PLN Membodohi Rakyat!
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar berita mengenai korban SUTET (Saluran Untuk Tegangan listrik Ekstra Tinggi) yang berunjuk rasa sambil menjahit mulut mereka di televisi. Mereka yang tanahnya dilalui oleh lintasan Kabel Listrik tegangan Tinggi tersebut menuntut ganti rugi atas tanah mereka yang tadinya produktif (maksudnya bisa diinvestasikan, diharapkan setelah beberapa tahun maka harganya akan meningkat jika dijual) menjadi tidak produktif (tidak bisa dijual dengan harga yang sama dengan tanah disekitarnya yang tidak dilalui oleh SUTET). Selain itu pula, mereka banyak yang mengeluh karena khawatir akan terkena radiasi Elektromagnetik.
Tadi Malam, sewaktu saya menonton televisi, saya menyaksikan iklan layanan masyarakat (atau tepatnya iklan pembodohan) dari PLN yang berisikan testimonial dari orang-orang yang (mungkin telah dibayar untuk iklan itu) tinggal dibawah SUTET dan mengakui bahwa mereka selama ini aman-aman saja berada dibawah sana. Padahal hal ini sudah dibahas di Jurnal Teknik Tegangan Tinggi Indonesia, dan banyak media lainnya bahwa tidak aman untuk bermukim dan melakukan kegiatan dibawah SUTET.
Seharusnya Pemerintah & PLN memberikan ganti rugi kepada mereka yang tanahnya dilewati oleh SUTET, karena PLN merupakan perusahaan milik pemerintah yang mencari Profit. Terlebih dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik yang mulai diberlakukan mulai 1 Februari besok.
Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2003, Pasal 1 ayat 11,
Ruang Bebas adalah ruang sekeliling Konduktor yang dibentuk oleh jarak bebas minimum sepanjang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTr), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dan Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi yang harus dibebaskan dari benda-benda dan kegiatan lainnya.
Yang berarti bahwa Lintasan SUTET harus dibebaskan dari benda-benda (rumah, tempat tinggal) dan kegiatan lain (sekolah, tempat berbisnis, lapangan bermain, dsb).
Sedang menurut Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar,
“Jika saja pembangunan SUTET sudah terlebih dahulu dilakukan kemudian menyusul pemukiman, tuntutan warga saya nilai tidak wajar”
dan mengenai peraturan lintasan SUTET,
“Peraturan itu ada, kalau sekian derajat dari SUTET kan tidak boleh ada pemukiman. Dengan ketinggian 100 meter kalau tidak salah 45 derajat ke kanan dan ke kiri”
Untungnya ada pernyataan dari Sang Menteri yang amat melegakan,
jika pembangunan SUTET tersebut dibangun menyusul setelah dibangunnya perumahan maka kompensasi harus diberikan.
Tetapi ada pernyataan dari menteri yang bisa dianggap kurang masuk diakal
Rachmat mengatakan sejak dahulu memang permasalahan ini sudah ada karena ketika SUTET telah dibangun di suatu tempat, kemudian ternyata ada yang membangun pemukiman di dalamnya. “Itu merupakan pelanggaran”, ujarnya.
Ah, ini hanya alasan saja Pak Menteri, Ga punya Uang Untuk mengganti ? masak melewati tanah milik orang lain tidak mau membayar ? Jika SUTET terlebih dahulu dibangun & kabelnya melewati tanah milik orang lain, seharusnya diganti, karena hal itu merugikan orang lain.
Atau Memang sebetulnya ada uang pengganti tetapi malah Dikorupsi ? Yang saya lihat dilapangan, anak-anak dari petinggi di PLN kalau makan kebanyakan di Kafe dan mobilnya bagus-bagus.
Percuma berdebat dengan orang bodoh, kroco-kroco dari orang Zalim!
Hai Pak Menteri, Bolehkah saya menagih Janjimu ? Jangan ikut-ikutan Membodohi Rakyat!
Update: setelah diperiksa ulang, bahwa 60% dari pemberi komentar disini adalah orang PLN yang menyaru dengan berbagai nickname, dan kemungkinan besar adalah orang yang sama
karena sudah mulai kearah kemarahan pengunjung, postingan ini akan ditutup komentarnya , tentu saja yang harus dibela adalah orang-orang yang ditindas karena tempatnya dilalui sutet. Salam buat orang PLN yang stress sampai menulis berkali kali disini dengan nama yang berbeda.






February 15th, 2006 at 10:46 am
bangsa indonesia kelamaan dijajah belanda sih, jadi rakyatnya masih terbiasa dibodohi.
Kalau eropa, dikasih tuhan alam yang indah tapi kalau lagi winter katanya dinginnn..
Arab walaupun berupa padang pasir tapi kaya minyak. Afrika juga banyak mineral yang cepet bikin kaya.
Nah indonesia, dari cuaca sampai sumber daya alam yang kayak disurga katanya diberkahi(diazab) dengan para pemimpin dan wakil rakyat yang …..duh!
February 17th, 2006 at 2:43 pm
smuanya ga jelas…
rakyat juga yang dirugikan
February 23rd, 2006 at 9:11 am
Jujur aja, kita tereak2 di sini, yang duduk di kursi petinggi PLN mah pasti anteng2 doangan
February 25th, 2006 at 12:16 am
Ren, wah kayaknya tau banyak nih tentang PLN. Mau tanya dong, klo soal PLN yg di Borang pernah denger nggak kasusnya? Lagi perlu bgt nih pandangan org lain soal kasus itu, soalnya lagi bikin paper soal PLN.
Btw, nice blog!
March 1st, 2006 at 11:46 am
MIT – Im Coming…….
Hey.. This is Rendy’s Blog…
you can contact me : rendyREMOVETHISTEXT@sbm.itb.ac.id
or visit……
March 9th, 2006 at 11:08 am
….AMBIGU MAN…Quo Vadis Polemik ini. Kita Arahkan pada Idealisme u/membela rakyat lemah, ataukah pada penegakan hukum ? Bagaimanapun rakyat mesti dibela u/menuntut hak2nya,tapi berdasar Sk menteri, PLN juga bs bersikukuh hanya mau beri ganti rugi tanah yang ada bangunan menara sesuai harga wajar, dan 10 % dari NJOP u/yang dilalui jaringan.kalo masih belum puas, SK Menteri yang mesti diubah..Gantung Menteri-nya !!! Nah ini baru Riil MAn !
March 15th, 2006 at 12:30 pm
Para petinggi PLN mungkin udah di reformasi jadi agak sehat… cuma yang di bawahnya ini yang masih pada sakit. Contoh kasus… gua ngambil kredit rumah di Perumahan Bukit kayu Manis, Bogor – Jawa Barat. Akad kredit bulan november 2005… sampe maret 2006.. tuh listrik belum nyala juga…..alasannya Stock KWH Meteran di gudang sudah Habis…(PLN Semplak Bogor – contact dengan bpk Ali). Gua curiga….bilang aja sengaja di buat lama… nanti warga perumahan nyambung listrik sendiri dari tiang…udah gitu…baru dech…operasi dari PLN…. lumayan buat tambah-tambah lauk pauk sehari-hari bakal anak bini… he he he….(kasian juga nich anak bininya di kasih umpan/makan dari duit hasil dzolimi orang)….Ngga berkah dech ..hei..pegawai PLN… dijamin…….
March 23rd, 2006 at 3:28 pm
YuuKKK!
Nyante dulu ah, pusing mikirin TDL
Ikutan Polling, hebat mana Anne Ahira atau Enda Nasution di http://www.anneahiravsenda.blogspot.com
April 6th, 2006 at 8:07 am
Melihat judulnya aja sudah bikin bulu mata meradang, ini sebenarnya fakta atau penghasutan…, saya kira anda bisa membayangkan penduduk negeri ini yg sekian ratus juta dg culture budaya yg jelas-2 kurang menguntungkan, dimata dunia negeri kita sdh terpuruk, investor sdh tak tertarik lagi ya karena culture-nya yg majemuk, anarkis, suka menghasut, iri dan dengki, pendendam, ramahnya ada maunya, agama hanya diatas leher aja, materialist berjiwa penghasut gak inovatif dan kurang produktif.
Anda bisa lihat Electricity di USA saat ini sudah terpasang Jaringan Tegangan Extra Tinggi 1.000 KV ( ma’af kalo paham anda kurang info ).
Memang negeri ini sejak semula reputasinya jelek sekali, bukan hanya pengelola pemerintahan, Raja, Ratu maupun rakyatnya, coba kita tengok ke masa lalu Mulai dari Kahuripan ( Malang ) Ken Arok …. dst…dst…Dhaha dan Jenggala …dst …dst…dst…Majapahit …dst…dst…dst….Demak ….dst…dst
Nah sejarah jelas merupakan perjalanan bangsa dan negara, alhamdullillah sekali di negeri ini tidak diturunkan Nabi, kasihan sekali tugasnya pasti amat berat, masyarakatnya yg miskin juga pemalas mintanya menuntut melulu, yang kaya juga penipu jiwa sosialnya gak pernah terbentuk juga ganas gasak sana, gasak sini.
Jangan-2 bangsa ini bukan keturunan Adam A.S tapi benar-2 sisa-2 manusia purba/pra-sejarah yang luput dari kepunahan atau bahkan keturunan monyet jadi unsur kehewanannya sangat dominan.
Yah karena ini sudah jadi garis takdir bangsa kita yg demikian mau apa lagi ya kita terima apa adanya dengan lapang dada.
Kalau bangsa ini mau diperbaiki ya rame-2 tobat global dan belajar mulai awal lagi, otak dibentuk seperti balita lagi, belajar sopan santun, belajar bicara, belajar menghargai, belajar menghormati dan belajar berjalan, belajar makan sendiri, belajar makan dengan orang lain, belajar makan dengan orang banyak, belajar meludah, belajar kencing, belajar buang hajat, belajar tidur dan belajar bangun.
Kalo ingin menjadi bangsa yg diridhlohi Tuhan ya kita rame-2 tengok ke negeri para Nabi dan Rasullullah di kawasan Timur Tengah ?
Kalo kita gak belajar rame-2 lagi kapan lagi ? Mari kita wariskan negeri ini untuk lebih beradab ke anak cucu kita, alam kita yang sudah rusak budaya kita yang jelek agar bisa sejajar dengan bangsa lain ya gak usah muluk-2 seperti di Amerika atau Eropa di kawasan Asia sendiri kita paling hancur dan paling berantakan, mari kita koreksi diri kita sendiri sebelum orang lain yang mengkoreksi atau bahkan Tuhan yang akan mengkoreksi !! Nah ini yang paling bahaya sekali ….
Mari kita renungkan ….
Salam
April 12th, 2006 at 6:12 pm
Kalau Perusahaan yang milik negara sendiri sudah nggak mau bertanggung jawab pada rakyatnya bagaimana kita bisa berharap perusahaan luar negeri mau bertanggungjawab untuk mengembangkan masyarakat ?????
apalagi masyarakat kita adalah masyarakat yang lapar (yang tinggal dibawah sutet kan yang lapar to!!) Siapa lagi yang bis memaklumi kebodohan mereka?? Tidak mungkin mengharapkan mereka mengakui kebodohan mereka sambil menahan perut yang lapar..
April 22nd, 2006 at 1:45 pm
ANDA SIAPA?PROF.DR. KAH?ILMUWAN KAH?ATAU HANYA WARGA NEGARA R.I. YANG SANGAT BODOH ?
May 3rd, 2006 at 4:52 pm
Jika listrik disalurkan lewat bawah tanah mungkin lebih aman, tapi juga jelas lebih mahal. Akankah hidup tanpa listrik, ataukah PLN diberikan waktu untuk berbuat lebih bijaksana dan adil, ataukah PLN diberikan kesempatan memberikan pemasukan keuangan bagi negara, but not for corrupted.
May 4th, 2006 at 2:19 am
Rendy yth,
Tulisan anda menurut saya “agak” provokatif. Sepertinya anda terlalu berpihak kepada “rakyat”. Sebelum saya melanjutkan, saya declare dulu bahwa saya membahas dari segi teknis dan keilmuan, tidak sedikitpun pembenaran yang saya buat akibat saya sudah “dibayar” oleh PLN seperti tulisan anda yg agak sinis thd iklan PLN di TV. Dan Saya bukan pekerja PLN, bukan bagian dari keluarga PLN bahkan keluarga dan sanak famili terdekat tidak ada yg bekerja di PLN.
Entah jurnal Teknik mana menjadi rujukan anda seperti tulisan anda. Bagi saya justru LSM (mungkin termasuk anda) yg telah membodohi masyarakat yg menyatakan bahwa berada di bawah SUTET itu berbahaya karena radiasi elektromagnetik,dsb. Hm…saya jadi berfikir, sangat kontradiktif dg pola kehidupan anda sebelumnya (Balada Fleksi &Esia). Dari tulisan “Balada” tersurat bahwa kehidupan keseharian anda menggunakan HP. Menurut hemat saya, radiasi dari HP itu jauh lebih bahaya dibandingkan dengan radiasi Ultra High Voltage (SUTET) 500kV dilihat dari kerapatan medan dan jarak terhadap objek (manusia).
Bahaya UTAMA berada dibawah SUTET menurut hemat saya adalah orang akan binasa/mati jika conductor/kabel SUTET tsb putus dan mengenai orang dibawahnya.
Anda bisa serach di http://www.IEEE.org (ini salah satu jurnal yg bergengsi didunia) dengan keyword “EMC+Transmission”, banyak akan anda temukan ttg standard, jurnal dan conference proceeding mengenai dampak SUTET pada manusia.
Saran saya jangan mudah men-judge sesuatu tanpa alasan yg kuat. Terima kasih.
May 6th, 2006 at 7:16 pm
#39, silakan anda baca disclaimer situs ini
May 7th, 2006 at 9:35 pm
…………informasi itu didapat dari orang atau perusahaan yang membagi informasi yang mereka miliki kepada khalayak umum, dan bagaimana cara agar informasi itu terus dijaga keabsahannya ? kita sebaiknya juga memiliki informasi yang bisa dibagi kepada umum, entah itu berupa BLOG, Situs Resmi, Portal, Dsb. dan usahakan agar kontent itu termasuk kategori informasi yang diperlukan oleh khalayak umum, tidak hanya sekedar katarsis yang terkadang memenuhi search engine dan beberapa mengacaukan informasi yang sesungguhnya diperlukan.(Penggalan dari tulisan anda “Telkom Internet Goes To School”)
Maksud saya hanya suapay tulisan anda mengenau SUTET tidak mengacau informasi sesungguhnya (spt tulisan anda yg saya kutip diatas). Tapi anda malah berlindung dari disclaimer yg anda buat. Sptnya tidak ada jalan lain untuk mendudukkan masalah SUTET secara proporsional di situs ini. Owner memang segalanya, meskipun salah dan menyesatkan.
May 8th, 2006 at 7:07 am
#41 mas, kalau situ baca dari tulisan saya, sebetulnya saya bukan membahas dari segi Jaringan Listrik tegangan Tinggi milik PLN Yang melewati tanah rakyat. seharusnya tanah yang dilewati itu dibebaskan dari kegiatan bermukim atau kegiatan usaha, dalam arti lain tanah itu dibeli oleh PLN, bukan sembarang lewat tanah orang. Situ juga pasti berpikiran yang sama jika tanah situ dilewati oleh SUTET.
Penelitian tentang sutet ini baru berapa tahun sih, seperti yang anda tulis ngotot-ngotot seperti sekarang ? bagaimana efek jangka panjangnya pun kita belum tahu. Sekedar berjaga jaga daripada anda menjadikan orang sebagai kelinci percobaan atas nama ilmiah, bukankah lebih baik jika hal itu dikurangi.
Saya menangkap maksud anda memang sengaja ingin menjatuhkan saya lewat tulisan. Jika anda tidak suka dengan tulisan saya, sila anda meninggalkan situs ini dan jangan pernah kembali lagi
Usaha untuk mendudukkan masalah sutet memang tidak akan pernah selesai. selama PLN tidak mau mengganti tanah orang yang dilewatinya.
Saya harap anda menangkap point yang tentunya tidak saya tulis secara vulgar disini.
Dan memang betul, Owner adalah segalanya, sama seperti anda, dan saya berusaha seobyektif mungkin dalam menulis disini.
May 12th, 2006 at 9:46 pm
aa ini ochat lagi nyobain aja website kau
May 12th, 2006 at 9:48 pm
aa lagi nyobain nieh web aa nanti ochid tulis lagi tp tentang hal2 yang lain aja ya
May 18th, 2006 at 8:44 pm
Rendy, jauh sekali…..insyaAllah saya tidak spt yg anda tangkap bahwa saya ingin menjatuhkan anda lewat tulisan…. Sepertinya anda sudah mulai hilang kesabaran untuk melayani tulisan saya sehingga ada “pengusiran” pada diri saya untuk tidak singgah di situs ini.
Point yang saya membuat saya untuk terus berkomentar thd tulisan anda di awal:
1. Judul: PLN Membodohi Rakyat!
2. Kalimat ……….mereka banyak yang mengeluh karena khawatir akan terkena radiasi Elektromagnetik….dst
3. Kalimat …….. (atau tepatnya iklan pembodohan) dari PLN yang berisikan testimonial dari orang-orang yang (mungkin telah dibayar untuk iklan itu) tinggal dibawah SUTET dan mengakui bahwa mereka selama ini aman-aman saja berada dibawah sana. Padahal hal ini sudah dibahas di Jurnal Teknik Tegangan Tinggi Indonesia, dan banyak media lainnya bahwa tidak aman untuk bermukim dan melakukan kegiatan dibawah SUTET……..dst
Beri saya kesempatan untuk meluruskan tulisan anda tidak ikut “Membodohi Rakyat”.
Menurut pendapat saya, bahwa tanah menjadi tidak produktif, dan tidak mempunyai nilai jual itu adalah implikasi dari disinformasi seperti halnya tulisan anda yg saya kutip pada nomor 2 dan nomor 3.
Perlu saya tambahkan bahwa untuk SUTET, yang tinggi itu adalah medan listrik! Dan itu sudah di ‘minimize’ dengan meninggikan level konduktor dari objek dipermukaan tanah. Sedangkan bahaya elektromagnetik spt tulisan Ardiansyah #22 memang betul, tapi dia salah penafsiran dan dia lupa menuliskan fakta bahwa eksperiment dia di dalam lab itu menggunakan inductor high current yang menghasil high intensity electromagnetic field (saya cukup tau dg eksperiment beliau). Sedangkan medan elektromagnetik untuk SUTET? Masih lebih kecil dibandingkan radiasi HP anda.
Komentar terakhir anda untuk saya anda mempertanyakan penelitian ttg SUTET itu sudah berapa tahun? Kalau di luar indonesia, penelitian SUTET 500 kV sudah dimulai sejak awal 1967. Dibeberapa negara sperti jepang bahkan sudah dimulai sistem transmisi 1800 kV. Kalau sekedar berjaga2 efek jangka panjang seperti yang anda katakan? Kenapa anda tidak berjaga-jaga pada penggunaan handphone?
Saya harap anda tidak berprasangka buruk thd saya. Tulisan saya betul2 untuk meluruskan tulisan anda yg kebetulan bidang yg saya tekuni.
InsyaAllah ini tulisan saya terakhir buat anda. Maaf kalau telah menyinggung anda, yang benar datang dari Allah, yang salah itu datang dari saya yg dhoif serba lemah.
Wassalam,
May 23rd, 2006 at 9:51 am
[...] Tidak seperti strategi iklan televisi “SUTET”. Alih-alih ingin memenangkan opini publik, nyatanya malah menuai kritik [...]
May 23rd, 2006 at 12:00 pm
#45 kan kita tidak sedang membicarakan tentang handphone…
June 15th, 2006 at 5:53 pm
tau tentang peraturan natura
konsumen dibebankan lagi dengan investasi tegangan menengah PLN
mungkin PLN tidak boleh lagi monopoli ya
July 18th, 2006 at 12:10 am
Kata PLN “ada pemeliharaan”…artinya pemeliharaan buat org PLN yg korupsi dibanding memelihara rakyat, buat apa ?
Pelihara rakyat gk dapat uang, pelihara org2 PLN dapat bagian…pilih mana ??
July 19th, 2006 at 9:48 am
Masih banyak lagi kok, yang pln ga pernah kasih tau, kaya misalnya grounding, yang jelas2 diperlukan buat keselamatan, tapi kalo ditanya ke pln, jawabnya juga kagak memuaskan, alias ga tau alias ga care, scope kerja kayaknya cuma sebatas lampu bisa nyala doang, bentuk gelombang ancur2an, de el el, juga ga pernah diperhatikan. Mungkin yang turun ke bawah, biro jasa dan instalatir yang “resmi” perlu di atur lagi keberadaannya, paling tidak pakai orang2 yang memang benar2 tau masalah listrik, bukan sekedar nyambung kabel asal2an. Atau malah yang diatas juga ga ngerti listrik ?
September 10th, 2006 at 12:43 pm
tapi kalo sutet yang lebih dulu dbangun. . . brarti rakyat yang tinggal dibwh sutet yang bodoh. . .
anda2 jangan hanya nafsu untuk menjugde PLN salah. . . tapi lihat dari sisi pemerintah donk. . .
karena sampai dgn skrg bahaya sutet pun juga masih diteliti. . . karena ada juga ilmuan yang mengatakan tidak ada pengaruhnya. . .
September 15th, 2006 at 3:26 pm
kagak usah diributin, kalau memang dibawah kabel tt tidak berbahaya, tanahnya dibeli aja sama pln dan dibuat perumahan pegawai pln.untuk contoh kalau disitu tidak berbahaya. beres kan !
September 22nd, 2006 at 3:10 pm
studi ttg SUTET yang baru di perbatasan Jateng/Jatim juga buat kasih makan tikus2 PLN.
Pemenang tender adalah mereka yang mau melakukan studi dengan biaya riil 1M tapi pertanggungjawabannya 1,5M.
TIKUS PLN emang kelaparan yah
November 5th, 2006 at 10:48 pm
hai temen2 ak blh ikutan g disni, aku anak kaltim didaerah kota tarakan, tolong klo ada informasi yg aktual tlong informasilkan ke aku yah?
December 27th, 2006 at 5:56 pm
ass.wr.wb,
sebenarnya minyak bumi, gas bumi nasional dan internasonal makin mengurang oleh krna pemakaian yg tak terbatas. sekrng bagaimana : semua yg menyangkup gas dan minyak bumi serba mahal di luar negeri pun begitu.
Apakah kalian sudah dapat kabar, bahwa kehutanan di indonesia pada lenyap untk di tanamkan sawit sebagai bahan bakar?
egois nggak tuh.
May 20th, 2007 at 7:44 am
aku pernah memberikan comment di web PLN masalah ketidak nyamanan karena sering terjadi pemadaman didaerah kami. kenapa hanya didaerah kami? sedangkan didaerah sebelah yang jaraknya cuman 2 KM nggak mati.
fakta : didaerah kami memang kebanyakan penduduk pendidikan kurang. saat penduduk complain, alesannya macem2… (saya sendiripun pernah komplain) dan jawaban mereka “mungkin burung2 pada saling patuk di kabel”. saat saya pertama komplain, saya cuman bisa mengiyakan… mungkin… (atau saya yang bodoh?) lalu selama 5 hari berturut2 listrik tempat kami padam sekitar 2jam per harinya… saat ditanyakan… jawaban tetep sama. lalu saya ngamuk2… saya bilang, “gimana kalo tuh burung kita tembak aja. dan pohon2 kita tumbangi saja!!!!” mereka diam… saya lanjutkan, “yang jadi masalah disini, didaerah sebelah juga banyak burung & pohon, kenapa yang bermasalah hanya daerah kami? apa burung di sebelah lebih sopan dan ngerti hukum????”. mereka diam lagi… lalu mereka memberikan alasan laen… kata mereka “oo… mungkin karena masi banyak meteran bulet.” saya cuman bisa bilang “DIDAERAH SEBELAH JUGA BANYAK METERAN BULET!!!, lagian kalo masalah karena bulet, kok dulu nggak?????” mereka diam…
apakah ini cerminan PLN? suka membodohi rakyat???? hal kecil semacam ini mereka bilang mungkin, mungkin, mungkin… tanpa ada penyelesaian… tanpa ada solusi. apalagi masalah SUTET!!!!!
dan sampe sekarang, listrik tempat kami sering padam… (padahal kami… para pengusaha industri kecil, butuh listrik. apakah karena kami butuh dan hanya mereka yang bisa menyediakan mereka bisa semena2??
saya berandai2… jika ada perusahaan listrik selain PLN, saya akan pindah menjadi pelanggan yang lain…
June 30th, 2007 at 4:37 pm
selama pejabat negara + pejbat pln masih sengkongkol + kkn dan sistim pengadilan indonesia masih neko2 diperkara apapun dan bagaimanapun juga ngak akan ada hasilnya kecuali semua pejabat negara digantung di ting gantungan dulu
July 8th, 2007 at 12:19 am
la wong gitu aja kok ribut dari pada ribut ya dibongkar aja entar semua kan tanpa listrik enak hanya pakai lampu minyak semua biar pacaran klo malam lebih asyik …gitu lo…sip
July 14th, 2007 at 5:32 am
ADA yang TAU tempat WEB ADUAN/KELUHAN pelanggan PLN gak ?
Gini Listrik bangunan yang gw bangun di bongkar, padahal gw baru pengajuan aja, walau seluruh biaya gw bayar di muka. tau tau 6-7 bln kemudian ada bongkaran pln di bangunan gw yang belum jadi itu. gw bingung kalo ngajuin pemasangan itu langsung di pasang tanpa pemberitahuan kepada pelanggan dan pembongkaran itu juga tanpa pemberitahuan kepada pelanggan juga ya ? bagi para pencinta PT PLN tolong dong bebenah, jangan sewot aja. kita ini kan bangsa yang sudah mengenal peradaban. kewajiban kita jalankan dulu dengan benar (sebenar2ya, dan sebaik2nya) jangan selalu merasa benar walaupun mengerti dan sadar kalau diri salah. ini jaman SEJARAH mang bukan jaman PRASEJARAH (ngerti kan bedanya)
July 20th, 2007 at 12:37 pm
ren…….u kaga pernah nongol lg ya stlh diceramahi peg pln mengenai masalah sutet…hehehe makanya jgn sembarang ngomong klo gak tau apa2…..
August 1st, 2007 at 9:09 pm
ren, lo kabur ya? kok rumah lo diacak2 lo malah hilang. kalah pamor lo ya! ha..ha..ha..
August 7th, 2007 at 8:12 pm
SUTET…SUTET…
SETIAP HARI BIKIN MASALAH AJA TUH ANAK.
UDAH DEH… NTAR GUA KASIH PELAJARAN. DASAR ANAK HARAM.
September 6th, 2007 at 3:08 am
Assalammualaikum Wr. Wb
Sudah lama tidak masuk ke site ini…………. Tadinya saya pikir hanya saya seorang yg merasa tulisan Rendy banyak “pengkondisian fakta dan data” sehingga kesimpulan akhir beliau amburadul terhadap SUTET……
——-
Diluar dari masalah topik SUTET
Indonesia sekarang memang kebablasan… Banyak pakar mengomentari hal-hal yang bukan menjadi porsinya, padahal hanya kutip sana kutip sini. Sayangnya para pakar ini susah untuk diajak berfikir secara praktis maupun akademis, maunya men-judge dengan asumsi sendiri yang ngawur. Lihat saja komentar pakar tentang IT, tentang GPS, tentang Time of Arrivel (TOA), teknologi CDMA, Image Processing, Voice Recognition…. banyak lagi… semua itu kalo di Indonesia bisa dikomentari oleh hanya SATU orang, padahal backgroundnya?……#@!*&^>>&^%+_(@!^
Semoga kita bisa segera melepaskan kebiasaan buruk ini…. termasuk saya tentunya.
Maaf atas ketidaknyamanan dalam tulisan ini.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb
September 6th, 2007 at 8:17 am
Ass.Wr.Wb.,
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik, insya Allah.
Sebelum ada listrik, hidup juga sudah baik. Jaman berubah, listrik jadi primadona dan merupakan kebutuhan pokok rakyat. Membuat listrik perlu pembangkit yg perlu energi (minyak, gas, batubara, panas bumi, air, angin, ombak, matahari, nuklir dll) utk memutar generator, yg kemudian disalurkan lewat transmisi (SUTET, SUTT) dan Distribusi (SUTM/SKTM, SUTR/SKTR, GD) sampai ke Pelanggan.
Semua itu perlu biaya yang sangat besar, baik investasi maupun operasional. Lha kalau hasil jual listriknya (rekening) lebih kecil dari biaya operasional, mana bisa terus dibangun dan dioperasikan dengan memadai. Itulah yang saat ini dialami PLN, masih bisa operasi saja masih untung, kalau bangkrut bisa dibayangin Indonesia tanpa listrik, balik lagi zaman Mojopahit.
Orang yang kerja di PLN itu (yg baik) akan masuk Surga, coba aja listrik ada di Masjid, di Gereja, tempat ibadah lainnya, di semua kamar termasuk di kamar mandi. Orang dapat penghasilan dari listrik tak terbilang banyaknya.
Tetapi kalau listrik padam sedikit saja, semuanya mengumpat ke PLN, tidak apa-apa manusiawi. PLN juga rugi kalau listriknya mati, tidak terjual karena kWh meter tidak muter. Teknis menyalurkan energi listrik ada kendalanya, baik alam bisa juga manusia (termasuk yg curi listrik).
Negara yang mau maju, listriknya bagus dan handal. Pengembangan dan pembangunan energi listrik dikendalikan pemerintah dan didukung oleh rakyatnya.
Viva PLN, viva rakyat …..
Wass.Wr.Wb.
October 2nd, 2007 at 12:19 pm
Halo semuanya,,,,, saya bertajuk sebagai penengah hanya bisa berkomentar dengan bijak saja.
Sebenarnya yang kalian perdebatkan, semuanya hanya mementingkan ego semata. Tapi coba kalian semua pikir tentang kepositifan dari PLN……….?
Kalian bayangin aja, seandainya di Negara kita ini tidak mempunyai sebuah pembangkit Listrik, bagaimana jadi kita semua??? Bukannya kita akan terus menjalankan kehidupan dalam keterpurukan…????
So, tidak ada manusia didunia ini yang mengalami kesempurnaan. Dan saya juga sangat yakin, kalau kalian adalah orang di dalam PLN, pasti kalian akan melakukan hal – hal yang sama dengan mereka yang bekerja di PLN sekarang. Dan saya pun sangat yakin apapun yang kalian katakan, adalah bused (Munafik)………(yang benar, kalian semua cenburu dengan mereka, karena kalian tidak bisa melakukan hal yang sama seperti hal yang mereka lakukan) ambil contohnya saja begini, mahasiswa yang melakukan demontrasi ke gedung DPR atau kemana saja, dengan selogan ingin menuntut Hak – hak rakyak kecil dan meminta pertanggung jawab atas penyelewengan yang telah lakukan yang mana alhasil dari ulah mereka adalah merugikan Negara. Nah sekarang kita tempat mahasiswa –mahasiswa yang melakukan demontrasi tersebut atau yang lainnya menjabati posisi – posisi yang dijabati oleh wakil rakyat sekarang, apakah mereka tidak akan melakukan penyelewengan juga???
Pejabat yang menjabati sebagai wakil rakyat sekarang, dulunya juga seorang mahasiswa yang selalu berkoar – koar di jalanan untuk melakukan tuntutan yang sama, tapi setelah mereka mendapati jabatan tersebut, apa yang telah mereka lakukan untuk memajukan bangsa ini???
Begitu juga dengan kalian semua yang melakukan posting dan fonis terhadap PLN. Yang lebih gawat lagi, kalian melakukan pencemoohan terhadap PLN, akan tetapi apakah kalian sendiri sudah melakukan kewajiban sebagai warga Negara yang berlangganan terhadap PLN………..?
Yang benar sekarang, coba saja intropeksi diri sendiri, dan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini, tidak menjadi profokator yang bersembunyi di belakang layar DOANK………………..
October 2nd, 2007 at 12:28 pm
Tau nggak kalian……….apa yang sedang diperjuangkan oleh PLN sekarang untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa……….????
tapi setau saya, orang – orang yang patut di was padai di negara ini adalah orang – orang seperti kalian…
apakah, kalian ini sudah benar – benar suci dan bersih dari perbutan yang menurut agama adalah perbuatan tercela..???