January 30th, 2006

PLN Membodohi Rakyat!

Akhir-akhir ini, kita sering mendengar berita mengenai korban SUTET (Saluran Untuk Tegangan listrik Ekstra Tinggi) yang berunjuk rasa sambil menjahit mulut mereka di televisi. Mereka yang tanahnya dilalui oleh lintasan Kabel Listrik tegangan Tinggi tersebut menuntut ganti rugi atas tanah mereka yang tadinya produktif (maksudnya bisa diinvestasikan, diharapkan setelah beberapa tahun maka harganya akan meningkat jika dijual) menjadi tidak produktif (tidak bisa dijual dengan harga yang sama dengan tanah disekitarnya yang tidak dilalui oleh SUTET). Selain itu pula, mereka banyak yang mengeluh karena khawatir akan terkena radiasi Elektromagnetik.

Tadi Malam, sewaktu saya menonton televisi, saya menyaksikan iklan layanan masyarakat (atau tepatnya iklan pembodohan) dari PLN yang berisikan testimonial dari orang-orang yang (mungkin telah dibayar untuk iklan itu) tinggal dibawah SUTET dan mengakui bahwa mereka selama ini aman-aman saja berada dibawah sana. Padahal hal ini sudah dibahas di Jurnal Teknik Tegangan Tinggi Indonesia, dan banyak media lainnya bahwa tidak aman untuk bermukim dan melakukan kegiatan dibawah SUTET.

Seharusnya Pemerintah & PLN memberikan ganti rugi kepada mereka yang tanahnya dilewati oleh SUTET, karena PLN merupakan perusahaan milik pemerintah yang mencari Profit. Terlebih dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik yang mulai diberlakukan mulai 1 Februari besok.

Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2003, Pasal 1 ayat 11,

Ruang Bebas adalah ruang sekeliling Konduktor yang dibentuk oleh jarak bebas minimum sepanjang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTr), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dan Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi yang harus dibebaskan dari benda-benda dan kegiatan lainnya.

Yang berarti bahwa Lintasan SUTET harus dibebaskan dari benda-benda (rumah, tempat tinggal) dan kegiatan lain (sekolah, tempat berbisnis, lapangan bermain, dsb).
Sedang menurut Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar,

“Jika saja pembangunan SUTET sudah terlebih dahulu dilakukan kemudian menyusul pemukiman, tuntutan warga saya nilai tidak wajar”

dan mengenai peraturan lintasan SUTET,

“Peraturan itu ada, kalau sekian derajat dari SUTET kan tidak boleh ada pemukiman. Dengan ketinggian 100 meter kalau tidak salah 45 derajat ke kanan dan ke kiri”

Untungnya ada pernyataan dari Sang Menteri yang amat melegakan,

jika pembangunan SUTET tersebut dibangun menyusul setelah dibangunnya perumahan maka kompensasi harus diberikan.

Tetapi ada pernyataan dari menteri yang bisa dianggap kurang masuk diakal

Rachmat mengatakan sejak dahulu memang permasalahan ini sudah ada karena ketika SUTET telah dibangun di suatu tempat, kemudian ternyata ada yang membangun pemukiman di dalamnya. “Itu merupakan pelanggaran”, ujarnya.

Ah, ini hanya alasan saja Pak Menteri, Ga punya Uang Untuk mengganti ? masak melewati tanah milik orang lain tidak mau membayar ? Jika SUTET terlebih dahulu dibangun & kabelnya melewati tanah milik orang lain, seharusnya diganti, karena hal itu merugikan orang lain.

Atau Memang sebetulnya ada uang pengganti tetapi malah Dikorupsi ? Yang saya lihat dilapangan, anak-anak dari petinggi di PLN kalau makan kebanyakan di Kafe dan mobilnya bagus-bagus.

Percuma berdebat dengan orang bodoh, kroco-kroco dari orang Zalim!

Hai Pak Menteri, Bolehkah saya menagih Janjimu ? Jangan ikut-ikutan Membodohi Rakyat!

Update: setelah diperiksa ulang, bahwa 60% dari pemberi komentar disini adalah orang PLN yang menyaru dengan berbagai nickname, dan kemungkinan besar adalah orang yang sama :) karena sudah mulai kearah kemarahan pengunjung, postingan ini akan ditutup komentarnya , tentu saja yang harus dibela adalah orang-orang yang ditindas karena tempatnya dilalui sutet. Salam buat orang PLN yang stress sampai menulis berkali kali disini dengan nama yang berbeda.

106 Responses to “PLN Membodohi Rakyat!”

lilis says:
January 30th, 2006 at 1:44 pm

pErtama

arjuna says:
January 30th, 2006 at 1:55 pm

kedua?

percuma sih kalo mo diomongin
mereka2 itu udah ga punya hati nurani

saylow says:
January 30th, 2006 at 2:13 pm

saya sutet kamu nanti! hihihihihi

basibanget says:
January 30th, 2006 at 2:37 pm

ADUH FONT NYA DIGEDEIN NAPAH! TERNYATA SUTET ITU GITU TOH. EMANG SIAPA SIH LO!
*satu dua eksyen*

rendy says:
January 30th, 2006 at 2:53 pm

#2 mungkin bukan manusia ?
#4 udah gw ganti MOK!

ID says:
January 30th, 2006 at 3:31 pm

Pengen banget liat direksi PLN yang sekarang dan 3-4 angkatan sebelumnya di gantung di Lapangan Monas buat peringatan bagi yang lain x-(

andry says:
January 30th, 2006 at 3:39 pm

Tidak mungkin kalo PLN (BUMN terbesar dengan 13juta lebih pelanggan) tidak ada dana kompensasi.

Misalnya saja, pendapatan dari denda saja (yang bisa 2500, 5000, 7500 untuk R1 Rumahan) perhari, bisa mencapai 400juta. Belum denda untuk pabrik besar.
Itu baru denda saja. Belum tagihan pokoknya.

Kalo memang ada good will, sumber dana bisa diambil dari sana. Itu ga akan mempengaruhi laporan pendapatan mereka. (Denda itu tidak terhitung Account Receivable ;) )
Gw tahu, dulu gw pernah ‘pegang’ CRM-nya.

Gw sepakat ama lo, Ren. Ga semestinya beri iklan counterfeit seperti itu. Chicken.

rendy says:
January 30th, 2006 at 4:50 pm

#7 gw tadi baca di milis, ternyata PLN hanya mau membayar ganti rugi tanah sebesar Rp.7500 per meter persegi. Hal itu tidaklah sebanding jika dibandingkan harga jual normal. Pada kenyataannnya PLN tidak mau membayar hal tersebut.

doeljoni says:
January 30th, 2006 at 5:02 pm

pln who ?
:D

Dedhi says:
January 30th, 2006 at 5:16 pm

Saya penggemar main layangan.
Jadi SUTET adalah BERBAHAYA bagi hidup saya!!!

vnuzday says:
January 30th, 2006 at 9:46 pm

Pendemo mulutnya dijahit..

Jelas aja pemerintah gag dengar protes-protes seperti itu, Lha wong telinga mereka juga dijahit kok.

aRdho says:
January 31st, 2006 at 5:06 am

mas markum : mau hurufnya gede? makanya pake FireFox.. gemana seh?? :p

PLN memang kacrut

kere kemplu says:
January 31st, 2006 at 10:20 am

siapapun yg jadi menteri, mikirnya gini lho:

* masalah yg sekarang adalah warisan menteri yg dulu

* yang menyelesaikan harslah menteri yang akan datang

Oskar Syahbana says:
January 31st, 2006 at 1:10 pm

Kalo kata gw sih PLN sama rakyatnya dua - duanya geblek. Itu sebagian pemukiman yang dibangun di bawah SUTET muncul setelah SUTETnya dibangun. Ga bisa minta ganti rugi dong, orang mereka sendiri yang cari penyakit.

Dan emang bener, SUTET itu menimbulkan radiasi akibat listrik tekanan tinggi. Ayo laporin ke YLKI biar ada clash action!

rendy says:
January 31st, 2006 at 1:18 pm

#14 yang bermasalah karena ia lewat tanah rakyat, terlepas itu siapa duluan yang membangun. seharusnya PLN memang mengganti tanah tersebut, karena telah menurunkan daya pakai / jual dari tanah tersebut.

soal radiasi tegangan tinggi, orang indonesia lebih baik dibayar 100 ribu untuk masuk tivi dan menipu daripada lapor ke YLKI, karena YLKI juga tidak bisa berbuat banyak.

Azil Adi Permana Ph.D says:
February 1st, 2006 at 8:46 am

loh.. bukannya RAKYAT memang BODOH??? mengapa timbul kata - kata MEMBODOHI??

*cuwek*

rahma says:
February 1st, 2006 at 10:58 pm

Bapak2 PLN, you dont value human life..

odir says:
February 2nd, 2006 at 10:40 am

ngga bakalan ngasih komentar soal gimana SUTET itu tadi. cuman, agak kesel aja ngeliat aksi mogok makan (jahit bibir) yang dilakuin oleh beberapa orang yang ngakunya “korban SUTET”. kayaknya yang kayak gitu ngga perlu dikasih simpati deh. apalagi ampe kayak yang dilakuin beberapa orang, bacain doa, salawat, etc. yang kayak gitu tuh perbuatan SETAN. toh, agama mana sih ngajarin buat nyakitin diri sendiri. setau aku, di agama yang aku anut, nykitin diri sendiri tuh hukumnya haram!

epet-manies says:
February 3rd, 2006 at 12:27 pm

Hai Ren…lam kenal
Di sini warga dapat ganti rugi gede lho!!!malah sampe ada yg bisa beli rumah bagus di kota. Intinya better life buat mereka after tanah mereka di ganti-rugi. SUTET di sini jg gk nyampe rame ky di berita2.

Gw berada di PLTU project (North oh Java) TJB-Site Coal Fired Power Station 2×660 MW

rendy says:
February 6th, 2006 at 1:44 pm

#19 wajar lah cerita yang manis2… kamu kan orang PLN…. :p

sayangnya ga semua orang seperti yang diceritakan… kebanyakan sengsara!

lilis says:
February 7th, 2006 at 9:00 am

PLN mau enaknya sendiri………..

Ardiansyah says:
February 8th, 2006 at 4:51 pm

gimana dari sisi orang-orang akademis sendiri? kebanyakan hanya angkat bicara secara teknis empiris atau hanya kasih komentar bahwa hal tersebut berakibat fatal. saya sendiri pada tahun 1999-2000 mengadakan penelitian tentang akibat paparan medan elektromagnetik arus bolak-balik dan arus searah dengan obyek telur ayam dan anak tikus, dan hasilnya sangat mengerikan. Bisakah kita bukan sekedar bicara saja, tetapi turut serta mencoba memaparkan secara langsung hasil atau akibatnya?

PLN? bukankah mereka juga masyarakat Indonesia? yang membedakan hanya saja mereka berada di lingkungan kekuasaan, dan bagi kita yang di luarnya tentu lebih memiliki power untuk melakukan sesuatu…

Jauhari says:
February 9th, 2006 at 1:46 pm

Ndak PLN, Ndak TELKOM, Ndak PERTAMINA, semuanya UUD(Ujung Ujungnya Duit)

Dan Parahnya ndak ada Kemauan menjadi LEBIH BAIK DAN BIJAK

*menjadi baik dan bijak udah BASI!!! :(

Indonesia what happen with you goverment!!!

[BY]onicS says:
February 11th, 2006 at 12:12 pm

Pasrah aja deh…
Lagian, gw belum pernah ngerasain bayar PLN.. hihihi…

alex says:
February 14th, 2006 at 4:19 pm

ren… seharusnya berterimakasihlah pada institusi semacam ini….
minimal mereka mempercepat proses pembusukan negeri ini hingga nanti begitu udah busuk total… semoga kehidupan lebih baik terbentuk :)

terimakasih PLN, TELKOM, PERTAMINA, GOVERMENT..percepatlah proses kebusukan di negeri ini… so we can make revolution…

Riyogarta says:
February 14th, 2006 at 10:57 pm

.. karena PLN merupakan perusahaan milik pemerintah yang mencari Profit.

Masa sih? Soalnya katanya rugi mulu tiap tahun :D :D

onanymous says:
February 15th, 2006 at 10:46 am

bangsa indonesia kelamaan dijajah belanda sih, jadi rakyatnya masih terbiasa dibodohi.
Kalau eropa, dikasih tuhan alam yang indah tapi kalau lagi winter katanya dinginnn..
Arab walaupun berupa padang pasir tapi kaya minyak. Afrika juga banyak mineral yang cepet bikin kaya.
Nah indonesia, dari cuaca sampai sumber daya alam yang kayak disurga katanya diberkahi(diazab) dengan para pemimpin dan wakil rakyat yang …..duh! :(

lea says:
February 17th, 2006 at 2:43 pm

smuanya ga jelas…
rakyat juga yang dirugikan

aban says:
February 23rd, 2006 at 9:11 am

Jujur aja, kita tereak2 di sini, yang duduk di kursi petinggi PLN mah pasti anteng2 doangan

Sheilla says:
February 25th, 2006 at 12:16 am

Ren, wah kayaknya tau banyak nih tentang PLN. Mau tanya dong, klo soal PLN yg di Borang pernah denger nggak kasusnya? Lagi perlu bgt nih pandangan org lain soal kasus itu, soalnya lagi bikin paper soal PLN.

Btw, nice blog!

Rendy Maulana @ MIT says:
March 1st, 2006 at 11:46 am

MIT - Im Coming…….

Hey.. This is Rendy’s Blog…
 
you can contact me : rendyREMOVETHISTEXT@sbm.itb.ac.id
or visit……

Saphere Aude !!! says:
March 9th, 2006 at 11:08 am

….AMBIGU MAN…Quo Vadis Polemik ini. Kita Arahkan pada Idealisme u/membela rakyat lemah, ataukah pada penegakan hukum ? Bagaimanapun rakyat mesti dibela u/menuntut hak2nya,tapi berdasar Sk menteri, PLN juga bs bersikukuh hanya mau beri ganti rugi tanah yang ada bangunan menara sesuai harga wajar, dan 10 % dari NJOP u/yang dilalui jaringan.kalo masih belum puas, SK Menteri yang mesti diubah..Gantung Menteri-nya !!! Nah ini baru Riil MAn !

tayosi says:
March 15th, 2006 at 12:30 pm

Para petinggi PLN mungkin udah di reformasi jadi agak sehat… cuma yang di bawahnya ini yang masih pada sakit. Contoh kasus… gua ngambil kredit rumah di Perumahan Bukit kayu Manis, Bogor - Jawa Barat. Akad kredit bulan november 2005… sampe maret 2006.. tuh listrik belum nyala juga…..alasannya Stock KWH Meteran di gudang sudah Habis…(PLN Semplak Bogor - contact dengan bpk Ali). Gua curiga….bilang aja sengaja di buat lama… nanti warga perumahan nyambung listrik sendiri dari tiang…udah gitu…baru dech…operasi dari PLN…. lumayan buat tambah-tambah lauk pauk sehari-hari bakal anak bini… he he he….(kasian juga nich anak bininya di kasih umpan/makan dari duit hasil dzolimi orang)….Ngga berkah dech ..hei..pegawai PLN… dijamin…….

BN says:
March 23rd, 2006 at 3:28 pm

YuuKKK!

Nyante dulu ah, pusing mikirin TDL

Ikutan Polling, hebat mana Anne Ahira atau Enda Nasution di http://www.anneahiravsenda.blogspot.com

Warsawa Rendy says:
April 6th, 2006 at 8:07 am

Melihat judulnya aja sudah bikin bulu mata meradang, ini sebenarnya fakta atau penghasutan…, saya kira anda bisa membayangkan penduduk negeri ini yg sekian ratus juta dg culture budaya yg jelas-2 kurang menguntungkan, dimata dunia negeri kita sdh terpuruk, investor sdh tak tertarik lagi ya karena culture-nya yg majemuk, anarkis, suka menghasut, iri dan dengki, pendendam, ramahnya ada maunya, agama hanya diatas leher aja, materialist berjiwa penghasut gak inovatif dan kurang produktif.
Anda bisa lihat Electricity di USA saat ini sudah terpasang Jaringan Tegangan Extra Tinggi 1.000 KV ( ma’af kalo paham anda kurang info ).
Memang negeri ini sejak semula reputasinya jelek sekali, bukan hanya pengelola pemerintahan, Raja, Ratu maupun rakyatnya, coba kita tengok ke masa lalu Mulai dari Kahuripan ( Malang ) Ken Arok …. dst…dst…Dhaha dan Jenggala …dst …dst…dst…Majapahit …dst…dst…dst….Demak ….dst…dst
Nah sejarah jelas merupakan perjalanan bangsa dan negara, alhamdullillah sekali di negeri ini tidak diturunkan Nabi, kasihan sekali tugasnya pasti amat berat, masyarakatnya yg miskin juga pemalas mintanya menuntut melulu, yang kaya juga penipu jiwa sosialnya gak pernah terbentuk juga ganas gasak sana, gasak sini.
Jangan-2 bangsa ini bukan keturunan Adam A.S tapi benar-2 sisa-2 manusia purba/pra-sejarah yang luput dari kepunahan atau bahkan keturunan monyet jadi unsur kehewanannya sangat dominan.
Yah karena ini sudah jadi garis takdir bangsa kita yg demikian mau apa lagi ya kita terima apa adanya dengan lapang dada.
Kalau bangsa ini mau diperbaiki ya rame-2 tobat global dan belajar mulai awal lagi, otak dibentuk seperti balita lagi, belajar sopan santun, belajar bicara, belajar menghargai, belajar menghormati dan belajar berjalan, belajar makan sendiri, belajar makan dengan orang lain, belajar makan dengan orang banyak, belajar meludah, belajar kencing, belajar buang hajat, belajar tidur dan belajar bangun.
Kalo ingin menjadi bangsa yg diridhlohi Tuhan ya kita rame-2 tengok ke negeri para Nabi dan Rasullullah di kawasan Timur Tengah ?
Kalo kita gak belajar rame-2 lagi kapan lagi ? Mari kita wariskan negeri ini untuk lebih beradab ke anak cucu kita, alam kita yang sudah rusak budaya kita yang jelek agar bisa sejajar dengan bangsa lain ya gak usah muluk-2 seperti di Amerika atau Eropa di kawasan Asia sendiri kita paling hancur dan paling berantakan, mari kita koreksi diri kita sendiri sebelum orang lain yang mengkoreksi atau bahkan Tuhan yang akan mengkoreksi !! Nah ini yang paling bahaya sekali ….
Mari kita renungkan ….
Salam

Herison says:
April 12th, 2006 at 6:12 pm

Kalau Perusahaan yang milik negara sendiri sudah nggak mau bertanggung jawab pada rakyatnya bagaimana kita bisa berharap perusahaan luar negeri mau bertanggungjawab untuk mengembangkan masyarakat ?????

apalagi masyarakat kita adalah masyarakat yang lapar (yang tinggal dibawah sutet kan yang lapar to!!) Siapa lagi yang bis memaklumi kebodohan mereka?? Tidak mungkin mengharapkan mereka mengakui kebodohan mereka sambil menahan perut yang lapar..

rizki wisnu says:
April 22nd, 2006 at 1:45 pm

ANDA SIAPA?PROF.DR. KAH?ILMUWAN KAH?ATAU HANYA WARGA NEGARA R.I. YANG SANGAT BODOH ?

Gunarso says:
May 3rd, 2006 at 4:52 pm

Jika listrik disalurkan lewat bawah tanah mungkin lebih aman, tapi juga jelas lebih mahal. Akankah hidup tanpa listrik, ataukah PLN diberikan waktu untuk berbuat lebih bijaksana dan adil, ataukah PLN diberikan kesempatan memberikan pemasukan keuangan bagi negara, but not for corrupted.

Muhammad Irfan Jambak says:
May 4th, 2006 at 2:19 am

Rendy yth,
Tulisan anda menurut saya “agak” provokatif. Sepertinya anda terlalu berpihak kepada “rakyat”. Sebelum saya melanjutkan, saya declare dulu bahwa saya membahas dari segi teknis dan keilmuan, tidak sedikitpun pembenaran yang saya buat akibat saya sudah “dibayar” oleh PLN seperti tulisan anda yg agak sinis thd iklan PLN di TV. Dan Saya bukan pekerja PLN, bukan bagian dari keluarga PLN bahkan keluarga dan sanak famili terdekat tidak ada yg bekerja di PLN.

Entah jurnal Teknik mana menjadi rujukan anda seperti tulisan anda. Bagi saya justru LSM (mungkin termasuk anda) yg telah membodohi masyarakat yg menyatakan bahwa berada di bawah SUTET itu berbahaya karena radiasi elektromagnetik,dsb. Hm…saya jadi berfikir, sangat kontradiktif dg pola kehidupan anda sebelumnya (Balada Fleksi &Esia). Dari tulisan “Balada” tersurat bahwa kehidupan keseharian anda menggunakan HP. Menurut hemat saya, radiasi dari HP itu jauh lebih bahaya dibandingkan dengan radiasi Ultra High Voltage (SUTET) 500kV dilihat dari kerapatan medan dan jarak terhadap objek (manusia).

Bahaya UTAMA berada dibawah SUTET menurut hemat saya adalah orang akan binasa/mati jika conductor/kabel SUTET tsb putus dan mengenai orang dibawahnya.

Anda bisa serach di http://www.IEEE.org (ini salah satu jurnal yg bergengsi didunia) dengan keyword “EMC+Transmission”, banyak akan anda temukan ttg standard, jurnal dan conference proceeding mengenai dampak SUTET pada manusia.
Saran saya jangan mudah men-judge sesuatu tanpa alasan yg kuat. Terima kasih.

rendy says:
May 6th, 2006 at 7:16 pm

#39, silakan anda baca disclaimer situs ini :)

Muhammad Irfan Jambak says:
May 7th, 2006 at 9:35 pm

…………informasi itu didapat dari orang atau perusahaan yang membagi informasi yang mereka miliki kepada khalayak umum, dan bagaimana cara agar informasi itu terus dijaga keabsahannya ? kita sebaiknya juga memiliki informasi yang bisa dibagi kepada umum, entah itu berupa BLOG, Situs Resmi, Portal, Dsb. dan usahakan agar kontent itu termasuk kategori informasi yang diperlukan oleh khalayak umum, tidak hanya sekedar katarsis yang terkadang memenuhi search engine dan beberapa mengacaukan informasi yang sesungguhnya diperlukan.(Penggalan dari tulisan anda “Telkom Internet Goes To School”)

Maksud saya hanya suapay tulisan anda mengenau SUTET tidak mengacau informasi sesungguhnya (spt tulisan anda yg saya kutip diatas). Tapi anda malah berlindung dari disclaimer yg anda buat. Sptnya tidak ada jalan lain untuk mendudukkan masalah SUTET secara proporsional di situs ini. Owner memang segalanya, meskipun salah dan menyesatkan.

rendy says:
May 8th, 2006 at 7:07 am

#41 mas, kalau situ baca dari tulisan saya, sebetulnya saya bukan membahas dari segi Jaringan Listrik tegangan Tinggi milik PLN Yang melewati tanah rakyat. seharusnya tanah yang dilewati itu dibebaskan dari kegiatan bermukim atau kegiatan usaha, dalam arti lain tanah itu dibeli oleh PLN, bukan sembarang lewat tanah orang. Situ juga pasti berpikiran yang sama jika tanah situ dilewati oleh SUTET.

Penelitian tentang sutet ini baru berapa tahun sih, seperti yang anda tulis ngotot-ngotot seperti sekarang ? bagaimana efek jangka panjangnya pun kita belum tahu. Sekedar berjaga jaga daripada anda menjadikan orang sebagai kelinci percobaan atas nama ilmiah, bukankah lebih baik jika hal itu dikurangi.

Saya menangkap maksud anda memang sengaja ingin menjatuhkan saya lewat tulisan. Jika anda tidak suka dengan tulisan saya, sila anda meninggalkan situs ini dan jangan pernah kembali lagi :)

Usaha untuk mendudukkan masalah sutet memang tidak akan pernah selesai. selama PLN tidak mau mengganti tanah orang yang dilewatinya.

Saya harap anda menangkap point yang tentunya tidak saya tulis secara vulgar disini.

Dan memang betul, Owner adalah segalanya, sama seperti anda, dan saya berusaha seobyektif mungkin dalam menulis disini.

ochat says:
May 12th, 2006 at 9:46 pm

aa ini ochat lagi nyobain aja website kau

ochid says:
May 12th, 2006 at 9:48 pm

aa lagi nyobain nieh web aa nanti ochid tulis lagi tp tentang hal2 yang lain aja ya

Irfan Jambak, M says:
May 18th, 2006 at 8:44 pm

Rendy, jauh sekali…..insyaAllah saya tidak spt yg anda tangkap bahwa saya ingin menjatuhkan anda lewat tulisan…. Sepertinya anda sudah mulai hilang kesabaran untuk melayani tulisan saya sehingga ada “pengusiran” pada diri saya untuk tidak singgah di situs ini.

Point yang saya membuat saya untuk terus berkomentar thd tulisan anda di awal:
1. Judul: PLN Membodohi Rakyat!
2. Kalimat ……….mereka banyak yang mengeluh karena khawatir akan terkena radiasi Elektromagnetik….dst
3. Kalimat …….. (atau tepatnya iklan pembodohan) dari PLN yang berisikan testimonial dari orang-orang yang (mungkin telah dibayar untuk iklan itu) tinggal dibawah SUTET dan mengakui bahwa mereka selama ini aman-aman saja berada dibawah sana. Padahal hal ini sudah dibahas di Jurnal Teknik Tegangan Tinggi Indonesia, dan banyak media lainnya bahwa tidak aman untuk bermukim dan melakukan kegiatan dibawah SUTET……..dst

Beri saya kesempatan untuk meluruskan tulisan anda tidak ikut “Membodohi Rakyat”.
Menurut pendapat saya, bahwa tanah menjadi tidak produktif, dan tidak mempunyai nilai jual itu adalah implikasi dari disinformasi seperti halnya tulisan anda yg saya kutip pada nomor 2 dan nomor 3.

Perlu saya tambahkan bahwa untuk SUTET, yang tinggi itu adalah medan listrik! Dan itu sudah di ‘minimize’ dengan meninggikan level konduktor dari objek dipermukaan tanah. Sedangkan bahaya elektromagnetik spt tulisan Ardiansyah #22 memang betul, tapi dia salah penafsiran dan dia lupa menuliskan fakta bahwa eksperiment dia di dalam lab itu menggunakan inductor high current yang menghasil high intensity electromagnetic field (saya cukup tau dg eksperiment beliau). Sedangkan medan elektromagnetik untuk SUTET? Masih lebih kecil dibandingkan radiasi HP anda.

Komentar terakhir anda untuk saya anda mempertanyakan penelitian ttg SUTET itu sudah berapa tahun? Kalau di luar indonesia, penelitian SUTET 500 kV sudah dimulai sejak awal 1967. Dibeberapa negara sperti jepang bahkan sudah dimulai sistem transmisi 1800 kV. Kalau sekedar berjaga2 efek jangka panjang seperti yang anda katakan? Kenapa anda tidak berjaga-jaga pada penggunaan handphone?

Saya harap anda tidak berprasangka buruk thd saya. Tulisan saya betul2 untuk meluruskan tulisan anda yg kebetulan bidang yg saya tekuni.

InsyaAllah ini tulisan saya terakhir buat anda. Maaf kalau telah menyinggung anda, yang benar datang dari Allah, yang salah itu datang dari saya yg dhoif serba lemah.

Wassalam,

Merdeka Blog | Merdeka Blog » Sepatu Fahmi, Dell, dan Corporate Blogging says:
May 23rd, 2006 at 9:51 am

[...] Tidak seperti strategi iklan televisi “SUTET”. Alih-alih ingin memenangkan opini publik, nyatanya malah menuai kritik [...]

rendy says:
May 23rd, 2006 at 12:00 pm

#45 kan kita tidak sedang membicarakan tentang handphone… :D

Dwi Widyastuti says:
June 15th, 2006 at 5:53 pm

tau tentang peraturan natura
konsumen dibebankan lagi dengan investasi tegangan menengah PLN
mungkin PLN tidak boleh lagi monopoli ya

Pln_Tak_Punya_OTak says:
July 18th, 2006 at 12:10 am

Kata PLN “ada pemeliharaan”…artinya pemeliharaan buat org PLN yg korupsi dibanding memelihara rakyat, buat apa ?
Pelihara rakyat gk dapat uang, pelihara org2 PLN dapat bagian…pilih mana ??

rakyat bodo says:
July 19th, 2006 at 9:48 am

Masih banyak lagi kok, yang pln ga pernah kasih tau, kaya misalnya grounding, yang jelas2 diperlukan buat keselamatan, tapi kalo ditanya ke pln, jawabnya juga kagak memuaskan, alias ga tau alias ga care, scope kerja kayaknya cuma sebatas lampu bisa nyala doang, bentuk gelombang ancur2an, de el el, juga ga pernah diperhatikan. Mungkin yang turun ke bawah, biro jasa dan instalatir yang “resmi” perlu di atur lagi keberadaannya, paling tidak pakai orang2 yang memang benar2 tau masalah listrik, bukan sekedar nyambung kabel asal2an. Atau malah yang diatas juga ga ngerti listrik ?

nino says:
September 10th, 2006 at 12:43 pm

tapi kalo sutet yang lebih dulu dbangun. . . brarti rakyat yang tinggal dibwh sutet yang bodoh. . .
anda2 jangan hanya nafsu untuk menjugde PLN salah. . . tapi lihat dari sisi pemerintah donk. . .

karena sampai dgn skrg bahaya sutet pun juga masih diteliti. . . karena ada juga ilmuan yang mengatakan tidak ada pengaruhnya. . .

Padiman says:
September 15th, 2006 at 3:26 pm

kagak usah diributin, kalau memang dibawah kabel tt tidak berbahaya, tanahnya dibeli aja sama pln dan dibuat perumahan pegawai pln.untuk contoh kalau disitu tidak berbahaya. beres kan !

betty says:
September 22nd, 2006 at 3:10 pm

studi ttg SUTET yang baru di perbatasan Jateng/Jatim juga buat kasih makan tikus2 PLN.
Pemenang tender adalah mereka yang mau melakukan studi dengan biaya riil 1M tapi pertanggungjawabannya 1,5M.
TIKUS PLN emang kelaparan yah

haryono says:
November 5th, 2006 at 10:48 pm

hai temen2 ak blh ikutan g disni, aku anak kaltim didaerah kota tarakan, tolong klo ada informasi yg aktual tlong informasilkan ke aku yah?

Dono says:
December 27th, 2006 at 5:56 pm

ass.wr.wb,
sebenarnya minyak bumi, gas bumi nasional dan internasonal makin mengurang oleh krna pemakaian yg tak terbatas. sekrng bagaimana : semua yg menyangkup gas dan minyak bumi serba mahal di luar negeri pun begitu.
Apakah kalian sudah dapat kabar, bahwa kehutanan di indonesia pada lenyap untk di tanamkan sawit sebagai bahan bakar?
egois nggak tuh.

Xavier says:
May 20th, 2007 at 7:44 am

aku pernah memberikan comment di web PLN masalah ketidak nyamanan karena sering terjadi pemadaman didaerah kami. kenapa hanya didaerah kami? sedangkan didaerah sebelah yang jaraknya cuman 2 KM nggak mati.

fakta : didaerah kami memang kebanyakan penduduk pendidikan kurang. saat penduduk complain, alesannya macem2… (saya sendiripun pernah komplain) dan jawaban mereka “mungkin burung2 pada saling patuk di kabel”. saat saya pertama komplain, saya cuman bisa mengiyakan… mungkin… (atau saya yang bodoh?) lalu selama 5 hari berturut2 listrik tempat kami padam sekitar 2jam per harinya… saat ditanyakan… jawaban tetep sama. lalu saya ngamuk2… saya bilang, “gimana kalo tuh burung kita tembak aja. dan pohon2 kita tumbangi saja!!!!” mereka diam… saya lanjutkan, “yang jadi masalah disini, didaerah sebelah juga banyak burung & pohon, kenapa yang bermasalah hanya daerah kami? apa burung di sebelah lebih sopan dan ngerti hukum????”. mereka diam lagi… lalu mereka memberikan alasan laen… kata mereka “oo… mungkin karena masi banyak meteran bulet.” saya cuman bisa bilang “DIDAERAH SEBELAH JUGA BANYAK METERAN BULET!!!, lagian kalo masalah karena bulet, kok dulu nggak?????” mereka diam…

apakah ini cerminan PLN? suka membodohi rakyat???? hal kecil semacam ini mereka bilang mungkin, mungkin, mungkin… tanpa ada penyelesaian… tanpa ada solusi. apalagi masalah SUTET!!!!!

dan sampe sekarang, listrik tempat kami sering padam… (padahal kami… para pengusaha industri kecil, butuh listrik. apakah karena kami butuh dan hanya mereka yang bisa menyediakan mereka bisa semena2??

saya berandai2… jika ada perusahaan listrik selain PLN, saya akan pindah menjadi pelanggan yang lain…

:(

teo says:
June 30th, 2007 at 4:37 pm

selama pejabat negara + pejbat pln masih sengkongkol + kkn dan sistim pengadilan indonesia masih neko2 diperkara apapun dan bagaimanapun juga ngak akan ada hasilnya kecuali semua pejabat negara digantung di ting gantungan dulu

irungmaulana says:
July 8th, 2007 at 12:19 am

la wong gitu aja kok ribut dari pada ribut ya dibongkar aja entar semua kan tanpa listrik enak hanya pakai lampu minyak semua biar pacaran klo malam lebih asyik …gitu lo…sip

None Manizzz says:
July 14th, 2007 at 5:32 am

ADA yang TAU tempat WEB ADUAN/KELUHAN pelanggan PLN gak ?
Gini Listrik bangunan yang gw bangun di bongkar, padahal gw baru pengajuan aja, walau seluruh biaya gw bayar di muka. tau tau 6-7 bln kemudian ada bongkaran pln di bangunan gw yang belum jadi itu. gw bingung kalo ngajuin pemasangan itu langsung di pasang tanpa pemberitahuan kepada pelanggan dan pembongkaran itu juga tanpa pemberitahuan kepada pelanggan juga ya ? bagi para pencinta PT PLN tolong dong bebenah, jangan sewot aja. kita ini kan bangsa yang sudah mengenal peradaban. kewajiban kita jalankan dulu dengan benar (sebenar2ya, dan sebaik2nya) jangan selalu merasa benar walaupun mengerti dan sadar kalau diri salah. ini jaman SEJARAH mang bukan jaman PRASEJARAH (ngerti kan bedanya)

dede says:
July 20th, 2007 at 12:37 pm

ren…….u kaga pernah nongol lg ya stlh diceramahi peg pln mengenai masalah sutet…hehehe makanya jgn sembarang ngomong klo gak tau apa2…..

manusia bodoh says:
August 1st, 2007 at 9:09 pm

ren, lo kabur ya? kok rumah lo diacak2 lo malah hilang. kalah pamor lo ya! ha..ha..ha..

gugun says:
August 7th, 2007 at 8:12 pm

SUTET…SUTET…
SETIAP HARI BIKIN MASALAH AJA TUH ANAK.
UDAH DEH… NTAR GUA KASIH PELAJARAN. DASAR ANAK HARAM.

Muhammad Irfan Jambak says:
September 6th, 2007 at 3:08 am

Assalammualaikum Wr. Wb
Sudah lama tidak masuk ke site ini…………. Tadinya saya pikir hanya saya seorang yg merasa tulisan Rendy banyak “pengkondisian fakta dan data” sehingga kesimpulan akhir beliau amburadul terhadap SUTET……
——-
Diluar dari masalah topik SUTET
Indonesia sekarang memang kebablasan… Banyak pakar mengomentari hal-hal yang bukan menjadi porsinya, padahal hanya kutip sana kutip sini. Sayangnya para pakar ini susah untuk diajak berfikir secara praktis maupun akademis, maunya men-judge dengan asumsi sendiri yang ngawur. Lihat saja komentar pakar tentang IT, tentang GPS, tentang Time of Arrivel (TOA), teknologi CDMA, Image Processing, Voice Recognition…. banyak lagi… semua itu kalo di Indonesia bisa dikomentari oleh hanya SATU orang, padahal backgroundnya?……#@!*&^>>&^%+_(@!^

Semoga kita bisa segera melepaskan kebiasaan buruk ini…. termasuk saya tentunya.
Maaf atas ketidaknyamanan dalam tulisan ini.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb

Budi S. says:
September 6th, 2007 at 8:17 am

Ass.Wr.Wb.,

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik, insya Allah.
Sebelum ada listrik, hidup juga sudah baik. Jaman berubah, listrik jadi primadona dan merupakan kebutuhan pokok rakyat. Membuat listrik perlu pembangkit yg perlu energi (minyak, gas, batubara, panas bumi, air, angin, ombak, matahari, nuklir dll) utk memutar generator, yg kemudian disalurkan lewat transmisi (SUTET, SUTT) dan Distribusi (SUTM/SKTM, SUTR/SKTR, GD) sampai ke Pelanggan.
Semua itu perlu biaya yang sangat besar, baik investasi maupun operasional. Lha kalau hasil jual listriknya (rekening) lebih kecil dari biaya operasional, mana bisa terus dibangun dan dioperasikan dengan memadai. Itulah yang saat ini dialami PLN, masih bisa operasi saja masih untung, kalau bangkrut bisa dibayangin Indonesia tanpa listrik, balik lagi zaman Mojopahit.
Orang yang kerja di PLN itu (yg baik) akan masuk Surga, coba aja listrik ada di Masjid, di Gereja, tempat ibadah lainnya, di semua kamar termasuk di kamar mandi. Orang dapat penghasilan dari listrik tak terbilang banyaknya.
Tetapi kalau listrik padam sedikit saja, semuanya mengumpat ke PLN, tidak apa-apa manusiawi. PLN juga rugi kalau listriknya mati, tidak terjual karena kWh meter tidak muter. Teknis menyalurkan energi listrik ada kendalanya, baik alam bisa juga manusia (termasuk yg curi listrik).
Negara yang mau maju, listriknya bagus dan handal. Pengembangan dan pembangunan energi listrik dikendalikan pemerintah dan didukung oleh rakyatnya.
Viva PLN, viva rakyat …..
Wass.Wr.Wb.

semut di semur says:
October 2nd, 2007 at 12:19 pm

Halo semuanya,,,,, saya bertajuk sebagai penengah hanya bisa berkomentar dengan bijak saja.
Sebenarnya yang kalian perdebatkan, semuanya hanya mementingkan ego semata. Tapi coba kalian semua pikir tentang kepositifan dari PLN……….?
Kalian bayangin aja, seandainya di Negara kita ini tidak mempunyai sebuah pembangkit Listrik, bagaimana jadi kita semua??? Bukannya kita akan terus menjalankan kehidupan dalam keterpurukan…????
So, tidak ada manusia didunia ini yang mengalami kesempurnaan. Dan saya juga sangat yakin, kalau kalian adalah orang di dalam PLN, pasti kalian akan melakukan hal – hal yang sama dengan mereka yang bekerja di PLN sekarang. Dan saya pun sangat yakin apapun yang kalian katakan, adalah bused (Munafik)………(yang benar, kalian semua cenburu dengan mereka, karena kalian tidak bisa melakukan hal yang sama seperti hal yang mereka lakukan) ambil contohnya saja begini, mahasiswa yang melakukan demontrasi ke gedung DPR atau kemana saja, dengan selogan ingin menuntut Hak – hak rakyak kecil dan meminta pertanggung jawab atas penyelewengan yang telah lakukan yang mana alhasil dari ulah mereka adalah merugikan Negara. Nah sekarang kita tempat mahasiswa –mahasiswa yang melakukan demontrasi tersebut atau yang lainnya menjabati posisi – posisi yang dijabati oleh wakil rakyat sekarang, apakah mereka tidak akan melakukan penyelewengan juga???
Pejabat yang menjabati sebagai wakil rakyat sekarang, dulunya juga seorang mahasiswa yang selalu berkoar – koar di jalanan untuk melakukan tuntutan yang sama, tapi setelah mereka mendapati jabatan tersebut, apa yang telah mereka lakukan untuk memajukan bangsa ini???
Begitu juga dengan kalian semua yang melakukan posting dan fonis terhadap PLN. Yang lebih gawat lagi, kalian melakukan pencemoohan terhadap PLN, akan tetapi apakah kalian sendiri sudah melakukan kewajiban sebagai warga Negara yang berlangganan terhadap PLN………..?
Yang benar sekarang, coba saja intropeksi diri sendiri, dan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini, tidak menjadi profokator yang bersembunyi di belakang layar DOANK………………..

semut di semur says:
October 2nd, 2007 at 12:28 pm

Tau nggak kalian……….apa yang sedang diperjuangkan oleh PLN sekarang untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa……….????

tapi setau saya, orang - orang yang patut di was padai di negara ini adalah orang - orang seperti kalian…
apakah, kalian ini sudah benar - benar suci dan bersih dari perbutan yang menurut agama adalah perbuatan tercela..???

Agus says:
October 15th, 2007 at 8:04 pm

Perkenalkan,

Nama : Agus Noor Fauzi
Pekerjaan : Operator GI 150/20 KV Secang

Wah2 banyak yang mencaci, dan juga banyak yg muji. Jadi tambah semangat nich aq kalau kerja.

Kalau benar radiasi SUTT/SUTET berbahaya mendingan nggak usah ada listrik saja kali??

Listrik=Ketahanan Bangsa

Kalau kawan2 aku yg kerja di luar Sistem Jamali, mereka bisa stress gara2 tiap hari orang demo masalah pemadaman bergilir. Malahan ada istri seorang manajer yg sampai keguguran berkali-kali karena ikut merasakan beban kerja suaminya, nah lo!!!

Memang ada sebagian kecil orang PLN yg mencoba mencari rejeki tambahan dari luar ketentuan, namun masih lebih banyak lagi yg tidak seperti anda bayangkan itu.

Kalau saya boleh bilang, di Sistem Jamali PLN bisa mengambil sedikit keuntungan, namun di luar sistem Jamali yg rata2 menggunakan High Speed Diesel (HSD)? Keuntungan dari Sistem Jamali yg digunakan untuk mensubsidi silang.

PLN adalah perusahaan yg berorientasi sosial. Tidak semua tarif listrik disama ratakan sesuai TDL. Panti Asuhan, Masjid, Gereja, Sekolah dikategorikan dalam tarif sosial yg harganya jauh dibawah TDL. Hanya Industri yang harganya lebih tinggi dari TDL.

Ada cerita nich dari Papua disana dulu orang mau tagih rekening listrik yg dihadapin bukan orangnya tapi parang, panah dsb. He2…. Tapi sekarang udah agak mendingan.

So pesanku, Lihatlah masalah dari banyak sisi. Dan selalu berpikir positif. Bila ternyata pikiran positifmu salah, ambil saja hikmah yang ada agar kita tidak melakukan kesalahan seperti itu.

Selamat berkarya, Indonesia masih memerlukan orang2 seperti kalian.

adhi says:
October 25th, 2007 at 2:24 pm

ass. mohon maaf lahir batin jika ada salah kata &yang membuat kurang berkenan di hati semua. mungkin ada baiknya jika berdebat dengan masing-masing argumen /pendapat oarang lain namun juga disertai dengan ide-ide yang bersifat memberikan solusi bagi semua pihak.
wass.

WoNG_StrEeZ says:
October 27th, 2007 at 11:06 pm

Aduh Rendy, kamu ikut2an strezz kayak aq y ?!?!?! makanya kamu kalo masih nyusu jangan ikut2 an omongin hal yang kamu g ngerti, ntar kalo susu kamu abis nangis.

NB: Sebelum Ngomong Lihat Dulu, Jangan Suara Dikerasin Tapi Otak Di Kecilin Makanya Strezz Kamu

die says:
November 8th, 2007 at 10:53 am

wah..wah..wah..
bung rendi, atau pun semua orang yang ada di sini, saya mau sedikit nanya nih….
dari yang saya baca nampaknya PLN adalah musuh bagi masyarakat……
#pernahkah terlintas dalam benak anda, apa jadinya klo semua pejabat dan pegawai PLN demo, trus listrik di negri kita mati total..??
mau ngapain lo pade???
saat ini, hampir semua bidang ngebutuhin listrik, mau anda bertanggung jawab nyediain listrik buat seluruh rakyat indonesia?
#trus kalo boleh tau, kalo anda2 semua ada di posisi mereka, apa anda bisa memberikn layanan yang memuskan bagi seluruh pelanggan??

Hakim says:
November 8th, 2007 at 2:20 pm

Maunya sih semua berjalan pada jalannya memang kadang PLN itu menyebalkan tapi tergantung bagian apanya?biasanya yg banyak korup ya bagian ngurusin beli tanah warga gitu deh….laporan per meter sih besar pi bayar ke warga ga ada separuhnya sisanya embat dewek…sekali ada proyek bisa beli 2 new car n rumah mewah….pi keluarga ga berkah….

sebenernya klo ga ad PLN bisa2 aja ko….kan banyak perusahan listrik swasta…cont…cikarang listrindo ect..

Adi says:
November 28th, 2007 at 11:17 am

Masuk PLN aja kalo pengin tau kesulitan PLN.
PLN tuh beribadah dan berjuang.
Bukan seperti kebanyakan yang diomongin orang.

tata says:
December 15th, 2007 at 12:24 pm

electricity for better to life……………karena saya mw diangkat pegawai pln………….mboh……….

vera says:
December 18th, 2007 at 7:49 pm

ren kerjanya dimana sih? boleh kenalan ngga? “,”
aku di pln loh.

biru says:
December 26th, 2007 at 5:31 pm

saya kecewa dengan manusia manusia diatas. manusia indonesia hanya bisa mengkritik. Ketika orang orang yang merasa pintar ini ditempatkan pada posisi yang mereka kritik itu, pasti mereka akan melakukan tindakan yang nggak kalah bodohnya, yang diperlukan sekarang adalah aksi nyata. APa yang bisa kamu berikan demi perbaikan bangsa yang rapuh ini??? saat ini juga, Apa ?? saya berani menjamin bahwa apa yang saudara saudara lakukan sehari hari berbanding terbalik dengan apa yang setiap saat anda teriakan untuk setiap kejadian di republik ini!! bertindaklah dan terus memperbaiki, cuma itu solusinya.

bayu says:
January 7th, 2008 at 7:42 pm

Betul mas, semua yang berhubungan dengan PLN gak ada yang beres, Saya punya usaha yang membutuhkan daya listrik justru di sangka mencuri lalu mereka yang punya pabnrik besar kenapa bayar cuma dikit saya yang usahanya kecil dipersulit untuk mengajukan permohonan tambah daya….. Semua yang ada di PLN udah jadi penjilat bangkai anak bangsa.

bbuuddee says:
January 8th, 2008 at 11:12 am

Asslamualaikum…

Pada banyak bilang gimna kl listrik di swastanisasi dengan membandingkan dengan pertamina yang semakin “ramah” ketika ada saingan dari Shell dan Petronas. Kebetulan liat metro akhir taun nih berdasarkan fakta yang akurat dari sumber luar negri terpercaya bahwa 90% Indonesia sudah dijajah oleh kapitalis baik sektor pemerintahan,perbankan,perekonomian,perminyakan dan pertambangan dan bahkan telekomunikasi. Wahai rakyat Indonesia apakah kalian mau listrik yang menguasasi hajat hidup orang banyak nomer 1 di bumi Indonesia ini di kuasai oleh pihak asing??Hal itu sama dengan penjajahan modern seperti apa yg kita alami sekarang bahkan rakyatnya sendiri yang menyuruh pemerintahnya untuk menswastakan listrik bahkan sampai berdemo??aneh sekali :( tanya kenapa kok bisa gitu pdhal dulu pahlawan berjuang mati2an merebut kemerdekaan sekarang rakyatnya ingin menyerahkan ke swasta secara sukarela,apakah rakyat Indonesia memang BODOH seperti tulisan yang ada di atas??

Wasalam..

Si, Bodoh says:
January 10th, 2008 at 11:04 am

Lama juga yah kalo gw lihat postingnya bedasar tanggal udah setahun ngebahas tulisannya Rendy. sy bangga juga dng bangsa kita sdh banyak yg mau berkomentar dan mau menghargai minimal mendengarkan pendapat orang lain. tapi mungkin sedikit perlu disampaikan dengan santun agar kita sebagai bagsa yang besar bisa dikatakan berbudaya yang luhur. BTW omong-omong soal PLN, saya punya temen yg kerja di PLN, dia sangat mencintai pekerjaannya karena menurut dia pekerjaan adalah amanah yang harus diemban dgn sebaik baiknya lagi pula dia sangat mensyukuri menerima gaji meski nominalnya saya lihat tidak sebanding dengan apa yang sdh dia berikan pada perusahaan dan bangsa yang ia cintai seperti contoh kecil, jam kerja normal teman saya sebagai sorang kopral(kalo di tentara) 12 jam sehari kalo kita hitung -/+240 jam sebulan bila dibandingkan dgn penghasilan istrinya sbg PNS dng level Jabatan yang sama 8 jam sehari/ 160jam sebulan bisa dikatakan dia kalah dng istrinya. tapi dia tetap semangat melakukan tugasnya. dari gambaran tadi saya sangat salut dan bangga dgn dia saya punya gambaran secara keseluruhan saya membayangkan betapa PLN jatuh bangun membangun Image dimata publik dengan berbagai langkah efisiensi sampai-sampai penghasilan pegawainya saya lihat belum sepadan. Salut deh buat PLN. terutama pegawainya yang pantang menyerah dan semangat tinggi. Saya jadi punya impian ANDAIKAN SEMUA KOMPONEN BANGSA INI TERMASUK RAKYATNYA SEPERTI ITU SAYA YAKIN INDONESIA AKAN GEMILANG ” JAYALAH INDONESIAKU!!!”

wong_streez says:
January 12th, 2008 at 10:09 am

woi, ngilang kemane lu. ih berani pantat takut muka, daripada gini g jelas mending yang buat ni blog jalan2 k kantor pln trus pinjem buku2nya, pasti g berani ngomong gini lagi dech. untuk mas bayu mungkin stok mcb di wilayah anda masih habis, ntar kalo ada pasti tambah dayanya lancar dech. trus kenapa pln mempermudah pelanggan besar karena untuk mengurangi kerugian pln itu adalah salah satu jalan. di atas kan dah banyak yang ngejelasin kenapa pln rugi, makanya kalo g teu jangan ngmng. ngmng pake emosi kalah sama adik saya dunk

wong_streez says:
January 12th, 2008 at 10:14 am

untuk orang2 yang g ngerti, emang semua tu g ada yang sempurna. tapi pln sudah berusaha membangun untuk memajukan perusahaan sesuai dengan visi & misinya, hargai dunk usaha pegawai2 pln. jangan asal ngomong aja, coba anda tanya sama pegawai pln. saumpama ada perusahaan lain yang menawari mereka dengan gaji sama pasti mereka pingin pindah, mengurusi pelanggan yang sok pintar itu lebih repot daripada ngerjain pekerjaan yang berat sekalipun

nero is cool says:
February 10th, 2008 at 7:27 pm

cut..cut..cut…. Mana ekspresi nyaaaaaa…….!!!!

BIMA says:
February 22nd, 2008 at 6:53 pm

klian mmng goblok tau apa klian tntang PLN taunua cm bs protes n ksh masukan yg nga masuk akal,klian nga pkir ya klau saudra,adik,kakak,om/ kerabat dkat klian yang kerja di PLN di tuding yg bkan2 dasar kalian pengngur yang bikin rusak negara………
BUTU KUDA NI

tony says:
March 5th, 2008 at 9:53 pm

trus bpk pnya solusi pa?dan pln pun sdh mnggnti rugikn?

dew says:
March 6th, 2008 at 1:42 pm

yang pada hujat pln emang ga mikir??

Nuur says:
March 9th, 2008 at 7:08 pm

Saudaraku semua yth,

Melalui tulisan ini saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal mengenai PLN.
Saya seorang pegawai PLN sudah kerja selama 23 th, trims kepada yg sudah membela maupun yg mengkritik PLN.Saya sangat mencintai perusahaan saya walaupun saya sadar bahwa masih sangat banyak kekurangannya, dan kami terus berusaha ke arah yg lebih baik.Sebetulnya masalah PLN itu sangatlah kompleks, karena melibatkan kebijakan pemerintah,PLN, pelanggan maupun dampak global.
Soal listrik swasta, sekarang sudah banyak kok listrik swasta di negeri kita ini, cuman masalahnya mereka hanya mau investasi di sisi pembangkitannya saja bukan di sisi penyaluran yg sangat padat modal dan banyak masalah sosialnya.Sedangkan soal harga Rp/kWh mereka juga tdk murah meskipun mesinnya cukup efisien (teknologi baru).

Soal SUTET, secara teknis sudah cukup jelas dibicarakan.Hanya saya seringkali merasa kasihan sekali dengan saudara-2 kita kok sampai rela menjahit mulutnya sendiri, padahal sblmnya mereka normal-2 saja kehidupannya.Tetapi semenjak LSM datang ke desanya mereka kok jadi begitu? Belakangan terungkap bahwa saudara-2 warga desa tsb ditinggalin begitu saja ditempat demo stlh diajak berdemo oleh LSM & dijahit mulutnya.Barangkali target LSM tsb sudah tercapai atau malah mrk pesimis targetnya tdk tercapai, wallahualam.Saya pernah kerja dan tinggal di bawah SUTET lebih dari 10 th,alhamdulillah s/d skr saya baik-2 saja dan anak-2 saya juga pintar-2 dan sehat.

Soal tarip PLN, sebetulnya sangatlah tergantung stake holder (pemerintah),krn kebijakan energi sepenuhnya oleh pemerintah.Sbg pembanding,Thailand: mrk memprioritaskan batubaranya u/pembangkit listriknya bukan u/ ekspor.Malaysia ; mrk memprioritaskan gasnya u/ pembangkit listriknya ketimbang ekspor.Kalau kita? kebalikannya, krn kebetulan batubara & gas termasuk komoditi utama ekspor kita.Maka jangan heran kalau kita kalah dg tetangga kita itu, krn listrik mrpk salah satu tulang punggung bergulirnya aktivitas perekonomian suatu negara.

PLN merugi? jangan di tanya lagi krn memang sudah disetting u/ tdk untung. Krn biaya produksi/harga jual tdk proporsional.Jadi siapapun yg jadi Dirutnya ya tdk akan untung.

Gaji peg PLN tinggi? menurut saya standar u/ ukuran BUMN, bahkan jauh lebih kecil dibanding BUMN lainnya.Tetapi saya bersyukur krn itu sdh cukup u/ menafkahi keluarga saya.

Jika saudara sekalian menemui peg PLN yg menyimpang/korup, saudara bisa menyampaikan kepada manajemen atasannya dengan cara yg benar disertai bukti yg valid,tentu akan diambil tindakan yg semestinya.Sudah cukup banyak kok peg PLN yg diberi sanksi administratif (penurunan pangkat) maupun yg diberhentikan tdk hormat.

Kpd adik-2 pelajar/mahasiswa ambilah PKL/KKN di PLN,dengan melihat PLN dari dalam tentunya akan lebih paham bagaimana PLN itu sesungguhnya.

Kiranya tdk akan cukup media ini u/menyampaikan profil PLN secara keseluruhan.Semoga tulisan ini bisa sedikit menjelaskan.

Listrik untuk kehidupan yg lebih baik.
Salam,

wong biasa says:
March 17th, 2008 at 10:51 am

wah ini pasti tulisan dari oknum LSM
ntar kalo dah dapet duit dari PLN, hilang deh LSM nya
dasar cari duit kok g halal
mampus aja keluarga lu

Cari Gue Klo Gak Suka says:
March 22nd, 2008 at 12:24 pm

Heh…ngemeng ape loe bel. Sok ilmuwan bangedd…pake bilang radiasi elektromagnetik segala.
Qta juga mesti lihat dari sudut pandang yg beda ul. jangan cuma saling nyalahin aja. kadang2 teori ama praktek dilapangan beda banget.
Loe kate bebasin tanah gampang apa.
gini aja deh…klo ada jaringan SUTET yg pengen ngelewati area or kawasan komplek perumahan loe….loe mau ngelepasin tanah dan bangunan loe?? anggap aja harga gantinya sesuai…pastinya loe mikirin perut loe kan dengan minta harga ganti yang gede…yg kadang2 gak masuk akal. GROW UP BEL….belum tentu org2 yang ada dikawasan komplek loe itu juga mau ngelepas tanah dan bangunannya…padahal listrik dah harus dialirkan. Butuh tahunan buat nego bel.

Gue gak peduli ma PLN…tp tulisan loe gak mutu bel.

Mending bertindak positif daripada anarkhi,meghujat,menjelekkan,atau menunggu bantuan dari pemerintah.
Dasar BELEGUK!!!

Rudi UUT alfriano says:
March 31st, 2008 at 10:38 am

PLN setiap tahun selalu saja merasa merugi rata-rata kerugian PLN antara 1 s/d 2 triliun per tahun apalagi pada tahun 2004 sebesar 4 triliun,belum lagi minta terus susidi dari negara sebesar 20 s/d 46,5 triliun pertahunnya dan lagi data kenaikan tarif tak berpernah berhenti setiap 2 tahun sekali selalu saja ada kebijakan yang merugikan pelanggannya.belum lagi kita berbicara buruknya pelayanan PLN yang byar-pet.Dua alasannya yang selalu klasik, yang pertama; BBM untuk operasional pembangkit yang mahal akibat kenaikan harga BBM (solar) padahal ekivalen Kenaikan BBM (Solar) sudah mereka up melebihi batas semestinya yang bisa bertahan sampai 300 persen dengan kenaikan tarif sesungguhnya.Alasan Yang Kedua Kekurangan besarnya Kapasitas daya yang ada dengan kapasitas daya pelanggan, setahu saya tidak ada survey data beban secara konkrit yang indepedent yang dapat dipertanggung-jawabkan oleh lembaga survey teknik berskala international,karena bisa saja data dari PLN hanya berdasarkan jumlah pelangan dan jumlah kapasitasnya saja.sedangkan data sesungguhnya PLN belum pasti.karena bisa saja ada kebocoran saluran daya(loss faktor) yang tak terdeteksi sehingga diperbaiki titik dimana loss faktor terbesarnya.
Saran saya belajarlah dengan PT.Telkom karena dulu perumtel(PT.TELKOM) sama seperti PLN kebijakanya Kalau tidak Minta naikan Susidi ke negara atau naikkin Tarif Telpon, kesannya tidak inovatif, selalu seperti itu tanpa ada kemajuan.
tapi Dengan merubah manajement yang profesional PT.TELKOM (dulu Perumtel) sekarang bisa memberikan setoran buat negara sebasar 20 triliun tepatnya 19,6 triliun pada tahun 2006-2007.Delematis memang PLN mersa pintar dan genius dengan minta dinaikan Subsidi dan Tarif Listrik. PT.TELKOM malah memberikan SETORAN BUAT NEGARA.

beng8105 says:
April 3rd, 2008 at 4:32 pm

biasalah, dinegara ini ada satu budaya orang “PINTAR” yaitu membodohi orang, jadi isi dari PLN itu mirip Lemper, udah diluar lembek didalem nya ONCOM BASI “PLN = OTAK UDANG”

Nuur says:
April 14th, 2008 at 7:39 am

PLN itu ibarat sopir bis.
Dari juragannya ditarget harus sampai ditujuan dengan bekal minim, tetapi tanpa melihat kondisi kendaraan, jalanan, ongkos tol, harga BBM, harga oli, part, dlsb (walaupun sebenarnya sudah tahu).
Sementara dari penumpangnya menuntut sampai tujuan dengan nyaman, cepat, full AC, full music, dapat snack, dlsb.
Tetapi karena si sopir sudah komit akan tugasnya, maka tetap dalaksanakan tugas tsb dengan segala konsekuensinya,mis:menurunkan sebagian barang bawaan penumpang di tengah jalan krn tdk kuat nanjak,diomelin penumpang, dimaki orang lain krn kendaraannya berisik, berasap,dlsb.
Apabila si juragan maupun penumpang bisa lebih arif dengan melihat ke tetangga, barangkali si sopir akan bisa memberikan pelayanan yg lebih baik lagi.
Memang si sopir tsb dalam posisi yg terjepit.

ryan says:
April 14th, 2008 at 1:09 pm

ini khusus buat beng yang g prnh mkn skolah….
km tau etika g????? klw g tau ya pnts…..
mulut lho kudu di skolain dulu…….
N klw ngmg asal mangap aja……….
gila lho……
walau aku bkn peg,PLN….
tapi klw kata2 lho kaya anjing gilaaa
km prnh skolah g she…….
astagfirullah………
sadar beng,,,,,seandainya bp,lho…..
peg.PLN emang lho berani ngucapin kata2 kaya gitu….
anjing lhooooooooooooooooooooooooo

Pejabat Sakit says:
April 15th, 2008 at 1:11 pm

Udah..udah…jadi saling menzolimi jadinya….yang mau bejad..silahkan..yang mau jadi bijak silahkan…tapi satu…jangan jadi orang munafiq….Tuhan ngga picek (maap)…jadi..Buat ini sebagai pelajaran menuju kedewasaan..dan buat pln..tolong perbaiki citra mu…meski ngga jelek2 amat.. tapi aku pernah dikecawakan PLN..tapi..Utk menuju ke hal yg lebih baik..saya masih toleran…

ballon says:
April 16th, 2008 at 10:12 am

bukan gt pak,pejabat…qw tau banyak yg g suka ma PLN
tapi bukan seenakx jelek2kin PLN dong…klw emang dia berani
jangan ngomong lwat sini,langsung aja lho ngomg di dpn presiden sana,klw g lho di tembak…..