aduh Rendy, kamu ikut2an strezz kayak aq y ?!?!?! makanya kamu kalo masih nyusu jangan ikut2 an omongin hal yang kamu g ngerti, ntar kalo susu kamu abis nangis.
NB: Sebelum Ngomong Lihat Dulu, Jangan Suara Dikerasin Tapi Otak Di Kecilin Makanya Strezz Kamu
November 8th, 2007 at 10:53 am
wah..wah..wah..
bung rendi, atau pun semua orang yang ada di sini, saya mau sedikit nanya nih….
dari yang saya baca nampaknya PLN adalah musuh bagi masyarakat……
#pernahkah terlintas dalam benak anda, apa jadinya klo semua pejabat dan pegawai PLN demo, trus listrik di negri kita mati total..??
mau ngapain lo pade???
saat ini, hampir semua bidang ngebutuhin listrik, mau anda bertanggung jawab nyediain listrik buat seluruh rakyat indonesia?
#trus kalo boleh tau, kalo anda2 semua ada di posisi mereka, apa anda bisa memberikn layanan yang memuskan bagi seluruh pelanggan??
November 8th, 2007 at 2:20 pm
Maunya sih semua berjalan pada jalannya memang kadang PLN itu menyebalkan tapi tergantung bagian apanya?biasanya yg banyak korup ya bagian ngurusin beli tanah warga gitu deh….laporan per meter sih besar pi bayar ke warga ga ada separuhnya sisanya embat dewek…sekali ada proyek bisa beli 2 new car n rumah mewah….pi keluarga ga berkah….
sebenernya klo ga ad PLN bisa2 aja ko….kan banyak perusahan listrik swasta…cont…cikarang listrindo ect..
November 28th, 2007 at 11:17 am
Masuk PLN aja kalo pengin tau kesulitan PLN.
PLN tuh beribadah dan berjuang.
Bukan seperti kebanyakan yang diomongin orang.
December 15th, 2007 at 12:24 pm
electricity for better to life……………karena saya mw diangkat pegawai pln………….mboh……….
December 18th, 2007 at 7:49 pm
ren kerjanya dimana sih? boleh kenalan ngga? “,”
aku di pln loh.
December 26th, 2007 at 5:31 pm
saya kecewa dengan manusia manusia diatas. manusia indonesia hanya bisa mengkritik. Ketika orang orang yang merasa pintar ini ditempatkan pada posisi yang mereka kritik itu, pasti mereka akan melakukan tindakan yang nggak kalah bodohnya, yang diperlukan sekarang adalah aksi nyata. APa yang bisa kamu berikan demi perbaikan bangsa yang rapuh ini??? saat ini juga, Apa ?? saya berani menjamin bahwa apa yang saudara saudara lakukan sehari hari berbanding terbalik dengan apa yang setiap saat anda teriakan untuk setiap kejadian di republik ini!! bertindaklah dan terus memperbaiki, cuma itu solusinya.
January 7th, 2008 at 7:42 pm
Betul mas, semua yang berhubungan dengan PLN gak ada yang beres, Saya punya usaha yang membutuhkan daya listrik justru di sangka mencuri lalu mereka yang punya pabnrik besar kenapa bayar cuma dikit saya yang usahanya kecil dipersulit untuk mengajukan permohonan tambah daya….. Semua yang ada di PLN udah jadi penjilat bangkai anak bangsa.
January 8th, 2008 at 11:12 am
Asslamualaikum…
Pada banyak bilang gimna kl listrik di swastanisasi dengan membandingkan dengan pertamina yang semakin “ramah” ketika ada saingan dari Shell dan Petronas. Kebetulan liat metro akhir taun nih berdasarkan fakta yang akurat dari sumber luar negri terpercaya bahwa 90% Indonesia sudah dijajah oleh kapitalis baik sektor pemerintahan,perbankan,perekonomian,perminyakan dan pertambangan dan bahkan telekomunikasi. Wahai rakyat Indonesia apakah kalian mau listrik yang menguasasi hajat hidup orang banyak nomer 1 di bumi Indonesia ini di kuasai oleh pihak asing??Hal itu sama dengan penjajahan modern seperti apa yg kita alami sekarang bahkan rakyatnya sendiri yang menyuruh pemerintahnya untuk menswastakan listrik bahkan sampai berdemo??aneh sekali
tanya kenapa kok bisa gitu pdhal dulu pahlawan berjuang mati2an merebut kemerdekaan sekarang rakyatnya ingin menyerahkan ke swasta secara sukarela,apakah rakyat Indonesia memang BODOH seperti tulisan yang ada di atas??
Wasalam..
January 10th, 2008 at 11:04 am
Lama juga yah kalo gw lihat postingnya bedasar tanggal udah setahun ngebahas tulisannya Rendy. sy bangga juga dng bangsa kita sdh banyak yg mau berkomentar dan mau menghargai minimal mendengarkan pendapat orang lain. tapi mungkin sedikit perlu disampaikan dengan santun agar kita sebagai bagsa yang besar bisa dikatakan berbudaya yang luhur. BTW omong-omong soal PLN, saya punya temen yg kerja di PLN, dia sangat mencintai pekerjaannya karena menurut dia pekerjaan adalah amanah yang harus diemban dgn sebaik baiknya lagi pula dia sangat mensyukuri menerima gaji meski nominalnya saya lihat tidak sebanding dengan apa yang sdh dia berikan pada perusahaan dan bangsa yang ia cintai seperti contoh kecil, jam kerja normal teman saya sebagai sorang kopral(kalo di tentara) 12 jam sehari kalo kita hitung -/+240 jam sebulan bila dibandingkan dgn penghasilan istrinya sbg PNS dng level Jabatan yang sama 8 jam sehari/ 160jam sebulan bisa dikatakan dia kalah dng istrinya. tapi dia tetap semangat melakukan tugasnya. dari gambaran tadi saya sangat salut dan bangga dgn dia saya punya gambaran secara keseluruhan saya membayangkan betapa PLN jatuh bangun membangun Image dimata publik dengan berbagai langkah efisiensi sampai-sampai penghasilan pegawainya saya lihat belum sepadan. Salut deh buat PLN. terutama pegawainya yang pantang menyerah dan semangat tinggi. Saya jadi punya impian ANDAIKAN SEMUA KOMPONEN BANGSA INI TERMASUK RAKYATNYA SEPERTI ITU SAYA YAKIN INDONESIA AKAN GEMILANG ” JAYALAH INDONESIAKU!!!”
January 12th, 2008 at 10:09 am
woi, ngilang kemane lu. ih berani pantat takut muka, daripada gini g jelas mending yang buat ni blog jalan2 k kantor pln trus pinjem buku2nya, pasti g berani ngomong gini lagi dech. untuk mas bayu mungkin stok mcb di wilayah anda masih habis, ntar kalo ada pasti tambah dayanya lancar dech. trus kenapa pln mempermudah pelanggan besar karena untuk mengurangi kerugian pln itu adalah salah satu jalan. di atas kan dah banyak yang ngejelasin kenapa pln rugi, makanya kalo g teu jangan ngmng. ngmng pake emosi kalah sama adik saya dunk
January 12th, 2008 at 10:14 am
untuk orang2 yang g ngerti, emang semua tu g ada yang sempurna. tapi pln sudah berusaha membangun untuk memajukan perusahaan sesuai dengan visi & misinya, hargai dunk usaha pegawai2 pln. jangan asal ngomong aja, coba anda tanya sama pegawai pln. saumpama ada perusahaan lain yang menawari mereka dengan gaji sama pasti mereka pingin pindah, mengurusi pelanggan yang sok pintar itu lebih repot daripada ngerjain pekerjaan yang berat sekalipun
February 10th, 2008 at 7:27 pm
cut..cut..cut…. Mana ekspresi nyaaaaaa…….!!!!
February 22nd, 2008 at 6:53 pm
klian mmng goblok tau apa klian tntang PLN taunua cm bs protes n ksh masukan yg nga masuk akal,klian nga pkir ya klau saudra,adik,kakak,om/ kerabat dkat klian yang kerja di PLN di tuding yg bkan2 dasar kalian pengngur yang bikin rusak negara………
BUTU KUDA NI
March 5th, 2008 at 9:53 pm
trus bpk pnya solusi pa?dan pln pun sdh mnggnti rugikn?
March 6th, 2008 at 1:42 pm
yang pada hujat pln emang ga mikir??
March 9th, 2008 at 7:08 pm
Saudaraku semua yth,
Melalui tulisan ini saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal mengenai PLN.
Saya seorang pegawai PLN sudah kerja selama 23 th, trims kepada yg sudah membela maupun yg mengkritik PLN.Saya sangat mencintai perusahaan saya walaupun saya sadar bahwa masih sangat banyak kekurangannya, dan kami terus berusaha ke arah yg lebih baik.Sebetulnya masalah PLN itu sangatlah kompleks, karena melibatkan kebijakan pemerintah,PLN, pelanggan maupun dampak global.
Soal listrik swasta, sekarang sudah banyak kok listrik swasta di negeri kita ini, cuman masalahnya mereka hanya mau investasi di sisi pembangkitannya saja bukan di sisi penyaluran yg sangat padat modal dan banyak masalah sosialnya.Sedangkan soal harga Rp/kWh mereka juga tdk murah meskipun mesinnya cukup efisien (teknologi baru).
Soal SUTET, secara teknis sudah cukup jelas dibicarakan.Hanya saya seringkali merasa kasihan sekali dengan saudara-2 kita kok sampai rela menjahit mulutnya sendiri, padahal sblmnya mereka normal-2 saja kehidupannya.Tetapi semenjak LSM datang ke desanya mereka kok jadi begitu? Belakangan terungkap bahwa saudara-2 warga desa tsb ditinggalin begitu saja ditempat demo stlh diajak berdemo oleh LSM & dijahit mulutnya.Barangkali target LSM tsb sudah tercapai atau malah mrk pesimis targetnya tdk tercapai, wallahualam.Saya pernah kerja dan tinggal di bawah SUTET lebih dari 10 th,alhamdulillah s/d skr saya baik-2 saja dan anak-2 saya juga pintar-2 dan sehat.
Soal tarip PLN, sebetulnya sangatlah tergantung stake holder (pemerintah),krn kebijakan energi sepenuhnya oleh pemerintah.Sbg pembanding,Thailand: mrk memprioritaskan batubaranya u/pembangkit listriknya bukan u/ ekspor.Malaysia ; mrk memprioritaskan gasnya u/ pembangkit listriknya ketimbang ekspor.Kalau kita? kebalikannya, krn kebetulan batubara & gas termasuk komoditi utama ekspor kita.Maka jangan heran kalau kita kalah dg tetangga kita itu, krn listrik mrpk salah satu tulang punggung bergulirnya aktivitas perekonomian suatu negara.
PLN merugi? jangan di tanya lagi krn memang sudah disetting u/ tdk untung. Krn biaya produksi/harga jual tdk proporsional.Jadi siapapun yg jadi Dirutnya ya tdk akan untung.
Gaji peg PLN tinggi? menurut saya standar u/ ukuran BUMN, bahkan jauh lebih kecil dibanding BUMN lainnya.Tetapi saya bersyukur krn itu sdh cukup u/ menafkahi keluarga saya.
Jika saudara sekalian menemui peg PLN yg menyimpang/korup, saudara bisa menyampaikan kepada manajemen atasannya dengan cara yg benar disertai bukti yg valid,tentu akan diambil tindakan yg semestinya.Sudah cukup banyak kok peg PLN yg diberi sanksi administratif (penurunan pangkat) maupun yg diberhentikan tdk hormat.
Kpd adik-2 pelajar/mahasiswa ambilah PKL/KKN di PLN,dengan melihat PLN dari dalam tentunya akan lebih paham bagaimana PLN itu sesungguhnya.
Kiranya tdk akan cukup media ini u/menyampaikan profil PLN secara keseluruhan.Semoga tulisan ini bisa sedikit menjelaskan.
Listrik untuk kehidupan yg lebih baik.
Salam,
March 17th, 2008 at 10:51 am
wah ini pasti tulisan dari oknum LSM
ntar kalo dah dapet duit dari PLN, hilang deh LSM nya
dasar cari duit kok g halal
mampus aja keluarga lu
March 22nd, 2008 at 12:24 pm
Heh…ngemeng ape loe bel. Sok ilmuwan bangedd…pake bilang radiasi elektromagnetik segala.
Qta juga mesti lihat dari sudut pandang yg beda ul. jangan cuma saling nyalahin aja. kadang2 teori ama praktek dilapangan beda banget.
Loe kate bebasin tanah gampang apa.
gini aja deh…klo ada jaringan SUTET yg pengen ngelewati area or kawasan komplek perumahan loe….loe mau ngelepasin tanah dan bangunan loe?? anggap aja harga gantinya sesuai…pastinya loe mikirin perut loe kan dengan minta harga ganti yang gede…yg kadang2 gak masuk akal. GROW UP BEL….belum tentu org2 yang ada dikawasan komplek loe itu juga mau ngelepas tanah dan bangunannya…padahal listrik dah harus dialirkan. Butuh tahunan buat nego bel.
Gue gak peduli ma PLN…tp tulisan loe gak mutu bel.
Mending bertindak positif daripada anarkhi,meghujat,menjelekkan,atau menunggu bantuan dari pemerintah.
Dasar BELEGUK!!!
March 31st, 2008 at 10:38 am
PLN setiap tahun selalu saja merasa merugi rata-rata kerugian PLN antara 1 s/d 2 triliun per tahun apalagi pada tahun 2004 sebesar 4 triliun,belum lagi minta terus susidi dari negara sebesar 20 s/d 46,5 triliun pertahunnya dan lagi data kenaikan tarif tak berpernah berhenti setiap 2 tahun sekali selalu saja ada kebijakan yang merugikan pelanggannya.belum lagi kita berbicara buruknya pelayanan PLN yang byar-pet.Dua alasannya yang selalu klasik, yang pertama; BBM untuk operasional pembangkit yang mahal akibat kenaikan harga BBM (solar) padahal ekivalen Kenaikan BBM (Solar) sudah mereka up melebihi batas semestinya yang bisa bertahan sampai 300 persen dengan kenaikan tarif sesungguhnya.Alasan Yang Kedua Kekurangan besarnya Kapasitas daya yang ada dengan kapasitas daya pelanggan, setahu saya tidak ada survey data beban secara konkrit yang indepedent yang dapat dipertanggung-jawabkan oleh lembaga survey teknik berskala international,karena bisa saja data dari PLN hanya berdasarkan jumlah pelangan dan jumlah kapasitasnya saja.sedangkan data sesungguhnya PLN belum pasti.karena bisa saja ada kebocoran saluran daya(loss faktor) yang tak terdeteksi sehingga diperbaiki titik dimana loss faktor terbesarnya.
Saran saya belajarlah dengan PT.Telkom karena dulu perumtel(PT.TELKOM) sama seperti PLN kebijakanya Kalau tidak Minta naikan Susidi ke negara atau naikkin Tarif Telpon, kesannya tidak inovatif, selalu seperti itu tanpa ada kemajuan.
tapi Dengan merubah manajement yang profesional PT.TELKOM (dulu Perumtel) sekarang bisa memberikan setoran buat negara sebasar 20 triliun tepatnya 19,6 triliun pada tahun 2006-2007.Delematis memang PLN mersa pintar dan genius dengan minta dinaikan Subsidi dan Tarif Listrik. PT.TELKOM malah memberikan SETORAN BUAT NEGARA.
April 3rd, 2008 at 4:32 pm
biasalah, dinegara ini ada satu budaya orang “PINTAR” yaitu membodohi orang, jadi isi dari PLN itu mirip Lemper, udah diluar lembek didalem nya ONCOM BASI “PLN = OTAK UDANG”
April 14th, 2008 at 7:39 am
PLN itu ibarat sopir bis.
Dari juragannya ditarget harus sampai ditujuan dengan bekal minim, tetapi tanpa melihat kondisi kendaraan, jalanan, ongkos tol, harga BBM, harga oli, part, dlsb (walaupun sebenarnya sudah tahu).
Sementara dari penumpangnya menuntut sampai tujuan dengan nyaman, cepat, full AC, full music, dapat snack, dlsb.
Tetapi karena si sopir sudah komit akan tugasnya, maka tetap dalaksanakan tugas tsb dengan segala konsekuensinya,mis:menurunkan sebagian barang bawaan penumpang di tengah jalan krn tdk kuat nanjak,diomelin penumpang, dimaki orang lain krn kendaraannya berisik, berasap,dlsb.
Apabila si juragan maupun penumpang bisa lebih arif dengan melihat ke tetangga, barangkali si sopir akan bisa memberikan pelayanan yg lebih baik lagi.
Memang si sopir tsb dalam posisi yg terjepit.
April 14th, 2008 at 1:09 pm
ini khusus buat beng yang g prnh mkn skolah….
km tau etika g????? klw g tau ya pnts…..
mulut lho kudu di skolain dulu…….
N klw ngmg asal mangap aja……….
gila lho……
walau aku bkn peg,PLN….
tapi klw kata2 lho kaya anjing gilaaa
km prnh skolah g she…….
astagfirullah………
sadar beng,,,,,seandainya bp,lho…..
peg.PLN emang lho berani ngucapin kata2 kaya gitu….
anjing lhooooooooooooooooooooooooo
April 15th, 2008 at 1:11 pm
Udah..udah…jadi saling menzolimi jadinya….yang mau bejad..silahkan..yang mau jadi bijak silahkan…tapi satu…jangan jadi orang munafiq….Tuhan ngga picek (maap)…jadi..Buat ini sebagai pelajaran menuju kedewasaan..dan buat pln..tolong perbaiki citra mu…meski ngga jelek2 amat.. tapi aku pernah dikecawakan PLN..tapi..Utk menuju ke hal yg lebih baik..saya masih toleran…
April 16th, 2008 at 10:12 am
bukan gt pak,pejabat…qw tau banyak yg g suka ma PLN
tapi bukan seenakx jelek2kin PLN dong…klw emang dia berani
jangan ngomong lwat sini,langsung aja lho ngomg di dpn presiden sana,klw g lho di tembak…..
April 23rd, 2008 at 8:35 pm
bro…
Untuk menyelesaikannya tidak semudah yang dikatakan. KAta Irfan Jambak, Betul Absolutely. Dan Rendy mengatakan tidak meleset.
Disini tidak ada yang salah dan yang benar. karena “masing-masing” menyatakan saya benar.
Ini bukan solusi namun sekadar ungkapan, Kalo Saya diposisi Direksi PLN, Saya akan sama, untuk sulit mengambil keputusan yang tepat, karena memikirkan banyak hal. Dan jika Saya di posisi Masyarakat Saya akan menuntut ganti rugi yang sebesar-besarnya.
Namun Garis lurus yang perlu di pahami. Jika Duluan Transmisi baru pemukiman, maka saya sadar diri, karena saya yang salah. Namun JIka Pemukiman dulu Baru Transmisi, baru saya menuntut.
Untuk Kasus yang sudah2 dalam pembangunan Proyek transmisi 150 KV atau 500 KV, tentu nggak sembarang bangun pasti sudah ada izin.
Jadi, Tetaplah berfikir tenang, kita buat tulisan-tulisan seperti di blog. Saya Senang membaca tulisan anda yang begitu apa adanya. Dan saya juga senang melihat tanggapan. Tulisan anda mudah2an di baca oleh pemerintah. Dan sebagai pengetahuan buat saya. Trims PAL, Success always Bro..
May 7th, 2008 at 2:40 pm
Hebat bertahan sari 30 januari 2006!
Enaknya kita saling belajar menghargai orang lain. Boleh berpendapat, ya…pake etika. Bole Berbicara ya…tetep pake logika. Klo care sama rakyat ya… turun langsung dong..g pake menghujat..
Jangan pernah pesimis bangsa ini tak pernah jadi lebih baik…bangsa ini msih memiliki media yang mengajak kepada kebaikan, bangsa ini masi memiliki kak seto yang terus menerus memikirkan anak2 indonesia, bangsa ini masi memiliki pemuka2 agama yang menyampaikan,bangsa ini terus melahirkan anton medan2 yang bertobat,bangsa ini masi memiliki imam prasedjo yang terus berkutat pada permasalahan sosial negara ini, bangsa ini masih melahirkan intelektual2 yang berpihak pada rakyat dan yang pasti negara ini akan terus mengukir sejarah yang akan merubah bangsa ini lebih baik…kita adalah apa yang kita pikirkan…jd y,sebisa mungkin mari berkontribusi buat bangsa ini dengan,misal profesi atau ilmu apapun yang kita punya…
JANGAN PERNAH BERHENTI BERMIMPI
May 8th, 2008 at 1:56 pm
Saya adalah orang yang tinggal di bawah jaringan sutet.
Sebelumnya saya katakan, saya bukan ingin menuduh PT. PLN itu orang2 yang korupsi, tapi ini saya cerita tentang kenyataan yang saya alami.
1. Apakah guna AMDAL dalam hal pembangunan SUTT/SUTET ini? apa peranannya??? yang saya tahu peraturan dari AMDAL itu sendiri sudah jelas!!!! pada saat akan membangun SUTT/SUTET harus ada papan pengumumam daerah/tanah tersebut bahwa disitu akan dibangun jaringan PLN (SUTT/SUTE), bahwa tanah ini adalah milik PT. PLN. Dan bagi masyarakat yang sudah tahu akan hal tersebut PASTI AKAN TIDAK MAU membeli tanah/rumah di daerah tersebut. karena jika maksa juga itu adalah resiko dari orang yang beli. Dan pada kenyataannya yang ada!!! PT. PLN TIDAK PERNAH memasang papan/plang pengumuman tentang hal itu (SUDAH MELANGGAR ATAU BELUM?????)
2. SOSIALISASI!!! itu juga adalah syarat utama dalam AMDAL agar pembangunan berjalan dengan lancar tanpa(???) komplain dari amsyarakat. Pada kenyataannya!!! mereka ditempat kami memberitahukan akan dibangunnya SUTT pada kami di tempat yang SALAH!!! mereka mengumumkan kepada kami pada malam jum’at di acara PENGAJIAN!!! Apakah sosialisasi ini sudah benar??? apakah sudah menyeluruh pada mayarakat di daerah tersebut, karena kita tau tidak semua warga mengikuti pengajian tersebut. Dan setelah mereka membangun pondasi warga kembali komplain, dan baru mereka mengadakan sosialisasi dengan masyarakat yang tinggal didaerah tersebut. Dan pada saat itu masyarakat semua menolak untuk dibangun didaerah tersebut dan minta tolong dipindahkan. dan pihak PLN mundur dan mengatakan akan disampaikan kepada atasan mereka. SEKARANG!!! Apakah syarat sosialisasi yang mereka adakan dengan membangun terlebih dahulu itu BENAR?????
3. setelah 3 tahun stagnan. tiba-tiba ada surat dari pemerintah daerah supaya camat dan pejabat setempat meneruskan pembangunan tersebut. jika ada komplain akan diturunkan aparat keamanan!!! berselang 2 minggu kemudian datang APARAT TNI DAN POLRI id daerah kami!!! padahal untuk berbuat arogan tidak pernah kami lakukan. Dan yang perlu anda ketahui!!! DI GARDA PALING DEPAN ADALAH TNI!!!! Untuk apa hal tersebut dilakukan???? padahal jika untuk mengamankan jika ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, cukup POL PP saja. Apa guna TNI ada ditempat itu??? jawaban yang kami pikir adalah UNTUK MENAKUT-NAKUTI masyarakat yang ada disitu.
silahkan anda pikir!!! apakah hal diatas itu sudah sesuai prosedur??????? silahkan anda-anda jawab dengan picik ataupun bijaksana!!!
dan satu lagi siapa yang mau tinggal di bawah jaringan kawat bertegangan tinggi tersebut??? kalau di umpamakan, anda tidur di sofa yang empuk, tapi di atas anda ada 100 tombak yang diikat di gantung dengan tali, dan jika satu tombak putus dari talinya anda tinggal nama dan orang cuma bisa mengucapkan KASIHAN!!! NAIF SEKALI.
Dan siapa yang mau membeli tanah di bawah jaringan bertegangan tinggi tersebut??? tanah yang pertama kali kami beli dengan cara meminjam uang di BANK dengan harga 82.000 rupiah semeter ternyata hanya dihargakan PLN 12.000 rupiah!!!
bila anda atau keluarga anda berada di posisi kami apakah anda hanya tinggal bilang nasibmu/ku lah!!!
jawaban orang-orang pasrah yang tidak mau ikhtiar dengan berjuang membela hak miliknya. kepasrahan orang-orang yang (maaf) BODOH DAN MAU DIBODOHI!!!
terima kasih.
May 24th, 2008 at 1:39 pm
Maaf…kalau sekarang anda bisa baca di pontianak post online anda akan tahu aku bukan dari daerah jawa aku ada didaerah kalbar!!!!!! jangan seenaknya menuding orang loh???
disitu aku cuma minta pertimbangan kalian!!! kami tidak mengenal yang namanya anda sebutkan tadi, kami hanya mencoba mencari info dari situs-situs yang berhubungan dengan SUTT maupun SUTET dan ketemulah kami dengan blog ini.
kalian tau???kami membeli rumah dan tetek bengeknya dengan uang yang Insya Allah HALAL, kami hutang di bank kami hutang sekeliling pinggang hanya untuk mencari kehidupan yang layak dan ketenangan…dan apa yang terjadi sekarang????mereka seenaknya membangun SUTT tanpa permisi, dengan AMDAL yang banyak dilanggar, dan malah ada lagi secara menipu. kenapa kami bilang menipu??? karena alasan waktu itu dikatakan tower tersebut bukan SUTT tapi tower TELKOMSEL!!!!!!!!
tolong…jujurlah dalam bersikap, bijaksanalah dalam bertindak.
wassalam.
May 28th, 2008 at 3:05 pm
Sdr Rendi, lo sbnarnya orang berpendidikan gk? gw sdh bc pendapat lo ttg PLN, dan lo org yg sbtulnya ga peduli ma RAKYAT kan? dr pndapat km, km gk tw APA-APA ttg PLN kan? jgn cm bnyk bacot lo!!!!!!!
DASAR ORANG YG TIDAK TW DIRI……..
June 3rd, 2008 at 2:13 pm
Maklumlah namanya juga pemerintah, kapan mereka perhatian sama kita yang ada jg jk kita kesulitan bayar tagihan baru mereka perhatian alias KASIH DENDA, PENCABUTAN!!!
tapi ya salah kita juga kenapa kita mau tinggal di Indonesia yang jelas-jelas pemimpinnya dah ng punya hati, ng punya kuping yang mereka punya cuma tangan dan itu juga dipanjang-panjangin sama bibir yang pada dower semua akibat boongin kita-kita.
Ya sabar aja buat korban sutet, lapindo dan yang lainnya, kita itung-itungan sama orang yang ngakunya terhormat nanti di akhirat
June 7th, 2008 at 2:04 pm
untuk saudara-saudara yang sewot…
). tower tersebut tidak pernah menjadi tower telkomsel, tapi malah menjadi tower sutt, jika anda orang yang mengerti dunia telekomunikasi anda pasti tau itu tower apa (nampak dari bentuknya). jika ingin berkomentar, silahkan pelajari terlebih dahulu ya???jangan main tebak-tebakan…karena tulisan anda seperti anak kecil
angga
anda bukan berada pada daerah kami, nampak dari jawaban anda yang tidak masuk akal sama sekali…maaf, mungkin andalah yang provokator tersebut,anda tidak mengerti keadaan disini lalu berani komentar seperti orang tidak berpendidikan (maaf loh
cukima
terima kasih atas masukannya, saya mengerti kenapa anda tidak dapat melihat proporsi situasi keadaan kami disini, karena anda tidak berada di kota kami atau lebih khusus di daerah kami. kondisi keadaan sekarang memang memang relatif sudah sejuk, dan itu dikarenakan pihak aparat yang cuma menjaga meteriil dan jadi donor darah bagi nyamuk sudah ditarik kembali setelah pihak komnasham turun tangan dan memberi rekomendasi pada pihak-pihak terkait.
tapi saran anda dalam hal hukum akan jadi masukan yang sangat berharga bagi kami,karena prosedur yang dilaksanakannya (oknum kata anda) tidak sesuai dengan peraturan menteri lingkungan hidup th 1999. dan kami juga sudah mendapat data yang terpercaya, bahwa ada KKN dalam pembangunan ini, dan mungkin dalam waktu dekat masalah ini akan diadukan pada KPK, InsyaAllah semua jadi jelas…Amin.
andi
saya setuju dengan pendapat anda, lumpur lapindo sudah jelas siapa yang salah, tapi apa penyelesaiannya????
kalau memang saya orang kaya kayak bakri (terlepas dari masalah kekurangannya) saya pengen pindah ke arab aja
hukum yang ditegakkan disana hukum Islam, jelas dan keras.
June 11th, 2008 at 1:59 pm
Adnan

.
Trims atas masukannya yang bener-bener netral…
Saya setuju dengan apa yang dikatakan mas, kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT…setiap orang memang punya masalah masing-masing, dan tergantung pribadi orang tersebut bagaimana cara dia menyikapinya, bijaksana adalah kata yang sangat gampang diucapkan tetapi sedikit yang dapat menerapkannya… (iya toh…???):)
Dan kenyataanya sekarang, kami (termasuk saya) adalah orang yang “merasa dirugikan” akan adanya jaringan SUTT yang melintasi tepat diatas pemukiman kami, dan siapapun pasti tau, dalam hal komersil, rumah dan tanah yang dilintasi daerah tersebut pasti jadi jauh lebih murah toh????
Makanya saya muter-muter di Internet pengen cari lebih dalam apa kata dari para ahli tentang radiasi, dampak sosial, psikologis maupun komersial dari adanya jaringan SUTT/SUTET yang melintasi pemukiman mereka, dan beragam pula info yang saya dapat dari dunia maya ini (terlepas dari masalah provokasi, pembohongan dan ataupun realitanya). Dan yang lebih jelas lagi dampak psikologis dan komersil itu sudah pasti, namun dampak radiasi masih menjadi tanda tanya yang sangat besar (bagi saya) karena terdapat pro dan kontra dari hal ini.
Saya juga butuh masukan dari mas Adnan, bagaimana cara penyelesaian yang baik??????? karena pada kenyataannya sekarang ini tower tersebut dikerjakan sampai selesai dengan pengawalan aparat dari pihak TNI dan POLRI (Jujur…kami melihat ini seperti dipaksakan). Padahal untuk berlaku anarkis tidak pernah kami lakukan, kami juga orang yang sedikit mengerti tentang masalah hukum, jika mengganggu milik orang lain berarti kami sudah berlaku kriminal toh????
Mohon masukannya kembali mas….thanks sebelum dan sesudahnya
June 12th, 2008 at 8:05 pm
PLN tuh kerjanya madamin listrik mulu..ini kAN saat2nya orang ujian. BETE
July 25th, 2008 at 11:52 am
PLN memang geblek…
tapi semua yang nulis komentar negatif di sini MUNAFIK semua,
Coba hitung manfaat Listrik (DARI PLN) yang dah kalian makan dari makmu melahirkan kamu, kamu masih belajar baca ini budi,.. hingga kamu bisa buka internet,….
watak bangsa ini, selagi bermanfaat pura2buta tapi terima saja pemberian fasilitas itu, giliran suruh berkorban dikit, maki-maki…
PLN emang geblek, TAPI BERJASA pada Kalian..
August 2nd, 2008 at 9:34 pm
kalo pln di swastakan bahaya. mereka maunya maen di jawa aja. ambil contoh shell dan petronas maennya hanya di jawa dan beberapa daerah di sumatra. jadi saudara 2 kita di papua en sulawesi ga dapat listrik, apakah ini yang dinamakan bernegara? pln memang harus monopoli tapi memang kinerjanya diperbaiki
September 16th, 2008 at 10:15 am
Kalo kita gak tau apa2 masalah orang2 di atas sana……gak usah komentar yang gak2 deh……Mending kalo yang omongin bener 100 % …kalo kagak…kualat dah. Kalo cuma liatin media saja gak cukup. Ingat para media mencari dan membuat berita demi duit juga. Masalahnya rumah bibi gw di bawah SUTET dah 20 taonan….gak ada2 pa2 tuh….. pas dipasang gak dpt ganti rugi juga (walo ngeselin) tapi sepupu gw normal2 aja…gak ada yg aneh.
November 9th, 2008 at 8:57 pm
Sebenarnya Pengaruh SUTET atau jaringan extra tinggi berupa elektro magnetis statis pada pemukiman dibawah bentangan kabel sangat tidak berbahaya atau berpengaruh terhadap kesehatan manusia baik radiasi jangka pendek maupun jangka panjang. belum ada penelitian yang pasti efek yang sangat mengkwatirkan, terhadap manusia ataupun hewan serta lingkungan sekitarnya.
TAPI YANG JELAS MEMBANGUN JALUR TEGANGAN TINGGI ,YANG TERLALU DEKAT PEMUKIMAN SANGATLAH BERESIKO.